Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cara Pemkot Semarang “Ngobrol” dengan “Masa Lalu”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cara Pemkot Semarang “Ngobrol” dengan “Masa Lalu”

Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota, Semarang memilih berhenti sejenak. Bukan untuk diam, tapi untuk “pulang” ke akar sejarah. Lewat ziarah ke makam para pendahulu, ada pesan sederhana yang disampaikan: kota ini berdiri bukan dari nol, tapi dari jejak panjang yang nggak boleh dilupakan.

T. Budianto
Last updated: April 19, 2026 2:08 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
WALI KOTA PERTAMA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng berziarah ke makam wali kota pertama Semarang, RM H Moch Ichsan di TPU Jeruk Purut, Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Menyambut Hari Jadi ke-479, Pemkot Semarang nggak cuma sibuk dengan seremoni. Ada momen yang lebih hening tapi penuh makna: ziarah ke makam para tokoh yang dulu ikut membangun fondasi kota.

Kegiatan ini digelar serentak, Kamis (16/4), dengan titik lokasi yang tersebar, mulai dari Semarang, Klaten, sampai Jakarta. Jajaran pimpinan daerah pun turun langsung, dibagi ke beberapa lokasi biar semua titik sejarah tetap “tersentuh”.

Baca juga: Semarang Bangun Ingatan KH Sholeh Darat

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memilih memimpin ziarah ke makam wali kota pertama, RM H Moch Ichsan di TPU Jeruk Purut, Jakarta. Nggak sekadar datang dan pulang, rangkaiannya lengkap, mulai dari doa, tabur bunga, sampai silaturahmi ke keluarga almarhum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menuju Klaten, tepatnya ke makam Ki Ageng Sunan Pandanaran II. Di waktu yang sama, ziarah juga digelar di beberapa titik penting di Semarang, termasuk Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, makam tokoh-tokoh pemerintahan, hingga situs-situs bersejarah yang jadi bagian identitas kota.

Makna Terdalam

Buat Agustina, ziarah ini bukan sekadar rutinitas tahunan yang sarat formalitas. Ada makna yang lebih dalam, semacam “reminder” kalau kota ini dibangun dari kerja keras dan nilai perjuangan.

“Ziarah ini pengingat bahwa Semarang berdiri di atas perjuangan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan dengan integritas dan berpihak ke masyarakat,” tegasnya.

Makanya, pembagian tugas ke berbagai titik bukan cuma soal teknis, tapi juga simbol bahwa sejarah kota ini tersebar di banyak tempat, dan semuanya punya peran penting.

Baca juga: Secuil Cerita dari Sebuah Museum di Kota Lama Semarang

Ziarah ini juga jadi pembuka rangkaian panjang perayaan Hari Jadi Semarang. Bukan cuma soal angka usia yang makin tua, tapi soal bagaimana kota ini terus belajar dari masa lalu untuk melangkah ke depan.

Karena kadang, sebelum sibuk bangun masa depan, ada baiknya tanya dulu ke masa lalu. Kita ini lagi melanjutkan perjuangan… atau cuma sibuk bikin proyek baru tanpa arah? (tebe)

 

You Might Also Like

Info Paling Gress Dugaan Aliran Dana RK ke Aura Kasih

Laut Ngamuk di Musim yang Salah, Bukti Nyata Krisis Iklim

Jalur Pantura Jadi Kolam, Sopir Cuma Bisa Pasrah

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Lebaran Pakai Mobil Dinas, TPP ASN di Temanggung Dipotong

TAGGED:hari jadi ke-479 kota semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dicari! Mahasiswa yang Berani Ngulik & Ngulti Kebijakan Pemprov
Next Article Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Disdikpora Wonosobo bakal Dipecah, Afif: 2027 Dispora Jadi OPD Sendiri

BARANG BUKTI: Barang bukti kasus judi togel dari 3 daerah yang diungkap tim Polda Jateng, dipamerkan saat konferensi pers, Selasa (20/10/2026). (ist)

Polda Jateng Bongkar Jaringan Togel di Tiga Wilayah, Rp2,4 Miliar Diblokir

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pengamat politik Undip, M Yulianto.
Politik

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Januari 18, 2026
Unik

Menjelang Kongres PWI, Suasana Dibikin Guyub: Integritas Jadi Janji Bareng

Agustus 30, 2025
Pendidikan

Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Juni 11, 2026
TANTANG JAKSA--Terdakwa Gus Yazid menantang jaksa memeriksa Pangdam Dedi Suryadi dalam sidang TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (8/6/2026). (bae)
Hukum

“Berani Gak?” Gus Yazid Tantang Jaksa Periksa Pangdam Jaya Letjen Dedi

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cara Pemkot Semarang “Ngobrol” dengan “Masa Lalu”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?