Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bunda Literasi Jateng: Nggak Cuma Bikin Pintar, Baca Buku Juga Biar Nggak Mudah Ketipu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bunda Literasi Jateng: Nggak Cuma Bikin Pintar, Baca Buku Juga Biar Nggak Mudah Ketipu

Di era banjir info kayak sekarang, baca doang ternyata nggak cukup. Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin ngajak generasi muda buat naik level: dari sekadar baca jadi paham, kritis, dan nggak gampang kemakan hoaks.

T. Budianto
Last updated: April 9, 2026 5:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
LUKIS TONG SAMPAH: Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin turut melukis tempat sampah saat menghadiri Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan untuk siswa SMP dan SMA di Perpustakaan Provinsi Jateng, Kamis (9/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin menegaskan kalau gerakan literasi itu bukan cuma soal rajin buka buku, tapi juga soal cara berpikir. Hal ini dia sampaikan saat pembekalan lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan untuk siswa SMP dan SMA di Perpustakaan Provinsi Jateng, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, literasi harus jadi “senjata” buat generasi muda menghadapi derasnya arus informasi digital. Bukan cuma dibaca, tapi juga dipahami, dianalisis, lalu diolah jadi ide-ide segar. “Jangan berhenti di membaca. Harus sampai paham, menganalisa, dan tumbuh critical thinking-nya,” ujarnya.

Baca juga: Jateng Dapat Suntikan Rp17,6 M Buat Nyalain Literasi

Faktanya, tantangan literasi di Jateng masih cukup jadi pekerjaan rumah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di angka 57,11 pada 2025, sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) masih di 38,86. Artinya, minat ada, tapi kualitas literasinya masih perlu didorong lebih jauh.

Makanya, kegiatan kayak lomba resensi ini jadi salah satu “jalan ninja” buat ningkatin kemampuan berpikir kritis siswa. Nggak cuma lomba, acara ini juga diramaikan bazar buku, lomba puisi berantai, lomba lukis tong sampah, sampai pameran buku, biar literasi nggak terasa kaku dan ngebosenin.

Bergerak Bersama

Nawal juga mendorong semua pihak, mulai dari perpustakaan daerah sampai komunitas, buat ikut gerak bareng. Soalnya, literasi bukan tugas satu-dua orang, tapi kerja kolektif. Di kesempatan yang sama, bantuan ratusan buku juga disalurkan ke berbagai tempat, mulai dari Masjid Agung Jateng Magelang, sekolah, hingga komunitas literasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Jateng, Rahmah Nur Hayati menyebut, pembekalan ini diikuti sekitar 30 siswa. Mereka juga bakal dibimbing dosen jurnalistik Universitas Diponegoro untuk bikin resensi yang berkualitas.

Baca juga: Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

Nantinya, juara tingkat provinsi bakal lanjut ke level nasional. Tapi lebih dari sekadar lomba, target utamanya tetap satu: bikin siswa lebih kritis dalam melihat isi bacaan.

Di zaman semua orang bisa jadi “ahli” cuma modal scroll dan komen, kemampuan berpikir kritis justru jadi barang langka. Jadi mungkin, yang kita butuhin sekarang bukan cuma wifi kencang, tapi juga otak yang nggak ikut buffering. (tebe)

You Might Also Like

Krisna Jhon Pilih Tetap Bersama PSIS

Jalur Bumiayu Mulai Pulih, KAI Daop 4 Semarang tetap Buka Peluang Refund Tiket

Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

Ogoh-ogoh Bikin Carnival Purbalingga Makin Nendang

TAGGED:budaya literasibunda literasi jatengdinas arpus jatengnawal yasinpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”
Next Article Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

Doa Sebelum Santap MBG, Ikhtiar Jaga Diri dari Bahaya

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

CJTEC, “Rumah” UMKM Jateng Menuju Pasar Dunia

Januari 31, 2026
Fokus

WFH atau “Weekend Tipis-Tipis”? Produktivitas Dipertanyakan

April 7, 2026
Ketua DPC Gerindra Semarang Joko Santoso.
Politik

Budi Arie Bicara Patahan Sejarah Prabowo Bisa Lengser sebelum Pemilu 2029, Begini Respons Gerindra

Agustus 26, 2026
Hukum

Curi Labu Niatnya Buat Buka Bareng Ibu, Tewas Dianiaya

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bunda Literasi Jateng: Nggak Cuma Bikin Pintar, Baca Buku Juga Biar Nggak Mudah Ketipu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?