BACAAJA, JAKARTA– Final FIFA ASEAN Cup 2026 benar-benar bukan tontonan buat yang punya jantung gampang kaget. Indonesia harus melewati 120 menit penuh drama, kejar-kejaran skor, kartu merah, sampai akhirnya adu penalti untuk memastikan trofi perdana turnamen tersebut.
Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026) malam, Indonesia akhirnya menundukkan Thailand 4-2 lewat adu penalti. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu selesai.
Gelar tersebut sekaligus menjadi trofi internasional pertama Indonesia di luar medali emas SEA Games yang sebelumnya sudah beberapa kali diraih. Sejak menit awal, pertandingan sudah panas. Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali membuat pertahanan Thailand kelabakan.
Luke Vickery sempat mengancam lewat tendangannya. Namun, kiper Thailand Saranon Anuin masih bisa menggagalkan peluang tersebut. Thailand kemudian membalas. Chanathip Songkrasin mencoba mencuri perhatian lewat tendangan voli, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Baca juga: Timnas Indonesia Putus Tren Buruk 38 Tahun
Indonesia kembali mendapat peluang melalui Justin Hubner. Sayangnya, sundulan bek tersebut masih melebar. Sepanjang babak pertama, Indonesia terlihat lebih agresif dalam menciptakan peluang. Thailand memilih pendekatan yang lebih pragmatis dengan menunggu dan mengandalkan serangan balik.
Memasuki babak kedua, permainan makin panas. Thailand beberapa kali mengancam melalui Supachai Chaided dan Kakana Khamyok. Emil Audero pun harus bekerja ekstra menjaga gawang Indonesia tetap aman.
Petaka datang bagi Thailand pada menit ke-80. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Thailand harus bermain dengan 10 orang. Indonesia jelas mendapat keuntungan.
Empat menit kemudian, tepatnya menit ke-84, Garuda akhirnya memecah kebuntuan. Tendangan bebas Dean James mengenai Iklas Sanron. Bola berubah arah dan justru masuk ke gawang Thailand. Indonesia unggul 1-0.
Harusnya bisa bernapas sedikit lega. Ternyata tidak. Hanya tiga menit berselang, Thailand menyamakan kedudukan. Iklas Sanron memanfaatkan umpan silang Seksan Ratree dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Babak Tambahan
Keunggulan jumlah pemain Indonesia pun belum mampu mengubah keadaan. Sampai waktu normal berakhir, skor tetap imbang. Pertandingan terpaksa masuk babak tambahan.
Dan di sinilah drama makin tidak punya rem. Thailand justru kembali mencetak gol pada menit ke-110. Berawal dari serangan balik cepat yang dibangun Anan Yodsangwal, Peeradol Chamrasamee sukses menyelesaikan peluang menjadi gol. Indonesia tertinggal 1-2.
Suporter Garuda mulai gelisah. Tetapi ketika pertandingan hampir selesai, muncul satu nama yang menyelamatkan malam Indonesia. Elkan Baggott. Pada menit ke-116, umpan tarik Rizky Ridho sempat dihalau tangan kiper Thailand. Bola liar kemudian disambar Baggott dengan tendangan keras. Gol!
Skor berubah menjadi 2-2. Asa Indonesia kembali hidup. Namun, sampai babak tambahan selesai, tidak ada gol tambahan. Artinya, juara harus ditentukan lewat adu penalti. Nah, di sinilah mental benar-benar diuji.
Baca juga: Nilai Pasar Timnas Indonesia vs China: Siapa Lebih Mahal?
Empat algojo Indonesia, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugasnya. Sebaliknya, dua eksekutor Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal menaklukkan gawang Indonesia. Skor akhir adu penalti 4-2.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Trofi perdana akhirnya resmi menjadi milik Garuda. Buat pemain, ini sejarah. Buat pelatih, ini buah kerja keras. Buat suporter, mungkin ini juga semacam ujian kenaikan tingkat dalam hal mengelola emosi.
Sebab, untuk menjadi juara kali ini Indonesia tidak cukup hanya bermain 90 menit. Harus 120 menit. Masih belum selesai? Adu penalti. Mungkin inilah resep baru sepak bola Indonesia: kalau bisa bikin lawan ketar-ketir, kenapa harus membuat suporter tenang?
Trofi memang akhirnya pulang, tetapi jantung para pendukung mungkin masih tertinggal di stadion. Bedanya, kali ini jantung yang berdebar punya alasan untuk ikut merayakan. (tebe)

