Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

T. Budianto
Last updated: Oktober 31, 2026 11:47 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMBUTAN WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan sambutan dalam acara Khotmil Quran dan Istighotsah dalam rangka Hari Santri 2026 yang diadakan PWNU Jateng, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA.CO, SEMARANG– Mengurus rumah ibadah, mengajar mengaji, mendampingi santri, hingga menjaga kegiatan keagamaan sering kali berjalan jauh dari sorotan. Padahal, ada banyak orang yang tetap bekerja di balik layar agar kehidupan keagamaan masyarakat terus hidup.

Kabar baiknya, jumlah mereka yang menerima bisyaroh dari Pemkot Semarang bertambah cukup signifikan. Pada 2026, penerimanya mencapai 9.992 orang, naik 3.420 orang atau 52,04 persen dibandingkan 2025 yang berjumlah 6.572 orang.

Peningkatan tersebut disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melalui Plt Asisten II, Yudi Hardianto Wibowo saat membuka Istighosah Akbar dan Napak Tilas Sejarah Santri Kota Semarang di Pondok Pesantren Salafi Luhur Dondong, Mangkang, Jumat (30/10/2026).

Baca juga: Penerima Bisyaroh Pemkot Semarang Tembus 4.000 Orang

Kegiatan bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu diikuti sekitar 2.700 peserta, terdiri atas 2.600 santri dan jemaah serta 100 tamu VIP.

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom menyambut baik bertambahnya penerima bisyaroh. Insentif tersebut menyasar marbot, penjaga rumah ibadah, guru ngaji, dan pendidik keagamaan lainnya.

Menurutnya, kebijakan itu menjadi bentuk perhatian terhadap orang-orang yang selama ini ikut menjaga kehidupan keagamaan sekaligus mendidik generasi muda.

Apresiasi juga diberikan terhadap program umrah gratis bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Program tersebut dinilai sebagai penghargaan atas pengabdian para pendidik keagamaan.

Terus Beradaptasi

Dalam kesempatan itu, Pemkot Semarang juga mengajak pesantren terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Santri diharapkan tidak hanya kuat dalam ilmu agama dan akhlak, tetapi juga menguasai teknologi, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta punya bekal kemandirian ekonomi.

Semangat kewirausahaan atau santripreneur menjadi salah satu hal yang didorong agar pesantren mampu melahirkan generasi produktif dan berkontribusi bagi masyarakat.

Pemkot juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman. Perundungan dan kekerasan tidak boleh dianggap sebagai bagian dari proses pendidikan. Setiap santri berhak mendapat perlindungan dan penghormatan.

Baca juga: Tambah Banyak, Penerima Bisyaroh di Kota Semarang Nyaris 10 Ribu Orang

Dukungan terhadap pesantren turut diperkuat melalui Perda Kota Semarang Nomor 15 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren. Pemkot juga telah mengukuhkan Forum Fasilitasi Pengembangan Pesantren periode 2026-2031 sebagai wadah koordinasi dan keberlanjutan program.

Rangkaian acara di Pesantren Dondong diisi pembacaan manaqib oleh KH Zamahsyari, istighosah dan doa yang dipimpin Gus Nasiruddin, serta mauidhoh hasanah oleh KH Ahmad Haris Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen.

Dua santriwati berprestasi, Nasywa Jamilah yang hafal 30 juz Alquran dan Nurlita Nasucha yang berprestasi di bidang olahraga, juga menerima hadiah umrah.

Kenaikan penerima bisyaroh tentu menjadi kabar menggembirakan. Namun, angka 9.992 bukan sekadar deretan angka dalam laporan pemerintah. Di baliknya ada orang-orang yang berharap pengabdian mereka ikut diperhatikan.

Sebab, urusan menjaga kehidupan keagamaan jangan sampai hanya ramai dipuji saat acara seremonial. Mereka yang setiap hari menghidupkan masjid, musala, dan ruang belajar agama juga perlu merasakan perhatian nyata, bukan cuma kebagian tepuk tangan. (tebe)

You Might Also Like

BREAKING NEWS: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK

Gubernur Jateng Ajukan Rp73 Triliun, Fokus Tangani Rob dan Banjir

Lebaran, Sepuluh Puskesmas di Semarang Tetap Standby

Uji Nyali di Kota Semarang: Jembatan Kaca Tinjomoyo Resmi Dibuka, Bikin Deg-degan Tapi Seru!

Sekda Jateng: Boyolali Jangan Kehilangan Akar dan Mata Air

TAGGED:agustina wilujengbisyarohheadlinepemkot semarangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat
Next Article Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Catat! Ini Syarat Pekerja yang Terima BSU 2026, Gaji Maksimal Rp 3,5 Juta

Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat

Jumlah Penerima Insentif Guru Sekolah Minggu Naik 300 Persen!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Buru THR Lebaran? Ini Spot ATM Pecahan Kecil di Semarang

Maret 6, 2026
ISI BBM - Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Info

SPBU Ramai Gelisah, Pertalite Mendadak Susah Dicari Warga

Mei 26, 2026
Info

Kanwil Kemenkum-Bank Jateng Buka Peluang Kolaborasi

Oktober 19, 2026
IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.
Info

Arab Perketat Aturan Haji: Gak Sehat, Gak Boleh Berangkat

Oktober 15, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?