Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekda Jateng: Boyolali Jangan Kehilangan Akar dan Mata Air
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sekda Jateng: Boyolali Jangan Kehilangan Akar dan Mata Air

Ulang tahun daerah biasanya identik dengan pesta rakyat dan panggung hiburan. Namun di Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali, ada pesan yang lebih dalam dari sekadar perayaan.

T. Budianto
Last updated: Juni 8, 2026 6:06 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
HUT BOYOLALI: Puluhan penari meramaikan Merbabu Art Fest yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BOYOLALI- Sekda Jateng, Sumarno mengajak masyarakat Boyolali untuk terus merawat warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam Gunung Merbabu yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yang digelar di Simpang Siaga Boyolali. Acara itu dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, serta ribuan warga yang memadati lokasi perayaan.

Hadir mewakili Gubernur, Sumarno menegaskan bahwa Gunung Merbabu bukan hanya ikon geografis, melainkan juga sumber kekayaan budaya dan sumber daya alam yang harus dijaga bersama.

Baca juga: Ribuan Runners Serbu Merbabu Sky Run 2025, Rutenya Bikin Lupa Capek!

“Merbabu adalah aset kita semua. Satu, masalah budaya yang hari ini diadakan Merbabu Art Fest. Kedua, kekayaan alam karena Merbabu adalah sumber air kita semua, mari kita jaga bersama,” ujarnya.

Sebagai putra asli Boyolali yang berasal dari Desa Sukarame, Kecamatan Musuk, Sumarno mengaku memahami betul bagaimana kawasan Merbabu telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mulai dari kesuburan lahan pertanian hingga ketersediaan sumber air yang menopang kehidupan warga.

Menurutnya, Pemprov Jateng saat ini terus mendorong kampanye pelestarian lingkungan. Pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun bencana di masa mendatang.

Kesadaran Masyarakat

Karena itu, peringatan Hari Jadi Boyolali yang dipadukan dengan festival budaya dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan melestarikan tradisi lokal.

Pesan tersebut tergambar dalam pertunjukan Sendratari Titi Jagad yang dibawakan penyanyi muda Niken Salindry bersama sekitar 100 penari dari berbagai sanggar seni di Boyolali.

“Selamat Hari Jadi ke-179 untuk Kabupaten Boyolali. Mudah-mudahan semakin maju dan sejahtera. Kami dari Pemprov Jateng sangat mendukung kegiatan ini,” kata Sumarno.

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menjelaskan bahwa peringatan hari jadi tahun ini dirangkai dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan rakyat, termasuk Merbabu Art Fest yang berlangsung pada 5 hingga 13 Juni 2026.

Baca juga: Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir

Menurut Agus, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah. “Semoga di hari jadi ini, Boyolali lebih maju lagi dan masyarakat lebih sejahtera. Selamat menikmati hiburan dan tetap jaga kebersihan,” ujarnya.

Selain pertunjukan budaya, acara juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi dangdut koplo Abah Lala yang merupakan putra daerah Boyolali, serta pameran seni dan produk UMKM lokal yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Sering kali orang baru sadar pentingnya gunung saat mata air mulai mengecil, dan baru merindukan budaya ketika generasi mudanya lebih hafal tren media sosial daripada cerita kampungnya sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Pesona Indonesia Bikin Pecah Bazar Amal di Bucharest

Empat SPPG Banyuwangi Kena Suspend Permanen, Ini Masalahnya..

942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng

Esteban Vizcarra Siap Jadi Motor Lini Tengah PSIS

Guru Madrasah Geruduk DPRD, Tuntut Perhatian Lebih

TAGGED:headlinehut boyolalisekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article INTEROGASI WNA--Petugas Imigrasi menginterogasi WNA China dan WNI yang diduga terlibat dalam aksi love scamming dari Semarang. (ist) 4 Warga China Ditangkap di Semarang, Terlibat Sindikat Love Scamming Internasional
Next Article Bocah 17 Tahun Pecahkan Rekor Timnas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Teknologi

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

Agustus 25, 2026
Hukum

Eksepsi Gagal, Hakim Tetap Gas Sidang Korupsi Bank Pasar Semarang

Maret 17, 2026
TAK RAMAI LAGI - Pedagang bendera dan umbul-umbul sedang merapikan dagangan mereka, di pinggir jalan di Semarang. Pelapak bendera curhat, dagangan mereka kini sepi tak seramai dulu lagi. Kata mereka, lapak bendera pinggir jalan kalah saing sama pedagang online. (dul)
Info

Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini

Agustus 3, 2026
Ilustrasi SPPG Polri di Polda Bali.
Hukum

Saling Sleding! Polda Jateng Minta Pengelola SPPG Polri Tak Penuhi Panggilan Kejaksaan

Juli 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekda Jateng: Boyolali Jangan Kehilangan Akar dan Mata Air
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?