BACAAJA, BOYOLALI- Sekda Jateng, Sumarno mengajak masyarakat Boyolali untuk terus merawat warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam Gunung Merbabu yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat di kawasan sekitarnya.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yang digelar di Simpang Siaga Boyolali. Acara itu dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana, serta ribuan warga yang memadati lokasi perayaan.
Hadir mewakili Gubernur, Sumarno menegaskan bahwa Gunung Merbabu bukan hanya ikon geografis, melainkan juga sumber kekayaan budaya dan sumber daya alam yang harus dijaga bersama.
Baca juga: Ribuan Runners Serbu Merbabu Sky Run 2025, Rutenya Bikin Lupa Capek!
“Merbabu adalah aset kita semua. Satu, masalah budaya yang hari ini diadakan Merbabu Art Fest. Kedua, kekayaan alam karena Merbabu adalah sumber air kita semua, mari kita jaga bersama,” ujarnya.
Sebagai putra asli Boyolali yang berasal dari Desa Sukarame, Kecamatan Musuk, Sumarno mengaku memahami betul bagaimana kawasan Merbabu telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mulai dari kesuburan lahan pertanian hingga ketersediaan sumber air yang menopang kehidupan warga.
Menurutnya, Pemprov Jateng saat ini terus mendorong kampanye pelestarian lingkungan. Pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun bencana di masa mendatang.
Kesadaran Masyarakat
Karena itu, peringatan Hari Jadi Boyolali yang dipadukan dengan festival budaya dinilai menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan melestarikan tradisi lokal.
Pesan tersebut tergambar dalam pertunjukan Sendratari Titi Jagad yang dibawakan penyanyi muda Niken Salindry bersama sekitar 100 penari dari berbagai sanggar seni di Boyolali.
“Selamat Hari Jadi ke-179 untuk Kabupaten Boyolali. Mudah-mudahan semakin maju dan sejahtera. Kami dari Pemprov Jateng sangat mendukung kegiatan ini,” kata Sumarno.
Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menjelaskan bahwa peringatan hari jadi tahun ini dirangkai dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan rakyat, termasuk Merbabu Art Fest yang berlangsung pada 5 hingga 13 Juni 2026.
Baca juga: Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir
Menurut Agus, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati hiburan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah. “Semoga di hari jadi ini, Boyolali lebih maju lagi dan masyarakat lebih sejahtera. Selamat menikmati hiburan dan tetap jaga kebersihan,” ujarnya.
Selain pertunjukan budaya, acara juga dimeriahkan oleh penampilan penyanyi dangdut koplo Abah Lala yang merupakan putra daerah Boyolali, serta pameran seni dan produk UMKM lokal yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Sering kali orang baru sadar pentingnya gunung saat mata air mulai mengecil, dan baru merindukan budaya ketika generasi mudanya lebih hafal tren media sosial daripada cerita kampungnya sendiri. (tebe)

