Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penerima Bisyaroh Pemkot Semarang Tembus 4.000 Orang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Penerima Bisyaroh Pemkot Semarang Tembus 4.000 Orang

T. Budianto
Last updated: Oktober 22, 2026 10:20 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAPA SANTRI: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyapa para santri seusai Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Mengajari anak mengaji mungkin tak membuat seseorang kaya raya. Namun, perannya dalam membentuk karakter generasi muda jelas tak bisa dianggap remeh.

Kabar baiknya, Pemkot Semarang menambah jumlah penerima bisyaroh bagi guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dan Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ) menjadi 4.000 orang pada 2026. Jumlahnya naik 1.000 orang dibandingkan periode sebelumnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut penambahan penerima bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus apresiasi bagi para guru yang konsisten membimbing anak-anak.

Perkembangan jumlah penerima berlangsung bertahap. Pada September 2025, penerima bisyaroh bertambah dari 3.000 menjadi 3.500 orang. Tahun ini, jumlahnya kembali naik menjadi 4.000 orang, dengan bantuan sebesar Rp1,5 juta per triwulan.

Baca juga: Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

Artinya, dalam kurun waktu tersebut, jumlah penerima bertambah sekitar 33,3 persen. Tambahan ini memperluas jangkauan dukungan bagi para pendidik yang selama ini ikut menjaga pendidikan agama di lingkungan masyarakat.

“Santri yang sebagian besar saat ini menjadi Guru Madin dan TPQ memiliki peran penting dalam mengenalkan Alquran, membiasakan ibadah, serta menanamkan akhlak dan kepedulian sosial kepada anak-anak. Pengabdian mereka menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berkarakter,” ujar Agustina saat peringatan Hari Santri di Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2026).

Dukungan terhadap pendidikan keagamaan tak berhenti pada bantuan rutin. Pemkot Semarang juga memberikan apresiasi khusus kepada guru Madrasah Diniyah (Madin) yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

Hadiah Umrah

Tiga guru Madin Nahdlatul Ulama (NU) menerima hadiah umrah dalam rangkaian Khataman Al-Qur’an dan Istighotsah Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah di Kantor PWNU Jateng, Rabu (21/10/2026) malam.

Mereka adalah Muh. Rosail yang telah mengabdi selama 37 tahun, Nur Cholis selama 29 tahun, dan Siti Aminah selama 26 tahun. Penghargaan tersebut menjadi bentuk terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membimbing masyarakat melalui pendidikan agama.

Agustina berharap apresiasi tersebut bisa menambah semangat para guru untuk terus menebarkan ilmu dan kebaikan. Menurutnya, pendidikan keagamaan bukan sekadar mengajarkan pengetahuan tentang agama, tetapi juga membentuk kebiasaan beribadah, memperkuat moral, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial.

Di Kota Semarang, terdapat 174 Madrasah Diniyah dengan 981 guru dan 632 santri. Selain itu, ada 293 pondok pesantren yang menaungi 18.040 santri dengan dukungan 1.585 guru.

Baca juga: Puluhan Tahun Mengajar Ngaji, Tiga Guru Madin di Semarang Dapat Hadiah Umrah

Besarnya ekosistem pendidikan tersebut memperlihatkan bahwa guru agama punya peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat pun dibutuhkan agar pendidikan karakter terus berjalan.

Penambahan penerima bisyaroh menjadi langkah untuk memperluas dukungan bagi guru TPQ/LPQ. Namun, pengabdian yang berlangsung bertahun-tahun tentu membutuhkan perhatian berkelanjutan, bukan hanya apresiasi sesekali.

Sebab, membentuk generasi berakhlak tak bisa dikerjakan dengan sistem kebut semalam. Guru ngaji mengajarkan kesabaran setiap hari, dan sudah semestinya penghargaan terhadap mereka juga tak berhenti pada seremoni. (tebe)

You Might Also Like

Mahasiswa Undip Penyebar Konten ‘Skandal Smanse’ Terancam DO

Desa Tersono Batang Naik Level: Sampah Jadi Berkah, Gubernur Jateng Kasih Jempol

Prabowo Minta Bersabar Soal Menteri Polkam & Menpora, “Biar Kalian Ada Semangat!”

Kemarau Datang, BPBD Jateng Siaga Salurkan Air Bersih ke Warga

Cerita Debitur Siluman Korupsi BPR Artha Jepara: Namanya Dipinjam, Dapat Fee Puluhan Juta Rupiah

TAGGED:agustina wilujenghari santriheadlinepemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 555 Ribu Santri Jateng Diajak Jadi Pengusaha, Misi Berikutnya: Lawan Kemiskinan!
Next Article Santri Zaman Now Bukan Lagi Angkat Senjata, tapi Bantu Kesulitan Warga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

150 Pelajar Semarang Adu Gagasan soal Keadilan dan Masa Depan

Jateng Bidik Investasi Rp110 Triliun hingga Akhir 2026

PLN Icon Plus Hadirkan Kejutan Ulang Tahun untuk Pelanggan ICONNET di Yogyakarta

Dari Merek Bandeng Juwana hingga Status WNI, Menkum Buka Jalur Aduan di Semarang

MENUNGGU KERETA: Penumpang perempuan sedang menunggu kereta di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Makin Banyak Perempuan Naik Kereta, KAI Semarang Siapkan Fasilitas Khusus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat

April 16, 2026
Info

Don Muzakir Yakin Sudaryono Mampu Benahi Program MBG

Juli 23, 2026
Fokus

Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

April 21, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi menghadiri Rakerda Lazismu Surakarta, di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Minggu (1/2/2026).
Info

Hadiri Rakerda Lazismu, Respati: Angka Kemiskinan di Solo Harus Makin Turun

Februari 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penerima Bisyaroh Pemkot Semarang Tembus 4.000 Orang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?