Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik

R. Izra
Last updated: Januari 8, 2026 10:12 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis (MBG)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal udah dipromosikan sebagai game changer-nya Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.

Targetnya? Ngeri-ngeri sedap. 2025: 19,47 juta penerima. 2026: melonjak jadi 82,9 juta orang.

Ambisi setinggi langit. Tapi begitu ngomongin duit, ceritanya mulai bikin mikir.

Bacaaja: Kata Prabowo Hanya Kurang 0,01 Persen Lagi MBG Jadi Program yang Sempurna
Bacaaja: MBG ‘Ngerampok’ 70 Persen Anggaran Pendidikan, JPPI Siapkan Gugatan ke MK

Di 2025, MBG dikasih modal Rp71 triliun. Setahun kemudian? Plot twist. Anggarannya melonjak hampir lima kali lipat jadi Rp335 triliun.

Yes, kamu nggak salah baca. Tiga ratus tiga puluh lima triliun rupiah. MBG resmi masuk klub program negara paling mahal.

Masalahnya, duit segede itu nggak diiringi transparansi yang sepadan.

Setelah lebih dari 10 bulan jalan, mulai kelihatan retaknya. Rincian anggaran susah dilacak, regulasi disusun tertutup, sampai data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nggak gampang diakses publik.

Padahal, ini duit negara. Duit rakyat semua. Tapi publik justru susah ikut ngawasin.

MBG akhirnya kayak kotak misteri: isinya banyak, nilainya mahal, tapi nggak jelas detailnya.

Nguntungin Prabowo dan lingkar kekuasannya

Masalahnya nggak cuma teknis. Yang bikin alis makin naik, MBG disebut rawan jadi ladang patronase politik.

Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan penelusuran dan menemukan dugaan keterlibatan Politically Exposed Persons (PEPs) dalam pelaksanaan MBG. Dari hasil penelusuran itu, muncul pola yang bikin waswas.

Yayasan pengelola SPPG ternyata punya irisan dengan partai politik, tim pemenangan, pendukung Prabowo maupun Jokowi, unsur militer, sampai aparat penegak hukum.

Singkatnya: yang ngelola bukan orang sembarangan, tapi orang-orang dekat lingkar kekuasaan. Soal distribusi sumber daya jadi pertanyaan. Siapa dapat proyek, siapa dapat jatah, siapa makin loyal.

Menurut ICW MBG berpotensi berubah dari program sosial jadi alat konsolidasi politik. Anak-anak dijadikan wajah program, tapi keuntungan politiknya bisa jatuh ke elite.

Dan di titik ini, pertanyaannya simpel tapi nyelekit: MBG ini buat ngisi perut anak-anak, atau buat ngenyangin jaringan kekuasaan?

Tanpa transparansi dan pengawasan serius, program segede MBG bukan cuma rawan bocor. Yang rugi bukan cuma negara, tapi generasi yang sejak awal dijanjikan masa depan lebih sehat, bukan politik yang makin kenyang.

Prabowo sentil yang kritik MBG

Presiden Prabowo Subianto nyentil siapa pun yang melayangkan kritik terhadap MBG. Ia menyebut ada “orang-orang pintar” yang selama ini nyinyir dan meragukan program unggulannya.

“Banyak pakar bilang MBG bakal gagal, tapi kita buktikan, MBG berhasil,” kata Prabowo saat retret Kabinet Merah Putih jilid dua di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).

Dalam kesempatan itu, diputar video anak-anak di daerah yang tunggu kebagian jatah program MBG. Menurut Prabowo, video tersebut jadi bukti kalau MBG bukan cuma wacana elite, tapi benar-benar dinantikan rakyat. (*)

You Might Also Like

Kredit Rumah di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun

PPP Akhirnya Rukun Lagi Setelah Drama Lempar-lemparan Kursi

Perdana! Flight Internasional Kuala Lumpur-Semarang Ludes Terjual

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Luthfi Warning BUMD: Kreatif atau Dievaluasi!

TAGGED:headlineicwMBGPrabowotransparansi publik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Degradasi Organisasi Mahasiswa: Hidup Segan Mati Tak Mau!
Next Article Ilustrasi Neo-Nazi. Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Daerah

Bukan Sekadar Makam Tua, Kiai Jungke Diyakini Bisa Hidupkan Perekonomian Kampung

Waduk Wadaslintang Viral! Konten Peserta Festival STEKOM Tembus 500 Ribu Views

Ketua Pengarah Pelaksana Soekarno Run SOC 2026, Aria Bima, memaparkan prediksi perputaran uang dari event yang ia helat, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run Dongkrak Ekonomi Solo, Perputaran Uang Ditaksir Tembus Rp5 Miliar

DAPAT MOBIL--Pelari asal Boyolali, Fikri (berkacamata hitam) menerima hadiah mobil listrik secara simbolis di panggung Soekarno Run SOC 2026. (rng)

Doa Orang Tua Antar Fikri Pelari Boyolali Boyong Mobil Listrik di Soekarno Run 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Punya Sunset, Punya Pantai, Tapi Kok Belum Jadi Primadona?

Juni 20, 2026
Hukum

Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba

Juni 11, 2026
Hukum

Bank Pasar Semarang Digoyang Kredit Nakal, Negara Rugi Rp5,2 Miliar

Februari 24, 2026
Olahraga

Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga

September 9, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?