Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:12 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pengamat terorisme Najahan Musyafak menilai anak muda menjadi target propaganda terorisme atau ideologi ektrem seperti Neo-Nazi dan White Supremacy.

Menurut Najahan, salah satu pemicu utama adalah kosongnya ruang pendampingan di rumah. Anak tumbuh tanpa figur yang membimbing dan menjelaskan mana yang benar dan mana yang berbahaya.

“Penyebabnya hampir sama. Absennya ibu. Dalam arti luas, tidak hadirnya pendamping utama,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Bacaaja: Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus
Bacaaja: 22 Anak di Jateng Terpapar Konten Kekerasan, Densus 88 Endus Metode Tebar Jaring di Medsos

Faktor lain datang dari minimnya pengetahuan. Banyak anak tidak benar-benar paham apa itu neo-Nazi atau White Supremacy, tapi terpapar potongan-potongan narasi dari media sosial.

“Sebagian besar dipengaruhi media sosial. Pengetahuan mereka minim, tapi aksesnya sangat besar,” kata Najahan.

Ia menyebut durasi anak mengakses internet kini menungkat. Menurut sumber penyedia internet, durasi aksesnya mencapai 6 sampai 7 jam per hari. Sementara sumber rujukan yang kredibel justru tidak hadir.

“Guru tidak hadir, ustaz tidak hadir, kiai tidak hadir. Yang ada open resources. Paling cepat ya online,” ujarnya.

Kondisi psikologis juga ikut berperan. Anak yang introvert, kecewa, frustasi, atau merasa tersisih, cenderung mencari pelarian dan pengakuan.

“Mereka mencari rujukan. Idolnya siapa. Siapa yang dianggap keren dan patut ditiru,” kata Najahan.

Di titik inilah ideologi ekstrem masuk. Bukan lewat doktrin berat, tapi lewat emosi, kemarahan, dan rasa tidak diterima.

“Tidak semua yang kita sebut teroris itu sepenuhnya pelaku. Hari ini banyak yang justru korban,” ujarnya.

Najahan menegaskan, neo-terorisme bukan soal ideologi agama atau negara lagi. Arahnya bergeser ke gerakan transnasional.

“Sasarannya masih anak-anak muda. Itu yang paling berbahaya,” katanya.

Kalau ingin anak-anak muda tidak terpaoar ideologi ekstrem, maka kenali faktornya dan lakukan pencegahan mulai dari sekarang!

Temuan terbaru aparat membuka gambaran nyata soal terorisme gaya baru. Densus 88 Antiteror mencatat ada 68 anak yang terpapar ideologi ekstrem seperti white supremacy dan neo-Nazi.

Anak-anak ini tak sekadar terpapar wacana. Saat ditangani, sebagian sudah memegang senjata berbahaya. Mulai dari pisau sampai senjata yang dibeli secara daring. (bae)

You Might Also Like

Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana

Sampah di Jateng Mau Diolah Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen, Gimik Atau Realita?

Cetak Sejarah Dunia! Akhirnya Listrik dari EBT Bisa Lampaui Batu Bara

Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

Pinggirkan Peran Perempuan Akar Rumput, Kebijakan Iklim Indonesia Salah Arah?

TAGGED:anak terpapar terorismenajahan musyafakneo nazipengamat terorismewhite supremacy
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Temuan ICW: MBG Nguntungin Prabowo, Kerugian Ditanggung Publik
Next Article Ilustrasi colokan listrik. Ngecas Tanpa Kabel, Tanpa Colokan: Finlandia Bikin Listrik Bisa ‘Terbang’ di Udara Kayak Wifi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak main game online.
Hukum

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

Januari 9, 2026
PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pembangkit energi panas bumi PLN pertama di Asia Tenggaraini, merupakan senjata utama menuju target Net Zero 2034. Dengan cadangan 40% dari total dunia dan keunggulan sebagai base load stabil, geotermal dinilai lebih andal dan aman dibanding energi surya, angin, bahkan nuklir. Foto: dok./PLN
Tumbuh

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

September 27, 2025
Tumbuh

Dari “Cumi-Cumi Darat” ke Bus Listrik: Semarang Mulai Move On dari Asap Hitam

Februari 14, 2026
Tumbuh

Bukan Cuma Buang Sampah, TPA Jatibarang Bakal Hasilin Listrik!

September 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?