Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

R. Izra
Last updated: Januari 14, 2026 8:12 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

PALANGKA RAYA, BACAAJA – Siapa sangka, main game online yang awalnya buat hiburan malah bisa jadi pintu masuk paham ekstrem.

Ini yang lagi jadi perhatian serius di Kalimantan Tengah. Dua anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terindikasi terpapar paham ekstrem setelah aktif bermain game daring.

Kasus ini disebut-sebut masih nyambung dengan jaringan yang sama dengan peristiwa pengeboman di SMAN 72 Jakarta. Meski begitu, aparat menegaskan persoalannya tak sesederhana radikalisme.

Bacaaja: Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya
Bacaaja: Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus

Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Muhammad Rus’an, membenarkan adanya indikasi keterkaitan pola kasus tersebut.

“Masih mengarah ke sana. Polanya mirip, ada unsur kekerasan yang dipicu bullying,” kata Rus’an, Jumat (9/1/2026).

Dari game online lanjut ke grup chat

Menurut Rus’an, paparan paham ekstrem ini berawal dari game online yang akrab di kalangan anak-anak, salah satunya Roblox.

Di sana, korban perlahan diarahkan ke konten berbau kekerasan, sadisme, sampai akhirnya masuk ke grup percakapan di luar game.

“Iya, dari game-game online itu. Arahnya ke tindakan kekerasan dan sadisme,” jelasnya.

Bullying disebut jadi faktor pemicu utama. Anak-anak yang merasa tertekan kemudian “dipancing” dengan narasi balas dendam, kebencian, dan kekerasan.

Namun Rus’an menegaskan, kasus ini belum bisa disebut murni radikalisme terorganisir.

“Yang disebarkan itu lebih ke kekerasan dan sadisme, bukan langsung jaringan radikal,” tegasnya.

Densus 88 Turun Tangan

Saat ini, dua anak tersebut masih dalam penanganan Densus 88 Antiteror Polri. Kesbangpol Kalteng juga sudah menerima laporan resmi terkait kasus tersebut dan terus berkoordinasi untuk langkah lanjutan.

“Densus 88 sudah menangani. Kami fokus antisipasi supaya tidak meluas,” ujar Rus’an.

Tak menutup kemungkinan, pemerintah daerah akan mengambil langkah pencegahan lebih jauh, termasuk sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pengawasan terhadap aplikasi atau platform yang rawan disalahgunakan.

Modusnya Halus, targetnya anak-anak

Sebelumnya, Wakil Bupati Kotim Irawati juga mengonfirmasi adanya dua anak di wilayahnya yang terpapar paham ekstrem lewat game online. Modusnya, pemain diajak masuk ke grup WhatsApp setelah berinteraksi di game.

“Dari game, lalu dibawa ke grup WA. Di sana diajarkan kebencian, bahkan cara membunuh,” kata Irawati.

Di grup tersebut, anak-anak dicekoki narasi kebencian berbasis pengalaman dibully, lalu diarahkan ke paham ekstrem yang dibungkus isu agama.

Saat ini, kedua anak itu berada di bawah pengawasan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kotim serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk proses pembinaan.

Kasus ini jadi pengingat keras: dunia digital bukan cuma soal hiburan. Tanpa pengawasan dan literasi yang kuat, game online bisa berubah jadi pintu masuk masalah serius, terutama buat anak-anak. (*)

You Might Also Like

Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Lahan Vihara Buddha Jayanti Semarang Mau Diserobot, Umat Deg-degan!

Ribuan Kendaraan Bodong Diselundupkan ke Timor Leste, Sindikat Dibongkar Polisi

Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi

TAGGED:anak terpapar terorismegame onlinekotimpaham ekstrem
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ini 7 Atlet Peraih Bonus Cuan Terbanyak SEA Games
Next Article Mantan Menag Yaqut Cholil Jadi Tersangka Kuota Haji 2023-2024

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Korupsi Plaza Klaten, Habis Rapat Terbitlah Amplop

Januari 8, 2026
Hukum

Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur

Mei 6, 2026
Hukum

Curi Labu Niatnya Buat Buka Bareng Ibu, Tewas Dianiaya

Maret 4, 2026
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hukum

Update OTT KPK Cilacap: Bupati dan Sekda Resmi Jadi Tersangka, Langsung Ditahan

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?