BACAAJA, SEMARANG – Semangat literasi Kota Semarang kini punya empat wajah baru. Mereka berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda, mulai siswa SD hingga mahasiswa.
Empat nama tersebut terpilih dalam Grand Final Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2026 yang digelar di Gedung Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Lights of Literacy”, ajang yang digelar Pemkot Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang ini menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan gagasan mereka tentang literasi.
Bacaaja: Agustusan di Semarang: Ada Layanan Gratis, Diskon Pajak hingga Pesta Rakyat Sepanjang Bulan
Bacaaja: Ruang Aman Jadi Kebutuhan, Seniman Teater Semarang Dorong Korban Kekerasan Seksual Berani Bersuara
Sebelum menyandang gelar Duta Baca, para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Mulai seleksi administrasi, wawancara hingga babak grand final.
Sebanyak 12 finalis dari kategori SD, SMP hingga umum atau perguruan tinggi kemudian tampil di hadapan dewan juri.
Mereka tidak hanya menjawab pertanyaan. Para finalis juga menampilkan bakat dan menyampaikan gagasan masing-masing tentang cara meningkatkan budaya membaca serta literasi di Kota Semarang.
Setelah melalui seluruh tahapan penilaian, empat nama akhirnya keluar sebagai pemenang dari masing-masing kategori.
Untuk kategori Duta Baca Putra, juara pertama diraih Muhammad Thoriqul Huda dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Sementara Duta Baca Putri diraih Widyaningrum Cahya Endriana, siswi kelas XII SMA Negeri 5 Semarang.
Di kategori Duta Baca Pelajar tingkat SD, juara pertama diraih Anjani Tesalonika Lase dari SD Kebon Dalem 2 Semarang.
Sedangkan tingkat SMP dimenangkan Salsabilla Nadifa Setiawan dari SMP Hj. Isriati.
Bukan Sekadar Gelar
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar mengatakan, pemilihan Duta Baca menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk mendorong anak muda semakin mencintai literasi.
“Kegiatan Pemilihan Duta Baca dan Duta Baca Pelajar ini merupakan bentuk komitmen dari Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, untuk terus mengajak anak-anak muda meningkatkan kecintaan terhadap literasi,” ujar Nur Huda.
Menurutnya, para duta yang terpilih bukan sekadar pemegang gelar. Mereka diharapkan menjadi penggerak sekaligus contoh bagi lingkungan sekitarnya.
“Duta Baca yang terpilih bukan sekadar pemegang gelar, melainkan pilar penggerak dan role model yang akan menyebarkan semangat membaca di lingkungan sekolah, kampus, hingga masyarakat luas,” katanya.
Sebelum pengumuman pemenang, grand final juga diisi Final Speech dari Duta Baca Pelajar Kota Semarang 2023 dan Duta Baca Kota Semarang 2024 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. (bae)

