BACAAJA, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal menu atau anggaran, tapi usulan unik dari investor muda sekaligus pendiri Stockwise, Andry Hakim.
Dalam sebuah diskusi kebangsaan di Jakarta, Andry melempar ide agar program MBG “go public” alias melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“MBG mungkin di-IPO-in saja sekalian, jadi masyarakat bisa punya sahamnya,” kata Andry, Kamis (4/6/2026).
Bacaaja: Jejak Dapur MBG Misterius, Temuan Baru Bikin Geger Lagi
Bacaaja: Sony Sonjaya Eks-Waka BGN Siap ‘Nyanyi’, Bakal Seret Nama Besar di Kasus Korupsi MBG
Menurutnya, langkah itu bisa bikin pengelolaan MBG jadi lebih transparan dan profesional. Skemanya, badan usaha milik negara (BUMN) yang menaungi program MBG nantinya bisa membuka saham ke publik lewat initial public offering (IPO).
Andry menilai, kalau sudah masuk bursa saham, pengawasan terhadap program MBG bakal lebih terbuka karena harus mengikuti aturan perusahaan publik.
“IPO-kan MBG supaya dikelola profesional, terbuka, dan punya business model yang nggak membebani APBN,” ujarnya.
Usulan itu muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini. Mulai dari isu defisit APBN, pelemahan rupiah, sampai ketidakpastian kebijakan pemerintah yang dianggap bikin pasar makin waswas.
Nggak cuma MBG, Andry juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih agar dikelola lebih profesional. Salah satu idenya adalah melakukan sinergi dengan perusahaan ritel modern supaya distribusi produk UMKM lebih efisien.
“Bisa merger atau kerja sama dengan retail yang sudah ada biar lebih efektif dan profesional,” katanya.
Belakangan ini, pasar saham Indonesia memang lagi kurang bergairah. IHSG tercatat turun hingga 37,5 persen sepanjang tahun berjalan, sementara investor asing ramai-ramai menarik dana dari pasar domestik.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia, mengatakan investor saat ini bukan cuma khawatir soal pertumbuhan ekonomi, tapi juga soal kepastian arah kebijakan pemerintah.
“Yang jadi perhatian itu kualitas tata kelola, kepastian kebijakan, dan konsistensi pengambilan keputusan,” jelasnya.
Sementara itu, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG saat ini masih sulit bergerak naik karena minim sentimen positif dan tekanan pelemahan rupiah yang belum mereda.
Meski terdengar nyeleneh, usulan IPO MBG langsung ramai dibicarakan di media sosial. Ada yang menganggap ide itu menarik karena membuka peluang masyarakat ikut memiliki program negara, tapi nggak sedikit juga yang mempertanyakan apakah program sosial memang cocok dibawa ke pasar saham. (*)

