BACAAJA, SEMARANG – Harga plastik yang terus naik dalam beberapa bulan terakhir mulai bikin pedagang dan pelaku UMKM kelimpungan. Meski kelihatannya sepele, kenaikan harga plastik ternyata cukup berpengaruh buat usaha kecil yang setiap hari bergantung pada kemasan buat jualan.
Mulai dari kantong plastik, plastik kiloan, sampai kemasan makanan sekarang harganya perlahan merangkak naik. Dampaknya, biaya operasional ikut membengkak dan keuntungan pedagang jadi makin tipis.
Nuri Listiana (45), pedagang plastik di Semarang, mengaku hampir semua jenis plastik yang dijualnya mengalami kenaikan harga dalam satu hingga dua bulan terakhir.
Bacaaja: Mahasiswa Segel Kantor BI Jateng, Bakar Uang Mainan: Rupiah Sekarat!
Bacaaja: Rupiah Melemah, Nasib Pedagang Kecil Ikut Tergerus: Nahan Harga, Untung Dikit Gak Apa
“Naiknya lumayan banget, Mas. Hampir semua barang naik. Katanya sih bahan bakunya banyak impor, mungkin itu juga ngaruh,” kata Nuri, Senin (8/6/2026).
Ia mencontohkan, kantong plastik kecil yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.500 sekarang sudah naik jadi Rp4.000. Sementara plastik kiloan yang dulu Rp3.500 kini tembus Rp5.500.
Karena modal terus naik, Nuri akhirnya terpaksa ikut menaikkan harga jual.
“Kalau nggak dinaikkan ya susah. Modalnya sudah naik semua. Kalau tetap jual harga lama nanti malah nggak ada untung,” ujarnya.
Meski begitu, sejauh ini pembeli masih tetap datang. Hanya saja, keluhan pelanggan mulai makin sering terdengar sejak harga plastik naik.
“Komplain pasti ada. Mereka juga kaget karena sekarang lebih mahal,” tuturnya.
Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan Suryono (53), penjual angkringan yang rutin membeli plastik untuk kebutuhan jualannya.
Menurut Suryono, plastik masih jadi kebutuhan penting buat usaha makanan kecil seperti miliknya. Ia sebenarnya ingin mengurangi penggunaan plastik, tapi kondisi di lapangan belum memungkinkan.
“Kalau bisa sih saya juga pengennya nggak pakai plastik,” katanya.
Ia bahkan pernah mencoba tidak menyediakan plastik untuk pembeli. Namun respons pelanggan ternyata kurang bagus.
“Pernah saya nggak nyediain plastik, tapi pelanggan malah komplain. Masa beli gorengan nggak dikasih plastik,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Bagi Suryono, kenaikan harga plastik memang menambah beban usaha. Tapi sampai sekarang ia belum punya banyak pilihan karena kebutuhan pelanggan masih tinggi.
Kondisi yang dialami pedagang plastik dan pelaku UMKM ini menunjukkan kalau dampak kenaikan harga bahan baku sekarang mulai terasa sampai ke usaha kecil di level bawah.
Di satu sisi pedagang harus menghadapi modal yang terus naik. Di sisi lain, pelaku UMKM juga dipaksa keluar biaya lebih besar demi tetap melayani pembeli seperti biasa.
Mereka pun berharap harga plastik bisa kembali stabil supaya usaha kecil tidak semakin berat bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu. (dul)

