Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 555 Ribu Santri Jateng Diajak Jadi Pengusaha, Misi Berikutnya: Lawan Kemiskinan!
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

555 Ribu Santri Jateng Diajak Jadi Pengusaha, Misi Berikutnya: Lawan Kemiskinan!

T. Budianto
Last updated: Oktober 22, 2026 10:05 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
HARI SANTRI: Para santri berdiri khidmat mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kota Tegal, Kamis (22/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEGAL– Kalau dulu santri ikut berjuang mengusir penjajah, sekarang tantangannya beda level. Bukan lagi mengangkat senjata, melainkan ikut mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pun mengajak 555 ribu santri di wilayahnya turun gelanggang, mulai dari mengembangkan usaha hingga membantu mengurangi angka kemiskinan.

Ajakan itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-11 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kota Tegal, Kamis (22/10/2026).

Menurut Luthfi, semangat Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 harus terus hidup, meski bentuk perjuangannya menyesuaikan zaman.

Baca juga: 942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng

“Para santri harus mampu menjadi benteng terakhir dan garda terdepan dalam membangun daerahnya, mulai dari kabupaten hingga provinsi. Dengan cara apa? Menyejahterakan masyarakat dengan mengurangi angka kemiskinan,” ujarnya.

Tantangannya memang bukan kaleng-kaleng. Luthfi menyebut angka kemiskinan di Jateng masih mencapai 9,21 persen atau sekitar 3,6 juta jiwa. Pemprov terus menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, tetapi menurutnya, pemerintah tak bisa bekerja sendirian.

Di sinilah ribuan pesantren dan ratusan ribu santri dinilai punya potensi besar. Bukan cuma menjadi pusat pendidikan agama, pesantren juga diharapkan melahirkan generasi mandiri yang mampu menciptakan peluang usaha dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pesantren Obah

Pemprov Jateng pun mengandalkan program “Pesantren Obah” yang dikoordinasikan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program ini mencakup beasiswa pendidikan, bantuan pesantren, pengembangan usaha santri, hingga insentif bagi guru madrasah diniyah (madin).

“Provinsi Jateng telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya, sebanyak 58 santri,” kata Luthfi.

Dukungan juga menyasar para pengajar agama. Pada 2025, insentif guru agama menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.

Dalam upacara tersebut, Luthfi bersama Taj Yasin turut menyerahkan bantuan renovasi masing-masing Rp25 juta kepada empat pesantren di Kota Tegal, yakni Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum.

Baca juga: 5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

Selain itu, disalurkan insentif untuk 1.390 pengajar keagamaan senilai Rp834 juta serta 300 paket sembako. Total bantuan renovasi dan insentif mencapai Rp934 juta, di luar nilai paket sembako.

Luthfi juga mengingatkan santri agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Stabilitas daerah, katanya, menjadi salah satu modal penting agar pembangunan dan kegiatan ekonomi bisa berjalan.

Ia berharap santri tak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai pengetahuan, keterampilan, dan memiliki kepedulian sosial. “Para santri harus mempunyai kebanggaan dalam dirinya untuk ikut membangun bangsa,” tandasnya.

Tinggal satu pekerjaan rumah: semangat santri sudah diajak masuk gelanggang pembangunan. Sekarang, peluang usaha, akses modal, pendampingan, dan pasar juga harus ikut dibukakan. Sebab, mengentaskan kemiskinan tak cukup bermodal niat baik dan pidato Hari Santri, perut kenyang tetap butuh ekonomi yang benar-benar bergerak. (tebe)

You Might Also Like

SMP Muhammadiyah 1 Gombong Kedatangan WNA, Siswa Langsung Heboh di Halaman Sekolah!

Jateng Makin Kering, Tiga Wilayah Sudah Lebih 100 Hari Tanpa Hujan

Agustina Ajak Warga Ikut “Nostalgia” di Festival Kota Lama 2026

Kaltim Juara Umum MTQ Nasional ke-31, Jateng Nomor Berapa?

LaLiga Pekan ke-4; Madrid Gas Pol, Barca Banjir Gol, Villarreal Diam-Diam Bahaya

TAGGED:ahmad luthfihari santri nasionalheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Kota Beragam, Agustina: “Toleransi Jangan Berhenti di Spanduk!”
Next Article Penerima Bisyaroh Pemkot Semarang Tembus 4.000 Orang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KHUSYUK - 1.328 hafiz dan hafizah menggelar khataman Alquran bareng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonosobo pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengantarkan Wonosobo raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keren! Wonosobo Raih Rekor MURI pada HSN 2026, 1.328 Hafiz dan Hafizah Khataman Alquran Bareng

LATIHAN TANGANI INSIDEN: Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang sedang latihan menangani insiden kebakaran pesawat. (ist)

Bandara Ahmad Yani Latihan Tangani Kecelakaan Pesawat dan Kebakaran

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS).

Dari Taruna Nusantara TN5 hingga Senayan, Uniknya Perjalanan Karier Politik Danang Wicaksana Sulistya

PABRIK OBAT KERAS - Pejalan kaki melintas di depan pabrik obat keras ilegal berkedok pabrik botol dan pabrik kardus di Jalan Indronoto, Dusun II, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (22/10/2026).

Pabrik Obat Keras di Sukoharjo Digrebek Polisi, Pemdes: Bilangnya Pabrik Kardus

Tedjowulan Belum Akui Purboyo dan Hangabehi, Ini Respons Keduanya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

PSG Juarai Liga Champions dengan Torehan Rekor

Juni 1, 2025
IKRAR SETIA--Tiga napi kasus terorisme di Lapas Semarang ikrar setia kepada NKRI. (ist)
Hukum

Tiga Napi Kasus Terorisme Jaringan Jamaah Islamiyah Tobat

Juli 18, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi (kanan), ngecek posko mudik bareng jajaran Forkopimda, Senin (16/3/2026).
Info

Naik Motor, Wali Kota Solo Cek Pos Mudik: Pastikan Lebaran Aman & Lancar

Maret 17, 2026
Info

Makam di Semarang Mulai Full

Agustus 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 555 Ribu Santri Jateng Diajak Jadi Pengusaha, Misi Berikutnya: Lawan Kemiskinan!
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?