Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

T. Budianto
Last updated: November 3, 2026 5:09 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PENGHARGAAN PEMPROV: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi berfoto bersama para penerima penghargaan dalam acara Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) Provinsi Jawa Tengah 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/11/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Korupsi tidak cukup dicegah dengan slogan antikorupsi atau ramai-ramai memasang spanduk integritas. Sistem pengawasan harus benar-benar bekerja, bahkan sebelum anggaran dibelanjakan. Itulah yang coba diperkuat Pemprov Jateng dengan menggandeng KPK, BPK, BPKP, hingga jajaran inspektorat daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dalam Gelar Pengawasan Daerah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, para bupati dan wali kota, serta organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng.

Luthfi mengatakan, gelar pengawasan menjadi momentum untuk menyatukan fungsi pengawasan berbagai lembaga, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Baca juga: Kata Luthfi Ihwal Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Menurutnya, pengawasan terintegrasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah tindak pidana korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menekankan, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika program sudah selesai atau persoalan telanjur muncul. Mitigasi harus berjalan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan operasional, hingga evaluasi kegiatan pemerintahan. Dengan pola tersebut, potensi penyimpangan diharapkan bisa dideteksi lebih awal sehingga program pemerintah berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Inspektur Provinsi Jateng, Endro Hudiyono memaparkan sejumlah capaian kinerja pengawasan daerah. Pemprov Jateng tercatat mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 15 kali berturut-turut.

Reformasi Birokrasi

Indeks Reformasi Birokrasi juga mencapai 97,58 dengan predikat A. Sementara indeks integritas berada di angka 82,85 dengan predikat A dan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK mencapai 96,00.

Tak hanya itu, kepatuhan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terhadap 1.515 wajib lapor serta pelaporan SPT Tahunan dari 47.577 wajib lapor tercatat mencapai 100 persen.

Meski sederet capaian tersebut menjadi catatan positif, Endro mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi. Terutama menyangkut kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), dan manajemen risiko.

Ia menegaskan, keberhasilan pengawasan tidak cukup diukur dari banyaknya rekomendasi yang diselesaikan atau aset yang berhasil dikembalikan. Hal paling penting adalah memastikan kesalahan serupa tidak terus berulang.

Baca juga: KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

“Yang paling utama adalah supaya tidak terjadi lagi temuan yang berulang. Kalau ada temuan berulang, dapat diartikan rekomendasi hanya diselesaikan, tetapi tidak menyentuh hakikat pengawasan, yaitu adanya perbaikan sistem dan manajemen,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada tiga daerah dengan kinerja pengawasan terbaik 2026. Kabupaten Banyumas menempati peringkat pertama, disusul Kabupaten Wonogiri dan Kota Magelang.

Untuk kategori perangkat daerah dengan indeks tata kelola kinerja terbaik, posisi pertama diraih Dinas ESDM, disusul Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Deretan penghargaan dan capaian administrasi tentu penting. Namun, ukuran sesungguhnya keberhasilan pengawasan bukan seberapa tebal laporan yang disusun atau berapa banyak piala yang dipajang. Kalau temuan yang sama terus muncul, jangan-jangan yang rajin diperbaiki baru laporannya, bukan sistemnya. (tebe)

You Might Also Like

Santri Diajak Sukseskan Program Pemerintah

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kisah Haru Peserta SNC 2026 yang Ngotot Tampil Sampai Akhir

Puan Maharani Suarakan Perjuangan Royalti Lagu: Biar Musisi Gak Cuma Dapat Tepuk Tangan

TAGGED:ahmad luthfianti korupsiheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor
Next Article Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PROMOSI JUDOL: Seorang perempuan berinisial RUI (kanan) ditangkap polisi setelah diduga mempromosikan situs judi online. (ist)

Bikin Jejaring Mirip MLM untuk Endors Judol, Perempuan Semarang Meringkuk di Penjara

Pakar: Pembangunan Masif di Kawasan Atas Perbesar Risiko Banjir Semarang

Jateng Guyur Petani dengan 1.507 Alsintan, Panen Sehektare Cuma 2 Jam!

Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi

Hujan Mulai Mengguyur, Ahmad Luthfi Tak Mau Jateng Kecolongan Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

JAGA SIDANG--Polisi menjaga pengadilan tempat berlangsungnya sidang perkara korupsi Bupati Sudewo, Senin (6/7/2026). (bae)
Hukum

Polisi Kecele? Full Team Jaga Sidang Sudewo, Ternyata Massa yang Datang Cuma Dikit

Juli 6, 2026
Hukum

Mbak Ita Masuk Sidang Vonis Pakai Lurik Merah, Semua Mata Tertuju

Agustus 27, 2025
Daerah

Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

April 20, 2026
Olahraga

Bonus Atlet Semarang Tembus Rp65 Juta per Emas, Total Anggaran Rp25,49 Miliar!

November 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Gandeng KPK, BPK, dan BPKP Cegah Korupsi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?