BACAAJA, SEMARANG- Medali emas Porprov bukan cuma bisa dipamerkan, tetapi juga bakal berbuah apresiasi bernilai puluhan juta rupiah. Pemkot Semarang menyiapkan bonus hingga Rp65 juta bagi atlet peraih emas nomor perorangan dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Tak tanggung-tanggung, total anggaran penghargaan yang disiapkan mencapai Rp25,4915 miliar. Dana tersebut direncanakan dicairkan pada 2027 dan dibagi untuk atlet serta pelatih yang ikut mengantarkan Kota Semarang menjadi juara umum.
Berdasarkan data Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kota Semarang, alokasi untuk atlet mencapai Rp20,102 miliar. Sementara Rp5,3895 miliar disiapkan bagi para pelatih.
Baca juga: Emas Porprov Bisa Berbonus Rp 50 Juta, tapi Atlet Semarang Harus Nunggu
Untuk nomor perorangan, atlet peraih medali emas mendapat Rp65 juta. Peraih perak memperoleh Rp32,5 juta, sedangkan perunggu dihargai Rp12,5 juta. Pelatih juga kebagian apresiasi. Mereka berhak menerima Rp19,5 juta untuk setiap medali emas, Rp10 juta untuk perak, dan Rp6,5 juta untuk perunggu.
Skema ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras atlet sekaligus peran pelatih yang selama ini menempa kemampuan, strategi, dan mental bertanding.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, serta KONI Kota Semarang. Menurutnya, mempertahankan gelar juara umum bukan perkara mudah karena membutuhkan kerja bersama.
Kerja Bersama
“Mempertahankan gelar juara umum tentu bukan hal yang mudah. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga yang telah membawa nama Kota Semarang. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat,” ujar Agustina, Minggu (1/11/2026).
Kontingen Kota Semarang memang punya alasan untuk berpesta. Dalam Porprov XVII Jateng 2026 yang berlangsung pada 25-30 Oktober di wilayah Semarang Raya, mereka mengumpulkan 410 medali, terdiri atas 177 emas, 121 perak, dan 112 perunggu. Hasil itu mengantarkan Semarang kembali ke posisi teratas sekaligus mempertahankan gelar juara umum.
Namun, Pemkot tak ingin prestasi berhenti sebagai angka di klasemen. Agustina mendorong peningkatan kualitas pembinaan, regenerasi atlet, hingga kemampuan bertanding agar kontingen Semarang bisa bersaing di level lebih tinggi.
Baca juga: Semarang Juara Umum Porprov 2026, Agustina: Jangan Cepat Puas!
Target berikutnya sudah jelas: menyiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. “Prestasi ini harus menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Fokus kita sekarang adalah menyiapkan atlet-atlet daerah agar semakin matang dan siap mengharumkan nama Kota Semarang di kancah nasional melalui PON 2028,” pungkasnya.
Bonus puluhan juta tentu bikin senyum atlet dan pelatih makin lebar. Tetapi, uang penghargaan bukan garis finis. Jangan sampai medali sudah dihitung, bonus sudah dijanjikan, tetapi urusan pembinaan justru jalan di tempat. Sebab, mempertahankan juara umum butuh lebih dari sekadar seremoni penyerahan bonus! (tebe)

