BACAAJA, NGAWI– Urusan pangan bukan sekadar soal sawah yang menghijau atau gabah yang menumpuk saat panen. Di baliknya ada kerja panjang menjaga produksi, pasokan, dan kebutuhan masyarakat. Upaya Kabupaten Ngawi di sektor tersebut mendapat apresiasi dalam ajang JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menghadiri malam penganugerahan yang digelar di Legacy Ballroom, Surabaya, Jumat (30/10/2026). Dalam ajang tersebut, Kabupaten Ngawi meraih penghargaan kategori Kedaulatan Pangan, khususnya komoditas beras.
Baca juga: Bupati Ngawi Ingatkan Akreditasi RSUD Jangan Cuma Kejar Sertifikat
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas capaian pembangunan Ngawi di sektor pangan sekaligus kontribusinya dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.
Wilwatikta Awards 2026 mengangkat tema Apresiasi Kinerja Pembangunan Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi dan Objektif. Penilaian dalam ajang ini menempatkan data sebagai pijakan untuk melihat capaian pembangunan daerah.
Indikator Penilaian
Sejumlah indikator menjadi perhatian, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ketahanan pangan, akses pelayanan publik, pengurangan angka kemiskinan, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
CEO JawaPos.com, Dhimas Ginanjar turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa, serta Plt Kepala BPS Provinsi Jatim, Herum Fajarwati.
Baca juga: Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi
Melalui penghargaan ini, capaian Kabupaten Ngawi diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian. Produktivitas petani, ketahanan pasokan beras, dan keberlanjutan produksi menjadi pekerjaan yang tetap perlu dijaga.
Sebab, penghargaan boleh menjadi kabar membanggakan di atas panggung. Namun, ukuran keberhasilan kedaulatan pangan sesungguhnya bukan seberapa sering piala dibawa pulang, melainkan seberapa kuat petani berproduksi dan seberapa mudah masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau. (tebe)

