BACAAJA, SEMARANG– Jangan buru-buru menganggap xiangqi cuma permainan papan yang seriusnya sebatas mengatur bidak. Catur Tiongkok ini mulai menunjukkan taring di Jateng. Baru pertama kali masuk arena Porprov, cabang olahraga tersebut sudah memunculkan bibit-bibit atlet yang dinilai punya potensi bersaing di level lebih tinggi.
Ketua Wasit Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB Pexi), Almodad C. Boniarga menyebut, kehadiran xiangqi dalam Porprov XVII Jawa Tengah 2026 menjadi langkah penting untuk memperluas pembinaan atlet daerah.
Menurutnya, salah satu perkembangan paling menarik adalah munculnya atlet-atlet muda dengan kemampuan menjanjikan. Mereka tinggal mendapat pembinaan lebih serius dan pematangan teknik agar siap menghadapi persaingan antardaerah.
“Perkembangannya sangat luar biasa. Terutama adik-adik kita yang masih kecil, tetapi sudah memiliki bakat luar biasa. Tinggal dipoles, insyaallah dua tahun mendatang sudah bisa bersaing dengan provinsi lain,” ujarnya di hari terakhir pertandingan cabor xiangqi di Hotel Metro, Semarang Jumat, (30/10/2026).
Baca juga: Pexi Jateng Usulkan Xiangqi Masuk Popda 2027
Perkembangan xiangqi di Jateng juga mulai menyebar. Jika sebelumnya olahraga ini lebih dikenal di Banyumas dan Semarang, kini Jepara dan Kudus ikut menunjukkan kiprah, bahkan berhasil meraih medali dalam Porprov.
Almodad menyebut, saat ini sudah terbentuk sekitar 22 kepengurusan xiangqi tingkat kabupaten/kota dari total 35 daerah di Jateng. Ia berharap dalam satu hingga dua tahun mendatang seluruh kabupaten/kota sudah memiliki kepengurusan. Dengan begitu, pembinaan tidak hanya berputar di daerah yang lebih dulu berkembang, tetapi bisa menjangkau lebih banyak calon atlet.
Level Internasional
Peluang xiangqi untuk naik kelas juga terbuka di level internasional. Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia Xiangqi pada 2028. Momentum ini diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi atlet Jateng untuk masuk radar tim nasional dan ikut bersaing di panggung Asia.
Sementara untuk tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON), xiangqi masih harus menempuh jalan lebih panjang. PB Pexi saat ini tengah mengupayakan agar cabang olahraga tersebut bisa masuk sebagai ekshibisi pada penyelenggaraan mendatang.
Almodad menjelaskan, xiangqi baru bergabung dalam lingkungan pembinaan olahraga nasional pada 2025. Karena itu, masih diperlukan proses agar cabang ini mendapat tempat dalam kompetisi olahraga nasional.
Baca juga: Debut di Porprov Jateng 2026, Xiangqi Libatkan 104 Atlet dari 16 Daerah
Perjalanan xiangqi memang belum sampai garis finis. Namun, bibit atlet mulai tumbuh, kepengurusan daerah terus bertambah, dan panggung internasional sudah menanti.
Tinggal satu pekerjaan besar: jangan sampai semangat membangun xiangqi hanya ramai saat Porprov atau menjelang kejuaraan. Sebab, atlet hebat tidak lahir dari bidak yang dipajang di papan, melainkan dari latihan rutin, pembinaan serius, dan dukungan yang konsisten. Jangan sampai ambisi sudah level Asia, tetapi pembinaannya masih jalan di tempat! (tebe)

