BACAAJA, SEMARANG– Cabang olahraga Xiangqi atau catur gajah berpeluang mendapat panggung di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2027. Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov Pexi) Jateng kini mengantongi sebelas surat dukungan dari Dispora Kabupaten/Kota sebagai modal untuk mengusulkan Xiangqi masuk dalam Popda.
Jumlah dukungan tersebut disampaikan Pexi Jateng saat melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng, Aria Chandra Destianto di kantornya, Jumat, (25/9/2026).
Ketua Pengprov Pexi Jateng, Bambang Wuragil mengatakan, pengajuan tersebut merupakan tindak lanjut audiensi sebelumnya antara Pengprov dan Pengkab/Pengkot PexiI se-Jateng dengan Dispora Jateng pada 26 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dispora mensyaratkan sedikitnya 10 rekomendasi dari Dispora Kabupaten/Kota sebagai bentuk dukungan daerah terhadap cabor yang ingin masuk Poda 2027.
“Sebelas surat dukungan dari Dispora Kabupaten/Kota yang kami sertakan ini melampaui target minimal sepuluh yang ditetapkan,” kata Bambang. Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus menunjukkan adanya antusiasme atlet pelajar di Jateng terhadap Xiangqi. Pexi Jateng juga selama ini berupaya menyediakan ruang kompetisi sekaligus pembinaan bagi atlet muda.
Baca juga: Turunkan 40 Atlet, Kudus Bidik Juara Umum Kapolresta Cup Xiangqi Patiraya
Salah satunya melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pelajar Xiangqi kategori perorangan yang telah digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus pada 24-25 Januari 2026.
Sementara dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar Kejurprov Xiangqi kategori beregu yang memperebutkan Piala Kadispora Jateng 2026 yang dijadwalkan digelar pada 6-7 November 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Batang.
Terkait cabang olahraga apa saja yang dipertandingkan di Popda, Kepala Dispora Jateng, Aria Chandra Destianto mengatakan, selama ini yang menjadi acuan adalah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Namun demikian, pihaknya juga membuka peluang bagi cabor di luar Popda untuk mendapatkan ruang kompetisi. Salah satu syaratnya adalah memperoleh minimal sepuluh rekomendasi dari Dispora Kabupaten/Kota.
“Cabor-cabor yang tidak mengikuti Poda kami berikan kesempatan untuk bergabung, dengan syarat minimal ada rekomendasi dari sepuluh Dispora Kabupaten/Kota,” kata Aria.
Syarat Penting
Rekomendasi dinas setempat, lebih lanjut dikatakannya, merupakan syarat penting karena dinas terkait lebih tahu kondisi, pembinaan, serta keberadaan atlet di wilayahnya masing-masing.
Aria juga mengatakan, pihaknya tengah mengkaji format khusus bagi cabor eksibisi maupun cabor non-Popda agar tetap mempunyai wadah kompetisi. Beberapa opsi yang dibahas antara lain penyelenggaraan multi-event khusus cabor non-Poda maupun dukungan terhadap kejuaraan tingkat daerah atau single-event.
“Kami berharap semua cabor potensial bisa dimainkan. Pemerintah berkewajiban membina seluruh cabor dan jangan sampai ada yang merasa dinomorduakan. Namun, tentu kami tetap memiliki skala prioritas serta acuan dari Desain Olahraga Daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, Dispora Jateng juga mendorong induk organisasi olahraga atau federasi cabor untuk semakin mandiri dalam menggelar kompetisi dan pembinaan atlet.
Baca juga: Kudus Jadi Medan Tempur Kejurprov Xiangqi Jateng
Keterbatasan anggaran daerah membuat tidak semua kegiatan olahraga pelajar dapat dibiayai langsung melalui APBD. Karena itu, konsep pendanaan kolaboratif dengan dunia usaha, CSR, maupun pemangku kepentingan lainnya dinilai dapat menjadi alternatif.
Menurut Aria, kemandirian cabor dalam menggelar kejuaraan justru dapat membuka ruang pembinaan yang lebih luas. Dispora, kata dia, tetap dapat memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi dan pengakuan prestasi, salah satunya melalui penerbitan piagam resmi.
“Kalau secara anggaran kita belum bisa memfasilitasi penuh, paling tidak kami hadir memberikan piagam resmi dari dinas. Bagi para pelajar, nilai sertifikat atau piagam penghargaan ini sangat penting untuk portofolio dan jenjang pendidikan mereka,” jelas Aria.
Untuk Xiangqi, sebelas surat dukungan kini sudah berada di meja Dispora. Tinggal menunggu bagaimana hasil pembahasan regulasi dan skema Popda 2027. Setidaknya, catur gajah sudah punya tiket untuk mengetuk pintu, tinggal menunggu pintunya benar-benar dibuka. (tebe)

