Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

R. Izra
Last updated: September 25, 2026 12:18 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).
KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).
SHARE

BACAAJA, BATANG – Korban keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, terus bertambah. Data terakhir menyebut, korban mencapai lebih dari 411 orang.

Ratusan korban harus mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes). Sejumlah faskes bahkan sampai kewalahan menangani korban.

Dugaan penyebab keracunan massal, dengan korban mulai dari anak TK hingga wali murid atau orang tua siswa mulai terungkap.

Hasil investigasi awal Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten Batang menemukan adanya dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

Bacaaja: 276 Orang Keracunan MBG di Batang, dari Siswa hingga Orang Tua
Bacaaja: Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang BGN, Hadiriyajaya, mengatakan makanan MBG diduga dimasak terlalu cepat. Bukan dini hari, tapi menu sudah mulai dimasak sejam malam sebelumnya.

Berdasarkan pengecekan rekaman CCTV, proses pengolahan makanan sudah dimulai sekitar pukul 19.30 WIB pada malam sebelumnya. Padahal, sesuai SOP, proses memasak seharusnya baru dilakukan setelah pukul 02.00 WIB.

“Dari investigasi awal melalui pengecekan CCTV, kami melihat adanya pengolahan makanan yang dilakukan lebih awal, mulai pukul 19.30 WIB. Ini merupakan hal yang fatal,” kata Hadirya.

Jeda waktu yang terlalu panjang antara proses memasak dan distribusi diduga dapat meningkatkan risiko makanan mengalami kerusakan atau terkontaminasi sebelum dikonsumsi.

Bukan Cuma Jam Masak yang Jadi Sorotan

Masalah di SPPG Bawang ternyata tidak berhenti pada waktu pengolahan makanan. Tim BGN dan Pemkab Batang juga menemukan sejumlah persoalan pada kondisi fisik dapur.

Di antaranya sekat bangunan yang belum solid serta sistem pengelolaan limbah dan sanitasi yang dinilai belum memenuhi persyaratan teknis.

Atas temuan tersebut, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG Bawang selama 30 hari.

Evaluasi lebih lanjut masih akan dilakukan. Jika nantinya ditemukan pelanggaran berat, SPPG Bawang bahkan bisa mendapatkan sanksi yang lebih serius berupa pemberhentian operasional secara permanen.

“Apabila dalam evaluasi lanjutan tingkat pusat ditemukan unsur-unsur pelanggaran berat, tidak menutup kemungkinan SPPG Bawang ini akan dikenakan sanksi pemberhentian operasional secara permanen,” tegas Hadirya.

Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan

Di tengah penanganan kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan fokus utama saat ini adalah kondisi para korban.

Pj Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan berdasarkan data sementara terdapat lebih dari 411 korban yang melapor ke puskesmas maupun rumah sakit.

Sekitar 170 orang harus menjalani rawat inap, sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis. Gejala yang dilaporkan antara lain lemas, muntah, dan diare.

“Prioritas utama adalah penanganan medis korban. Seluruh biaya perawatan para korban keracunan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah,” ujar Faiz.

Pemkab Batang juga menyiapkan skema bantuan bagi keluarga yang harus meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi anggota keluarganya yang dirawat.

Melalui Dinas Sosial, pemerintah daerah tengah menghitung pemberian santunan penunggu pasien yang diperkirakan berkisar Rp100.000 hingga Rp150.000 per keluarga per hari.

Pemkab Batang bersama BGN selanjutnya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan dapur MBG. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program MBG tetap berjalan, tetapi dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat. (*)

You Might Also Like

Istri Bupati Pemalang Dijemput KPK pada Tengah Malam, Camat Ditangkap setelah Rapat

Jateng Perkuat Pencegahan HIV Lewat Edukasi dan Konseling Gratis

Siber Polda Jateng – FBI Bongkar Penipuan Pig Butchering di Solo: Targetkan Korban Warga Amerika Serikat, Kerugian Puluhan Miliar

Hujan Deras Semalam, Semarang Dikepung Banjir

Niat Ingin Cepat Sampai, Malah Nyasar ke Hutan

TAGGED:batangbawangdimasak malamheadlinekeracunan MBGmenu mbg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan
Next Article Kalapas Purwodadi Kenalkan Layanan Kunjungan dan Kemudahan SDP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kalapas Purwodadi Kenalkan Layanan Kunjungan dan Kemudahan SDP

KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

Ilustrasi anak terserang Super Flu.

Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Sobo Roworejo, Cara Warga Wonolopo Rawat Tradisi Kampung

Juli 7, 2026
AKADEMISI - Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, sekaligus akademisi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nugroho SBM.
Fokus

Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Juni 10, 2026
Ekonomi

Bapenda: Pajak Hiburan 40 Persen Amanat UU, Pemkot Sudah Beri Masa Transisi bagi Pelaku Usaha

Juni 20, 2026
Daerah

Ratusan Warga Semarang Pulang Kampung Gratis

Maret 16, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?