BACAAJA, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin bikin geger. Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung bareng dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Sony dan Lodewyk masing-masing merupakan purnawirawan jenderal dari Polri dan TNI.
Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG periode 2025-2026.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Pulang Haji Jadi Tersangka, Dadan Hindaya Langsung Ditahan Kejagung
Bacaaja: Terungkap! Alasan Prabowo Pecat Dadan Hindayana dari Kepala MBG, soal SOP Disorot
“Penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada Badan Gizi Nasional tahun 2025-2026,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, saat konferensi pers di Kejagung, Rabu (3/6/2026).
Menurut Syarief, penyidikan kasus ini dimulai lewat surat perintah penyidikan tertanggal 29 Mei 2026. Awalnya, Dadan, Sony, dan Lodewyk diperiksa sebagai saksi.
Tapi setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti, status mereka langsung naik jadi tersangka.
Dadan disebut sebagai pihak yang menjabat Kepala BGN saat program MBG berjalan. Sementara Sony menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, dan Lodewyk sebagai Wakil Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.
Nggak cuma jadi tersangka, ketiganya juga langsung ditahan Kejagung usai pemeriksaan.
Kasus ini langsung jadi perhatian publik karena program MBG selama ini dikenal sebagai salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menariknya lagi, sehari sebelum ditetapkan tersangka, Dadan dan dua anak buahnya itu lebih dulu dicopot dari jabatan mereka oleh Presiden Prabowo pada Selasa (2/6/2026).
Sampai sekarang, Kejagung masih belum buka detail lengkap soal nilai kerugian negara maupun modus dugaan korupsi dalam program MBG tersebut.
Tapi isu yang beredar sebelumnya memang sudah ramai dibahas, mulai dari dugaan pemotongan anggaran makan, proyek dapur MBG yang disebut-sebut jadi ajang “jual beli titik”, sampai pengadaan barang yang dinilai bermasalah.
Netizen pun langsung rame di media sosial. Banyak yang kaget karena program yang awalnya digadang-gadang buat bantu gizi anak sekolah, sekarang malah terseret kasus korupsi. (*)

