Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Rencana pengembangan geotermal Gunung Ungaran-Telomoyo tak hanya memunculkan kekhawatiran soal lingkungan. Aktivis LBH Semarang juga mempertanyakan klaim bahwa panas bumi merupakan energi yang sepenuhnya terbarukan, terutama jika melihat masa operasi sumur, kebutuhan air, dan potensi persoalan selama pembangkit berjalan.

T. Budianto
Last updated: September 25, 2026 12:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
CANDI GEDONGSONGO: Salah satu candi di kawasan Gedongsong, Kabupaten Semarang dengan latar belakang Gunung Ungaran (2.050 mdpl). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Rencana proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran-Telomoyo banyak mendapat penolakan. Salah satunya dari LBH Semarang yang selama ini kerap mendampingi isu kerusakan lingkungan.

Aktivis LBH Semarang, Cornel Gea menyoroti klaim bahwa geotermal merupakan sumber energi terbarukan. Menurut Cornel, geotermal tidak bisa begitu saja disebut sebagai energi yang benar-benar terbarukan.

Sebab, ada batas masa operasi sumur dan persoalan lain yang menurutnya masih bisa muncul selama pembangkit beroperasi.

“Saya kira dia tidak pernah klaim itu tuh, klaim yang dangkal ya, menyebut geotermal itu adalah terbarukan,” kata Cornel, Kamis (24/9/2026).

Cornel menjelaskan, air yang berada di dalam sistem geotermal bisa mengalami perubahan seiring eksploitasi. Selain itu, sumur juga disebut dapat mengalami penumpukan kerak sehingga memengaruhi kemampuan pembangkit dalam menghasilkan energi.

“Efektifnya sebenarnya dia (geotermal) itu hanya bisa beroperasi maksimal mungkin 15 sampai 20 tahun. Jadi, ya enggak benar-benar terbarukan,” ujarnya.

Dia juga menyebut persoalan serupa terjadi pada sejumlah proyek geotermal di berbagai daerah. Cornel menyinggung Sorik Marapi, Dieng, hingga proyek di Maluku sebagai contoh lokasi yang menurutnya memiliki persoalan masing-masing.

Mulai dari kebocoran pipa, pencemaran sumber air, gangguan terhadap pertanian, hingga persoalan keselamatan warga, kata Cornel, menjadi alasan masyarakat di sekitar proyek geotermal perlu waspada.

“Jadi, orang sangat maklum dan sangat wajib untuk khawatir masyarakat sekitar karena yang benar-benar terancam itu hidup mereka. Dan ancamannya itu nyawa, masa depan, sumber mata pencarian,” ujarnya.

Penggunaan Air

Cornel juga menyoroti penggunaan air dalam pembangkit geotermal. Menurutnya, meski kebutuhan airnya tidak sebanyak pembangkit listrik tenaga uap, geotermal tetap membutuhkan air yang berada di wilayah yang selama ini juga digunakan masyarakat.

“Rata-rata dilakukan itu di tempat-tempat petani yang membutuhkan sumber air,” katanya.

Dia menilai kondisi tersebut penting diperhatikan ketika proyek geotermal dikembangkan di kawasan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sebab, persoalan air bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan pembangkit, tetapi juga pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga.

Cornel juga mempertanyakan solusi teknis yang selama ini ditawarkan untuk mengatasi persoalan dalam proyek geotermal. Salah satunya dengan menerapkan sistem tertutup, termasuk menginjeksikan kembali air ke dalam tanah.

Menurut dia, sistem tersebut sudah digunakan di sejumlah proyek geotermal, tetapi persoalan seperti kebocoran maupun pencemaran menurutnya masih terjadi.

Karena itu, penolakan terhadap rencana geotermal Gunung Ungaran-Telomoyo menurut Cornel bukan semata-mata menolak pengembangan energi.

Kekhawatiran warga lebih berkaitan dengan potensi dampak terhadap keselamatan, sumber air, pertanian, dan ruang hidup masyarakat di sekitar kawasan proyek. Ia menilai berbagai persoalan yang terjadi di proyek geotermal di daerah lain perlu menjadi bahan evaluasi sebelum pengembangan proyek baru dilakukan.

Bagi warga dan aktivis yang menolak, persoalannya bukan sekadar soal panas bumi bisa menghasilkan listrik atau tidak. Yang dipertanyakan adalah bagaimana memastikan sumber air, lahan pertanian, keselamatan, dan ruang hidup warga tetap aman ketika proyek mulai berjalan. (bae)

You Might Also Like

Warga Bersih-bersih Kali Banger

Peternakan di Purworejo Sukses Kembangkan Sapi Premium

Terburuk Sepanjang Sejarah! Rupiah Makin Lemah, Jebol Rp18.000 per Dolar AS

Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

Libur Nataru, Polda Jateng Kerahkan 28 Ribu Personel

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengwarga tolak geothermal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN) Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul
Next Article KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026). Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

Ilustrasi anak terserang Super Flu.

Nah! 18 Kasus Influenza A Muncul di DIY, Ini Cara Pantauannya

Cuma Punya Dua Kaki, Pedet di Bantul Curi Perhatian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

ASN WFH Tiap Jumat? Santai di Rumah Boleh, Tapi Jangan “Ngilang”!

April 1, 2026
Info

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Juni 29, 2026
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Hukum

BREAKING NEWS: Kader Gerindra Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

April 11, 2026
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)
Info

Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

Juli 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?