Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur

T. Budianto
Last updated: November 2, 2026 10:10 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
POTONG TUMPENG: Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko memotong tumpeng saat puncak ritual Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka Kabupaten Ngawi di Pendopo Wedya Graha, Ngawi. (Fotot: Ist)
SHARE

BACAAJA, NGAWI – Di tengah zaman yang serba digital, ketika banyak orang lebih hafal tren media sosial ketimbang sejarah daerahnya sendiri, Ngawi punya cara untuk menjaga ingatan tentang masa lalu. Bukan lewat unggahan nostalgia, melainkan melalui Slametan Plangkan Agung Piyandel Pusaka Kabupaten Ngawi.

Tradisi yang digelar di Pendopo Wedya Graha, belum lama ini dihadiri Wakil Bupati Ngawi dr Dwi Rianto Jatmiko yang akrab disapa Mas Antok. Dirinya mengapresiasi masyarakat dan seluruh pihak yang masih konsisten merawat warisan budaya leluhur.

Bagi Mas Antok, melestarikan pusaka bukan sekadar urusan menjaga benda kuno agar tetap utuh. Ada sejarah, nilai kehidupan, dan identitas masyarakat yang ikut dititipkan di dalamnya.

Baca juga: Sekda Mokh Sodiq Pimpin Korpri Ngawi

“Pelestarian tradisi ini bukan sekadar merawat benda pusaka, tetapi juga menjaga nilai-nilai sejarah dan identitas kultural masyarakat Ngawi agar terus hidup di tengah kemajuan zaman,” ujarnya.

Pesan itu bukan tanpa alasan. Dalam tradisi tersebut, pusaka piyandel Kabupaten Ngawi menjadi pusat perhatian. Prosesi utama ditandai dengan pemindahan Tombak Kyai Singkir, Tombak Songgo Langit, serta songsong atau payung pusaka.

Rangkaian Ritual

Para pemangku adat bersama perwakilan perangkat daerah mengikuti rangkaian ritual dengan khidmat. Tidak ada kesan terburu-buru. Setiap tahapan menjadi bagian dari penghormatan terhadap warisan budaya yang telah melewati perjalanan panjang.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, prosesi itu juga menjadi permohonan keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Ngawi.

Pemkab Ngawi berharap tradisi semacam ini terus hidup dan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kearifan lokal dan nilai spiritual sejarah diharapkan tetap menjadi fondasi dalam menjaga jati diri daerah, sekalipun modernisasi terus melaju.

Baca juga: Bupati Ngawi Ingatkan Akreditasi RSUD Jangan Cuma Kejar Sertifikat

Sebab, daerah yang sibuk mengejar masa depan tetapi lupa merawat sejarahnya berisiko kehilangan arah. Pusaka memang bisa disimpan di tempat khusus, tetapi nilai-nilai yang menyertainya harus tetap hidup dalam keseharian masyarakat.

Jangan sampai tombaknya dirawat, payung pusakanya dijaga, tumpengnya dipotong, tetapi nilai luhur yang diwariskan justru tercecer entah ke mana. Jangan-jangan yang paling perlu dilestarikan bukan cuma pusakanya, melainkan juga kesadaran untuk tidak melupakan asal-usul sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Atasi Banjir Semarang, Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

OTT Bupati Cilacap, Pemprov: Era Pengepul Jabatan Harus Tamat

Semarang Mau Tangguh sampai 2045, Tapi Sampah Masih Suka Nyangkut

Gubernur Luthfi Soal MBG: “Nggak Cuma Kenyang, Tapi Aman!”

Kasus Laka Kerja Jateng Tembus 32 Ribu

TAGGED:dwi rianto jatmikopemkab ngawipemprov jatimwabup ngawi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Debut di Porprov, Atlet Muda Xiangqi Jateng Siap Naik Kelas
Next Article Ngawi Dapat Penghargaan Kedaulatan Pangan, Beras Jadi Andalan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

POTENSI EKONOMI - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mendampingi Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengunjungi Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Menekraf mendorong Desa Kadipaten jadi pusat ekonomi kreatif.

Keren! Menekraf Dorong Wonosobo Jadi Pusat Ekonomi Kreatif

Ngawi Dapat Penghargaan Kedaulatan Pangan, Beras Jadi Andalan

Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur

Debut di Porprov, Atlet Muda Xiangqi Jateng Siap Naik Kelas

PSIS Gagal Menang di Jatidiri, Iswar Aminuddin: Jangan Patah Semangat, Mahesa Jenar!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Pemkab Jepara Minta Bantuan Pusat Keruk Sungai

Januari 20, 2026
Daerah

Pemprov Relokasi 900 Rumah di Kawasan Tanah Gerak Tegal

Februari 12, 2026
Daerah

Doa Terakhir di Atas Lumpur, Haru yang Menutup Pencarian Pandanarum

November 27, 2025
Daerah

Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

April 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?