BACAAJA, WONOSOBO – Banyak desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), menyimpan potensi seni-budaya yang bisa dikembangkan jadi sumber penghasilan masyarakat setempat.
Melestarikan kesenian tradisional, buka cuma soal menjaga warisan budaya leluhur. Kesenian tradisional dan budaya lokal, bila dikemas dan dikembangkan secara tepat menjadi potensi wisata untuk meraup cuan.
Potensi inilah yang ingin dikembangkan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Desa Kadipaten, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Bacaaja: Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan
Desa tersebut didorong menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis budaya. Kerajinan topeng, perlengkapan kuda lumping, hingga berbagai aksesori kesenian tradisional dinilai punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan.
Saat mengunjungi Desa Kadipaten pada Minggu (1/11/2026), Teuku Riefky melihat masyarakat setempat punya kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya sekaligus aktif mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong melalui inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi.
“Secara umum, masyarakatnya selain sangat menghargai budaya, juga sangat aktif mengembangkan ekonomi kreatif. Kita tahu budaya dan sejarah itu hulunya, kemudian hilirnya ketika disentuh inovasi, kreativitas, dan teknologi, akan meningkatkan ekonomi kreatif. Tujuannya agar akar budaya ini memiliki nilai ekonomi,” ujar Teuku Riefky.
Budaya Tradisional Bisa Naik Kelas
Pengembangan ekonomi kreatif di Desa Kadipaten diharapkan tidak berhenti pada upaya melestarikan kesenian tradisional.
Lebih dari itu, produk budaya lokal bisa dikembangkan menjadi peluang usaha yang membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga.
Bacaaja: Cara Wonosobo Turunkan Angka Kemiskinan hingga 4,33 Persen, Bupati Afif: Gak Cukup Andalkan Bansos!
Kerajinan topeng, perlengkapan kuda lumping, serta aksesori kesenian dapat dikemas lebih menarik agar punya daya saing di pasar yang lebih luas.
Inovasi juga dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperkuat strategi pemasaran. Dengan begitu, kesenian tradisional tidak hanya dikenal di lingkungan lokal, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen dari berbagai daerah.
Bupati Wonosobo Dorong Pelaku Usaha Melek Digital
Dukungan terhadap ekonomi kreatif juga datang dari Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat. Afif mendorong para pelaku usaha kreatif agar tidak tertinggal perkembangan teknologi digital.
Media sosial dan kecerdasan buatan (AI) dinilai bisa dimanfaatkan untuk memperluas promosi sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
“Potensi yang ada terus kita edukasi agar bisa dikembangkan. Seiring berjalannya waktu, hari ini semua harus beradaptasi dengan media sosial dan harus dekat serta memahami AI. Harapannya, potensi itu akan menjadi industri kreatif di Wonosobo dan pada gilirannya mengangkat ekonomi di Wonosobo tercinta,” kata Afif.
Selain kerajinan dan kesenian tradisional, Wonosobo juga punya potensi lain yang bisa dikembangkan.
Mulai dari pariwisata, pertanian, hingga kuliner. Produk lokal seperti carica dan purwaceng juga berpeluang menjadi bagian dari kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Harapannya, kekayaan budaya dan potensi lokal Wonosobo tidak hanya bertahan sebagai identitas daerah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (*)

