Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan

R. Izra
Last updated: Oktober 29, 2026 12:36 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
RAIH PENGHARGAAAN- Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menunjukkan penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
RAIH PENGHARGAAAN- Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menunjukkan penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
SHARE

BACAAJA, WONOSOBO – Kinerja apik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dalam menurunkan tingkat kemiskinan mendapat apresiasi. Wonosobo meraih Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan.

Penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Penghargaan Mandaya Awards 2026 diraih setelah Pemkab Wonosobo berhasil menurunkan persentase penduduk miskin. Angka kemiskinan di Wonosobo pada 2026 turun 0,22 persen menjadi 13,12 persen, dari sebelumnya 13,34 persen pada tahun 2025.

Berdasarkan data Pemkab Wonosobo, penurunan tersebut setara dengan berkurangnya 1.620 penduduk miskin. Jumlah penduduk miskin di wilayah itu tercatat sebanyak 104.670 orang pada 2026.

Bacaaja: Angka Kemiskinan Wonosobo Turun 4,33 Persen dalam 5 Tahun, Pemkab Kejar Target Satu Digit
Bacaaja: Cara Wonosobo Turunkan Angka Kemiskinan hingga 4,33 Persen, Bupati Afif: Gak Cukup Andalkan Bansos!

Capaian ini didukung sejumlah program penanggulangan kemiskinan yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan sosial, perbaikan hunian, pendidikan, sanitasi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2025, Pemkab Wonosobo merealisasikan perbaikan 1.001 unit rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, sebanyak 663 anak menerima beasiswa dan 231 keluarga memperoleh pembangunan fasilitas sanitasi.

Pemkab juga menyalurkan bantuan sosial serta memberikan perlindungan jaminan kesehatan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja bersama pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Wonosobo.”

“Namun, yang paling penting bukan penghargaan yang kita terima, melainkan bagaimana upaya penanggulangan kemiskinan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Afif.

Ia menegaskan, Pemkab Wonosobo akan terus mendorong program yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, memperoleh pekerjaan, dan memperbaiki taraf hidup secara berkelanjutan.

Menurut Afif, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Pemberdayaan masyarakat perlu diperkuat agar warga memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri.

Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, program pemerintah perlu bergeser dari sekadar pemberian bantuan menuju pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

Keberhasilan program, kata dia, harus diukur dari dampak nyata, keterlibatan aktif masyarakat, keberlanjutan, serta hasil yang dapat dibuktikan. Dengan pendekatan tersebut, program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan atau pemenuhan formalitas.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. Abdul Haris, menyampaikan bahwa Mandaya Awards melibatkan 764 kegiatan dan inovasi dengan sekitar 1.600 penggerak.

Ia menegaskan, pemberdayaan tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan. Program harus mampu meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri serta memiliki peluang memperbaiki kesejahteraan.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemkab Wonosobo berkomitmen memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut diharapkan mendukung penyaluran program agar lebih tepat sasaran.

Pemkab juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas akses bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.

Langkah tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi, membantu masyarakat mengembangkan usaha, dan memperluas akses terhadap pekerjaan.

Penghargaan Mandaya Awards 2026 menjadi dorongan bagi Pemkab Wonosobo untuk menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan. Meski persentase kemiskinan mengalami penurunan, jumlah penduduk miskin yang masih mencapai 104.670 orang menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tetap membutuhkan perhatian.

Pemkab Wonosobo berharap program yang tepat sasaran, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil dapat terus diperkuat. Dengan begitu, penanggulangan kemiskinan tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*)

You Might Also Like

Berkas Lengkap, Kasus Penggelapan Kredit Anggota TNI Bakal Disidang

Tamu dari Beijing Datang, Puan Curhat Soal Banjir & Drama Dunia

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia

Hujan Picu Kepanikan, Festival Hindu di India Telan 19 Korban Jiwa

TAGGED:angka kemiskinanheadlineKemenko PMMandaya Awards 2026pemkab wonosoboraih penghargaanwonosobo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Diskominfo Ngawi Gandeng Media, Keterbukaan Informasi Tak Cukup Sekadar Slogan
Next Article Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko sedang di rumah sakit melihat usai melihat jenazah Ayudiah Rivana Tridiandinita, Rabu (28/10/2026). (bae) KONI Jateng Sebut Penanganan Atlet Silat Semarang yang Meninggal sudah Sesuai SOP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Beras Subsidi Dioplos Jadi Premium, 8 Pejabat Dicopot

Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko sedang di rumah sakit melihat usai melihat jenazah Ayudiah Rivana Tridiandinita, Rabu (28/10/2026). (bae)

KONI Jateng Sebut Penanganan Atlet Silat Semarang yang Meninggal sudah Sesuai SOP

RAIH PENGHARGAAAN- Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menunjukkan penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Tingkat Kemiskinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak acara Mandaya Awards 2026 di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan

Diskominfo Ngawi Gandeng Media, Keterbukaan Informasi Tak Cukup Sekadar Slogan

Bupati Ngawi Ingatkan Akreditasi RSUD Jangan Cuma Kejar Sertifikat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

Mei 22, 2026
Ekonomi

OJK Jelaskan Nasib Peserta DPLK DPPK Jiwasraya Sekarang

Maret 24, 2026
DAMPINGI KORBAN--Zainal Petir bersama korban edit foto cabul AI. (ist)
Hukum

Keluarga Terlapor Kasus Foto AI Cabul Minta Damai, Begini Respons Menohok Kuasa Hukum Korban

Agustus 27, 2026
Info

Gunung Andong Libur Selama Ramadan

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wonosobo Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026, Pemkab Terbaik Turunkan Tingkat Kemiskinan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?