Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Mengajarkan ekonomi syariah ternyata bukan sekadar mengenalkan bank syariah atau membahas halal-haram di ruang kelas. Yang jauh lebih penting adalah membentuk karakter generasi muda agar tumbuh jujur, bertanggung jawab, dan paham bahwa mencari rezeki juga soal nilai, bukan hanya soal untung.

T. Budianto
Last updated: Juni 28, 2026 2:29 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
NARASUMBER WORKSHOP: Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Jawa Tengah, Dr H Agung Budi Margono, ST, MT menjadi narasumber workshop SPES Jateng. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Program Sekolah Pelopor Ekonomi dan Keuangan Syariah (SPES) Jateng dinilai menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter ekonomi yang berintegritas.

Hal itu disampaikan Direktur Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng sekaligus Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Jateng, Dr H Agung Budi Margono saat menjadi narasumber dalam kegiatan workshop SPES Jateng yang diikuti ratusan guru SMA dan SMK dari berbagai kabupaten/kota di Ballroom Hotel MG Setos, Semarang, belum lama ini.

Menurut Agung, selama ini ekonomi syariah masih sering dipahami secara sempit, seolah hanya berkaitan dengan perbankan syariah atau urusan ibadah. Padahal, inti dari ekonomi syariah adalah membangun sistem ekonomi yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Wisata dan Ekonomi Syariah Digenjot

“Ekonomi syariah bukanlah sesuatu yang menakutkan. Ia justru sangat dekat dengan nilai-nilai Pancasila. Ketika kita mengajarkan kejujuran, amanah, gotong royong, tanggung jawab, dan keadilan dalam aktivitas ekonomi, sesungguhnya kita sedang mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi syariah sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ekonomi syariah tidak berhenti pada pembahasan halal dan haram, tetapi juga mendorong terciptanya kemaslahatan masyarakat melalui penguatan sektor riil, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, Agung mengajak para guru menjadikan sekolah sebagai tempat lahirnya budaya ekonomi yang sehat, bukan sekadar ruang transfer teori.

“Anak-anak perlu belajar bukan hanya bagaimana mencari uang, tetapi bagaimana memperoleh rezeki yang halal, mengelola harta secara bertanggung jawab, dan menjadikan ekonomi sebagai jalan menghadirkan manfaat bagi sesama,” katanya.

Peluang Besar

Menurutnya, Jateng memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Potensi tersebut didukung oleh kuatnya sektor UMKM, berkembangnya industri halal, potensi pariwisata, serta jumlah penduduk muslim yang besar. Meski demikian, Agung mengingatkan keberhasilan Program SPES tidak boleh  berhenti pada pelaksanaan workshop semata.

Dirinya mendorong sekolah-sekolah peserta mulai menerapkan berbagai program nyata, seperti memperkuat literasi ekonomi syariah, membangun koperasi sekolah berbasis syariah, membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ), menghadirkan kantin halal, memanfaatkan layanan keuangan syariah, hingga mengembangkan proyek kewirausahaan syariah yang melibatkan siswa secara langsung.

“Workshop adalah titik awal, bukan garis akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini lahir gerakan bersama di sekolah-sekolah. Ketika guru mulai mengajarkan ekonomi syariah secara kontekstual, kepala sekolah memberikan dukungan kebijakan, dan siswa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, di situlah kita sedang membangun ekosistem ekonomi syariah yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Baca juga: UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Agung juga mengapresiasi kolaborasi Pemprov Jateng, Bank Indonesia, OJK, KDEKS Jawa Tengah, serta berbagai pemangku kepentingan yang telah menggagas program tersebut sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi daerah.

Ia berharap pendampingan dan monitoring terhadap sekolah peserta terus dilakukan sehingga lahir sekolah-sekolah percontohan yang mampu menjadi pusat pembelajaran ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah.

Menutup paparannya, Agung optimistis kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

“Kita tidak sedang membangun ekonomi syariah semata. Kita sedang membangun generasi yang jujur, produktif, berintegritas, dan berdaya saing. Ketika karakter itu tumbuh di sekolah-sekolah Jawa Tengah, saya yakin masa depan ekonomi Indonesia akan semakin kuat, inklusif, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Menghafal teori ekonomi mungkin cukup untuk lulus ujian. Tapi membiasakan jujur, amanah, dan bertanggung jawab sejak di bangku sekolah, itulah bekal yang akan menentukan masa depan jauh setelah nilai rapor terlupakan. (tebe)

You Might Also Like

Akhir Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Survivor Pulang Tinggal Nama

Shadow Economy Mau Diawasi, UMKM Jangan Ikut Diseret-seret!

Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa

Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek

Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget

TAGGED:ekonomi syariahheadlinekdeks jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SAMPAIKAN USUL - Anggota Komisi VII DPR RI Andhika Satya Wasistho menyatakan, jika pemerintah menambah anggaran untuk sektor pariwisata, maka penggunaannya harus menyentuh masyarakat dan wisatawan. Jangan sampai anggaran terbesar justru tersedot untuk promosi besar-besaran saja. Mas Dewan RI Sorot Problem Pariwisata: Jangan Habiskan Anggaran Hanya untuk Promosi
Next Article PERSIAPAN BERLARI--Ribuan pelari Soekarno Run 2026 memadati Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae) Solo Pagi Ini Disambut Ribuan Pelari Soekarno Run 2026

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Antisipasi Macet, Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional Mulai 13 Maret

Maret 10, 2026
Fokus

Pakar Undip Bongkar Penyebab Banjir Ngaliyan

Mei 31, 2026
Olahraga

Jateng Bidik Empat Besar PON

November 18, 2025
Hukum

Dari Salah Jalan ke Cinta Tanah Air, Napiter Cipinang Rayakan Kemerdekaan

Agustus 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?