BACAAJA, SEMARANG – Anggota Komisi VII DPR RI Andhika Satya Wassitho ngungkap problem sektor pariwisata di Tanah Air.
Hal itu disampaikan Andhika dalam rapat kerja bersama Kementerian Pariwisata yang videonya diunggah melalui akun TikTok pribadinya @masdewanri.
Politikus muda Golkar itu ngingetin, agar rencana penambahan anggaran sektor pariwisata senilai Rp2 triliun tidak hanya dihabiskan untuk kegiatan promosi.
Bacaaja: 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan
Bacaaja: Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi
Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah di destinasi wisata yang perlu dibenahi agar wisatawan benar-benar nyaman saat berkunjung.
Menurut Andhika, sektor pariwisata memiliki efek berantai yang besar terhadap perekonomian. Kehadiran wisatawan bukan hanya menguntungkan pengelola objek wisata, tetapi juga menggerakkan UMKM, hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Karena itu, jika pemerintah benar-benar menambah anggaran sekitar Rp2 triliun, maka penggunaannya harus diarahkan pada program yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat dan wisatawan.
“Kalau memang ada usulan tambahan anggaran sekitar Rp2 triliun, sebaiknya dialokasikan kepada program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan wisatawan,” kata Andhika.
Ia menilai masih banyak persoalan mendasar di berbagai destinasi wisata yang belum terselesaikan. Mulai dari akses jalan yang kurang memadai, kebersihan kawasan, fasilitas sanitasi, hingga aspek keamanan dan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Menurutnya, hal-hal tersebut justru perlu menjadi prioritas sebelum pemerintah menggelontorkan anggaran besar untuk promosi.
Sebab, promosi yang gencar tidak akan memberikan hasil maksimal jika pengalaman wisatawan saat datang tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Kalau wisatawannya merasa aman, nyaman, tempat wisatanya bersih, aksesnya mudah, mereka pasti akan cerita ke orang lain. Itu promosi yang paling ampuh,” ujarnya.
Andhika menilai pengalaman positif wisatawan merupakan bentuk promosi yang paling efektif. Wisatawan yang puas akan dengan sendirinya merekomendasikan destinasi yang mereka kunjungi kepada keluarga, teman, maupun lewat media sosial.
Karena itu, ia berharap pemerintah lebih fokus meningkatkan kualitas destinasi wisata, mulai dari infrastruktur dasar hingga pelayanan kepada pengunjung. Dengan begitu, pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya kunjungan, tetapi juga dari kepuasan wisatawan yang membuat mereka ingin datang kembali. (dul)

