Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

Ngomongin Pancasila nggak cukup cuma hafal lima sila. Di Semarang, 200 dosen dari seluruh Indonesia lagi “upgrade skill” biar nilai-nilai itu nggak cuma jadi materi kuliah, tapi benar-benar hidup di kampus. Tiga hari full, bukan sekadar teori, tapi strategi membentuk karakter generasi masa depan.

T. Budianto
Last updated: Februari 25, 2026 5:21 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DIKLAT PANCASILA: Sekda Jateng, Sumarno menghadiri Diklat Ideologi Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang, Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang diikut ratusan dosen tersebut digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia ikut Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Semarang.

Pelatihan ini digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan jadi ajang konsolidasi penting di tengah tantangan kebangsaan yang makin kompleks.

Selama tiga hari, para akademisi nggak cuma bahas materi ajar. Mereka juga mengulik cara membentuk karakter mahasiswa lewat pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif.

Sekda Jateng, Sumarno menegaskan, peran dosen itu krusial. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila pertama kali dikonstruksikan secara sistematis di bangku kuliah. “Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa,” tegasnya saat pembukaan Diklat Angkatan V di Hotel Novotel Semarang, Selasa (24/2/2026).

Ia menyebut, mahasiswa bukan cuma peserta didik, tapi calon pemimpin masa depan. Artinya, Pancasila harus hadir bukan cuma di slide presentasi, tapi juga di pola pikir dan tindakan sehari-hari.

Baca juga: Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus

Sumarno juga menyoroti model trainer of trainers yang dipakai dalam diklat ini. Harapannya, para dosen yang ikut pelatihan bisa jadi “embrio” yang menyebarkan penguatan ideologi secara lebih luas di kampus masing-masing.

“Kami berharap dengan pelatih ini embrio akan berkembang, akan menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah,” ujarnya.

Teks Utama

Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengatakan pembinaan ideologi kini makin terstruktur lewat buku teks utama yang diterbitkan BPIP bersama kementerian terkait.

Buku tersebut sudah dipakai mulai dari jenjang PAUD sampai SLTA. Saat ini, BPIP juga sedang menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi. Menariknya, Yudian menyebut Semarang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Pendidikan Pancasila yang paling masif.

“Semarang hampir mencapai 98 persen dalam penyelenggaraan Pendidikan Pancasila berbasis buku teks utama. Ini capaian yang patut diapresiasi,” katanya.

Baca juga: Kulit Sawo Matang, Malah Tertarik Ideologi Ras Kulit Putih White Supremacy, Apa yang Salah?

Diklat Angkatan V ini diikuti 140 dosen dari luar Kota Semarang dan 60 dosen dari dalam kota. Fokusnya jelas: memperkuat kemampuan mengonstruksikan karakter Pancasila melalui aspek pengetahuan, disposisi, dan tindakan dalam Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK).

Harapannya, dosen bukan sekadar pengajar di kelas, tapi motor penggerak internalisasi nilai Pancasila di ruang akademik. Di era ketika debat lebih sering viral daripada dialog, mungkin memang sudah waktunya kampus jadi “charging station” ideologi. Karena kalau Pancasila cuma jadi hafalan, kita cuma pintar mengucap, tapi lupa menerapkan. (tebe)

You Might Also Like

Mau Jadi Guru? Seleksi PPG 2026 Resmi Dibuka

Paham Anarko Sudah Menyebar, Ini Peringatan Keras Kapolres Banjarnegara

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Ribuan Warga Tumpah Ruah Saksikan Festival Kenthongan Banyumas 2025, Garuda Mas Rawalo Jadi Jawara!

Kulit Bawang Disulap Jadi Pupuk, Mahasiswa UNY Bikin Warga Melongo

TAGGED:bpippancasilasekda
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Belum Genap 10 Hari Puasa, Tiket Lebaran di Daop 4 Semarang Sudah Terjual 305 Ribu!
Next Article Tujuh Pejabat Kemenkum Jateng Resmi Dilantik

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

MBG HARAM - Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar., menyatakan haram hukumnya menerima MBG.

Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget

Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng

Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Oktober 11, 2025
GURU KEREN - Sri Husodo, guru seni musik SMP Nasima Semarang yang akrab dipanggil Dodo, jadi juara pertama lomba cipta lagu atau mars MTQ nasional yang digelar Kementerian Agama RI. (ist)
Pendidikan

Keren! Guru Sekolah Nasima Menang Lomba Bikin Mars MTQ Nasional

Mei 22, 2026
Pendidikan

Undip Dukung Sektor Peternakan di Kadirejo Lebih Cuan

Februari 18, 2026
Pendidikan

Rahasia di Balik Mandi Wajib, Bukan Cuma Soal Suci, Tapi Begini

September 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?