Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kulit Sawo Matang, Malah Tertarik Ideologi Ras Kulit Putih White Supremacy, Apa yang Salah?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Kulit Sawo Matang, Malah Tertarik Ideologi Ras Kulit Putih White Supremacy, Apa yang Salah?

R. Izra
Last updated: Januari 8, 2026 4:39 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi demonstrasi menolak 'White Supremacy'.
Ilustrasi demonstrasi menolak 'White Supremacy'.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Terorisme gaya baru punya wajah yang makin aneh. Anak-anak Indonesia yang jelas berkulit sawo matang justru tertarik ideologi white supremacy yang mengagungkan kulit putih.

Pengamat terorisme Najahan Musyafak menilai, persoalannya bukan soal fisik. Yang bermain justru ideologi dan nilai yang dibungkus dengan narasi keren.

“Dia sudah lupa siapa dirinya. Yang diusung itu ideologinya, bukan warna kulit. Nilai-nilai yang dikampanyekan bisa saja cocok dengan kondisi psikologis anak,” kata dosen UIN Walisongo itu.

Bacaaja: Pengamat Ungkap Alasan Anak Tergiur Neo-Nazi dan White Supremacy dan Cara Antisipasinya
Bacaaja: 22 Anak di Jateng Terpapar Konten Kekerasan, Densus 88 Endus Metode Tebar Jaring di Medsos

White supremacy, kata Najahan, pintar menjual janji. Ada rasa superior, kekuatan, dan kebanggaan semu saat anak merasa diakui sebagai bagian kelompok elit.

“Meski kulit coklat, ketika dia diakui jadi bagian kelompok kulit putih, muncul rasa bangga. Itu faktor psikologis, ada inferior complex,” ujarnya.

Bahasa yang dipakai juga sangat persuasif. Diksi halus, janji besar, dan narasi kejayaan bikin anak merasa istimewa.

“Mereka dijanjikan jadi bagian dari supremasi. Ini harus dibaca detail dari sisi bahasa dan cara komunikasinya,” kata Najahan.

Kondisi ini sejalan dengan temuan aparat. Densus 88 Antiteror Polri mencatat 68 anak di Indonesia terpapar ideologi ekstrem seperti white supremacy, meski mereka hidup jauh dari konteks ras kulit putih.

White supremacy sendiri adalah ideologi yang percaya ras kulit putih lebih unggul dan layak mendominasi ras lain. Di tangan anak-anak, ideologi ini berubah jadi pembenaran untuk bersikap agresif.

Najahan menyebut, ruang digital memperparah situasi. Media sosial dan komunitas daring memberi ruang tanpa batas untuk pengakuan dan aktualisasi diri.

“Di ruang digital itu, sekat negara, agama, dan identitas jadi kabur. Yang penting diakui dan diapresiasi,” ujarnya.

Menurutnya, pola ini mirip terorisme lama. Cara rekrutmen dan pendekatan psikologinya sama, hanya bungkus ideologinya yang berganti.

“Pattern-nya hampir sama. Yang berubah cuma ideologi yang dipakai,” tutup Najahan. (bae)

You Might Also Like

Geotermal Jadi Senjata Andalan RI Menuju Net Zero 2034: Stabil, Bersih, dan Melimpah

Cetak Sejarah Dunia! Akhirnya Listrik dari EBT Bisa Lampaui Batu Bara

Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

Energi Bersih Listrik RI Tembus Target

Pertamina Ngebut Cari Energi Alternatif: Nggak Mau Bergantung Terus

TAGGED:ideologi kulit putihnajahan musyafaksupremasi kulit putihterorismewhite supremacy
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Direksi Baru PDAM Dilantik, Air Harus Lancar, Keluhan Jangan Ngantri
Next Article Salah satu pembeli sedang berbincang dengan penjual, Kamis (08/01/2026). (dul) Ini Surga Buku Bekas di Semarang, Katanya Ada Versi KW Juga Sih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Merlion, ikon negara Singapura.
Tumbuh

Singapura Negara Terkaya Nomor 1 Dunia, Indonesia? Sama Malaysia Aja Kalah Jauh

September 23, 2025
Ilustrasi anak terpapar konten radikalisme dan terorisme dari game online.
Tumbuh

Awas! Anak Muda Bisa Terpapar Radikalisme dalam Hitungan Bulan dengan Cara Ini

Januari 3, 2026
Tumbuh

Tanpa Solar, Nggak Berisik: Pompa Rob Demak Kini Ngandelin Matahari

Januari 1, 2026
Rumah apung untuk Mak Jah, penjaga kelestarian mangrove di Desa Bedono, Sayung, Demak.
Tumbuh

Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung

April 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kulit Sawo Matang, Malah Tertarik Ideologi Ras Kulit Putih White Supremacy, Apa yang Salah?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?