Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana

R. Izra
Last updated: Januari 1, 2026 6:46 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, BANDA ACEH – Aceh lagi di ujung tanduk. Bukan cuma soal banjir dan longsor, tapi ancaman krisis pangan sampai 3 tahun ke depan.

Akademisi Universitas Almuslim, Cut Azizah, bilang dampak banjir besar akhir November 2025 itu nggak main-main.

Sawah rusak, lumpur tebal, irigasi hancur, bendungan dan jalan ambyar. Intinya: lahan pangan ikut KO.

Bacaaja: Sawah Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Krisis Iklim, Kok Bisa?
Bacaaja: Parah! Sudah Sebulan setelah Bencana, Ada Kampung di Aceh yang Masih Terisolasi

“Kalau di Aceh, bisa kekurangan pangan sampai tiga tahun ke depan. Sawahnya sudah nggak ada,” kata Cut dalam sebuah webinar, Rabu (24/12/2025).

Banjir yang nyerang Aceh, Sumbar, dan Sumut ini bahkan masuk kategori bencana katastropik—alias dampaknya panjang dan brutal buat ekonomi serta kehidupan warga.

Masalahnya bukan cuma hujan ekstrem yang turun 5–7 hari nonstop, tapi juga kondisi alam plus ulah manusia.

Aceh berada di kawasan Pegunungan Bukit Barisan dengan lereng curam dan tanah muda yang super rawan longsor. Sedikit hujan aja bisa bikin tanah ambles, apalagi hujan ekstrem.

Parahnya lagi, hulu sungai terus diganggu. Di beberapa DAS, tutupan hutan berkurang sampai 18 persen. Bahkan di DAS Peusangan, 70 persen wilayahnya berubah jadi permukiman, pertanian, dan kebun sawit.

“Hulu itu harusnya dilindungi. Tapi justru paling sering dirusak,” tegas Cut.

Guru Besar IPB University, Bambang Hero Saharjo, ikut menyoroti fakta pahit lain: pembalakan liar.

Bukti-buktinya kelihatan jelas:

  • Kayu gelondongan berserakan di sungai dan pantai

  • Ada kayu dengan bekas gergaji mesin

  • Bahkan ada yang sudah bernomor dari lokasi tebangan

Artinya? Banjir dan longsor ini bukan cuma soal cuaca, tapi juga ulah manusia.

“Di balik bencana hidrometeorologi ini, pasti ada aktivitas manusia—entah sengaja atau lalai,” kata Bambang.

Kalau pola ini terus dibiarkan, dampaknya bukan cuma banjir musiman. Tapi krisis pangan, kemiskinan, dan kerentanan jangka panjang.

Singkatnya: Alam sudah kasih sinyal keras. Tinggal manusianya mau berubah atau nggak. (*)

You Might Also Like

Banjir Pati Rendam 59 Desa, Pemprov Belum Tetapkan Darurat Bencana

Hati-Hati! Jaringan Terorisme Sasar Anak-anak Lewat Game Online

Pola Makanmu Pengaruhi Perubahan Iklim, Kok Bisa? Begini Penjelasannya

Tanpa Solar, Nggak Berisik: Pompa Rob Demak Kini Ngandelin Matahari

Awas! Anak Muda Bisa Terpapar Radikalisme dalam Hitungan Bulan dengan Cara Ini

TAGGED:acehbencanakekurangan pangankrisis pangansawah hilang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Natal Nggak Cuma Soal Lilin, PDIP Ingatkan: Saatnya Turun Tangan dan Rawat Alam
Next Article Ilustrasi demonstrasi warga Aceh meminta penetapan status bencana nasional, dengan mengibarkan bendera bulan bintag. Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi Akal Imitasi (AI) bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja.
Tumbuh

Teknologi Ngebut, SDM Kedodoran: Indonesia Rawan PHK Massal di Era AI

Desember 30, 2025
Tumbuh

Empat Stasiun KAI di Jateng Kini “Panen” Matahari

Juli 16, 2026
Ilustrasi bencana banjir dan tanah longsor.
Info

3.176 Bencana Sepanjang 2025: Indonesia Digempur Alam, Negara Masih Tertatih

Desember 30, 2025
Kondisi rumah-rumah warga di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut).
Info

Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?

Desember 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?