Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat

R. Izra
Last updated: Desember 26, 2025 8:23 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi demonstrasi warga Aceh meminta penetapan status bencana nasional, dengan mengibarkan bendera bulan bintag.
Ilustrasi demonstrasi warga Aceh meminta penetapan status bencana nasional, dengan mengibarkan bendera bulan bintag.
SHARE

BANDA ACEH – Warga Aceh benar-benar frustasi menghadapi bencana. Mereka gelar aksi demonstrasi meminta penetapan status bencana nasional.

Walhasil, Aceh lagi-lagi bergejolak. Setelah simbol bendera putih ramai dikibarkan, kini bendera Bulan Bintang ikut muncul di jalanan.

Kamis (25/12/2025), konvoi dan aksi massa terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Timur, sampai Aceh Utara.

Bacaaja: Pemerintah Keras Kepala Tak Mau Tetapin Status Bencana Nasional, Muhammadiyah Menggugat!
Bacaaja: Indonesia Tolak Bantuan Asing Bikin Negara-negara Arab Heran, Ada yang Ditutupin?

Aksi ini disebut sebagai luapan kekecewaan warga atas penanganan banjir bandang dan longsor yang belum maksimal. Tuntutannya satu: pemerintah pusat tetapkan Aceh sebagai bencana nasional.

Namun, yang terjadi di lapangan justru bikin situasi makin panas.

Di Lhokseumawe, massa yang mengibarkan Bulan Bintang di jalan nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Kecamatan Muara Dua, dibubarkan langsung oleh aparat TNI. Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Ali Imran turun langsung memimpin pembubaran.

Kelompok massa terlihat berdiri di pinggir jalan sambil membentangkan bendera yang identik dengan simbol GAM. Situasi sempat tegang sebelum akhirnya aparat menyita spanduk dan umbul-umbul.

Di tengah pembubaran, seorang pria yang diduga provokator ikut diamankan. Pria tersebut langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

Kericuhan juga terjadi di depan Kantor Bupati Aceh Utara. Massa kembali membentangkan spanduk tuntutan agar bencana Aceh dinaikkan statusnya jadi bencana nasional, tapi aksi itu kembali dibubarkan aparat bersenjata.

Malam harinya, beredar video kericuhan yang memperlihatkan bentrok aparat dengan warga. Dalam video itu, seorang warga tampak kepalanya berdarah. Aksi tersebut diduga terjadi saat sweeping TNI di Krueng Mane, Aceh Utara.

Respons keras datang dari LBH Banda Aceh. Direktur LBH Banda Aceh, Aulianda Wafisa, menyebut pembubaran aksi warga berlangsung represif dan berlebihan.

“Ini cuma ekspresi kekecewaan warga atas penanganan bencana. Tapi lagi-lagi yang dipakai pendekatan kekerasan,” kata Aulianda.

Ia menegaskan, tak ada alasan membubarkan aksi dengan cara keras, apalagi di tengah kondisi bencana.

“Bendera itu enggak bisa langsung diasosiasikan sebagai perlawanan politik. Banyak dari mereka bahkan bawa bantuan untuk korban,” ujarnya.

Menurut Aulianda, jika memang ada persoalan simbol atau keamanan, seharusnya diselesaikan secara persuasif, bukan dengan aparat bersenjata turun langsung ke hadapan massa.

“Kalau tentara berhadapan langsung dengan warga sipil, dialog enggak akan kejadian. Yang ada justru konfrontasi. Senjata pasti ambil peran, sementara warga cuma pegang tongkat dengan bendera,” tegasnya.

Bencana hidrometeorologi di Aceh sendiri terjadi sejak 26 November 2025. Dampaknya brutal:

  • 18 kabupaten/kota terdampak,
  • 503 orang meninggal,
  • 31 orang masih hilang,
  • dan 466 ribu warga mengungsi.

Akses ke banyak desa terputus, membuat penyaluran bantuan tersendat dan warga makin terisolasi.

Pemerintah Aceh sudah memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Tapi bagi sebagian warga, itu belum cukup. Mereka merasa situasi sudah terlalu parah untuk ditangani setengah-setengah.

Di tengah duka dan krisis, yang mereka minta cuma satu: negara hadir sepenuhnya, bukan malah membubarkan suara warga dengan senjata. (*)

You Might Also Like

Bandara A Yani Semarang Tambah Rute Surabaya, Terbang Makin Praktis Tanpa Ribet Transit!

Balik Lagi! Thaufan Hidayat Pilih Tetap Berseragam PSIS

Tas dari Tutup Botol hingga Kaos Sablon, Karya Buatan Napi Dipamerin di Kota Lama

Cetak 600 Kader Paralegal, PKK Jateng Bangun Garda Terdepan Perlindungan Perempuan dan Anak

Sekda Jateng: “Komplain Warga Itu Vitamin, Bukan Ancaman”

TAGGED:acehbencana nasionalbendera bulan bintangdemonstrasiheadlinewarga aceh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi bencana banjir. (grafis/wahyu) Aceh Terancam Krisis Pangan hingga 3 Tahun ke Depan, Dampak Bencana
Next Article Ilustrasi jembatan panjang membelah lautan. Melaka Ingin Bangun Jembatan Tembus Indonesia, Politisi Malaysia Langsung Ribut

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

LEPAS RS TERAPUNG - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati --rumah sakit terapung yang sekaligus mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT-- dari Cilegon menuju Flores, Kamis (20/8/2026) malam.

PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT

SIDANG KORUPSI--Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kanan) berdiri usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8/2026). (bae)

Bupati Fadia Ngaku Pernah Ditodong Rp1 M untuk Urus Kasus di Kejaksaan

PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)

Cerita Harianto, Usia 48 Tahun Masih Berburu Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026

PLN Icon Plus meraih penghargaan dalam Indonesia Cyber Security Summit 2026 – Financial Services Edition yang diselenggarakan Warta Ekonomi Group di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri

April 27, 2026
IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.
Info

Total 24 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Tanah Suci, Terbaru Calhaj dari Medan

Mei 14, 2026
Sirkular

Sampah Masih Cemari Lingkungan, DLHK Jateng Dorong Ekonomi Sirkular Hingga Tingkat Desa

Juli 16, 2025
Olahraga

Polda Jateng Tantang “Jagoan Tawuran”

Oktober 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?