Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri

Penjara seharusnya jadi tempat berhenti, bukan malah jadi “kantor baru”. Tapi di Semarang, cerita lama ini seperti diputar ulang: narkoba masih bisa dipesan dari dalam lapas. Yang bikin makin miris, kurirnya bukan orang jauh… tapi keluarga sendiri.

T. Budianto
Last updated: April 27, 2026 3:05 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BARANG BUKTI: Polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu yang akan diselundupkan ke Lapas Kelas I Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Peredaran narkoba dari dalam lapas di Semarang belum juga surut. Polda Jawa Tengah baru saja menggagalkan upaya penyelundupan sabu ke Lapas Kelas I Semarang.

Dua perempuan diamankan dalam kasus ini. Mirisnya, keduanya punya hubungan keluarga sebagai mertua dan menantu. Kasus ini terungkap dari laporan masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di sekitar area lapas.

Pada Kamis (24/4/2026) pagi, petugas menangkap seorang perempuan berinisial AP di parkiran Lapas Kedungpane. Saat digeledah, ditemukan sabu yang disembunyikan di telapak kaki kirinya.

Baca juga: Ketika “Seragam” Ikut Terseret Kasus Pabrik Narkoba

Tak hanya itu, petugas juga menemukan tujuh butir ekstasi. Modus penyembunyian ini diduga untuk mengelabui pemeriksaan. Dari pemeriksaan awal, AP mengaku hanya kurir. Ia disuruh oleh ibu mertuanya, ANF, untuk mengantar barang tersebut ke dalam lapas.

Sebagai imbalan, AP dijanjikan uang Rp1,5 juta. Paket itu rencananya diberikan ke seorang narapidana di dalam. Polisi kemudian mengembangkan kasus ini.

Berhasil Ditangkap

ANF berhasil ditangkap di rumahnya di wilayah Semarang Timur. Dari hasil interogasi, ANF mengaku sebagai penghubung dengan jaringan di dalam lapas. Ia juga yang memerintahkan pengiriman narkoba tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur menyebut, kasus ini jadi bukti peredaran narkoba dari lapas masih terjadi. “Modusnya cukup rapi, pelaku menyembunyikan narkotika di bagian tubuh untuk menghindari pemeriksaan,” kata Yos, Sabtu (25/4/2026).

Dari pengembangan, polisi juga menemukan dugaan keterlibatan narapidana di dalam lapas. Seorang napi berinisial AS disebut sebagai pihak yang memesan barang tersebut. ANF sendiri dijanjikan imbalan lebih besar. Ia disebut akan mendapat Rp7,5 juta dari aksi ini.

Baca juga: Sekali Jalan Rp200 Ribu, Risiko Seumur Hidup Bui

Polisi menegaskan kasus ini masih terus dikembangkan. Jaringan yang terlibat diduga lebih luas dari yang terungkap saat ini. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengingatkan peredaran narkoba kini makin beragam.

Bahkan, melibatkan hubungan keluarga. “Ini jadi pengingat agar masyarakat tidak tergiur iming-iming keuntungan sesaat,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Penjara dibuat untuk membatasi, tapi kalau pesanan masih bisa keluar-masuk, yang terbatas itu cuma ruangnya, bukan akalnya. Dan ketika bisnis haram sudah sampai melibatkan keluarga, mungkin yang perlu dipenjara bukan cuma pelakunya… tapi juga cara berpikirnya. (bae)

You Might Also Like

Kisah Haru Peserta SNC 2026 yang Ngotot Tampil Sampai Akhir

BMKG Keluarin Warning: 3 Daerah di Jateng Siaga Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

Satu Ton Garam Disemai untuk Modifikasi Cuaca, Hujan di Jateng Dialihkan ke Laut Utara

Solo Gaspol Health Tourism! Respati Pastikan Proses Take Over RS KEI Tanpa Drama

Fakta Jaringan Love Scamming di Semarang, Izin Tinggal 4 WNA China Kedaluwarsa

TAGGED:headlinekurir narkobalapas kedungpanepolda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pendapa Riuh, 569 Calhaj Purbalingga Siap Terbang Bareng
Next Article Peta jalur rel Kedungjati-Tuntang dan kolase foto kondisi stasiun era dulu. (ist) Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang Paling Mungkin Direalisasikan, Asalkan. . .

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. (ist)

Kantin Sekolah Masuk Panggung, Dapur MBG Siap Berbagi Peran

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Kelas BPJS Bakal Berganti, Soal Layanan Jadi Perbincangan Baru

Bensin Campur Bioetanol Segera Jalan, Mobil Perlu Khawatir Nggak?

Hafal Alquran Dapat Bonus Rp1 Juta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kayu gelondongan terbawa banjir bandang di Sumatera.
Info

Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

November 30, 2025
Politik

Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, PDIP: PBB Jangan Diam, Dunia Butuh Sikap Tegas!

April 5, 2026
Bos Sritex, Iwan Setiawan menunduk sambil menangis saat membaca pembelaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (27/4/2026). (bae)
Hukum

Bos Sritex Merengek di Depan Hakim Tipikor, Nangis Minta Dibebaskan

April 27, 2026
Info

Lurah Jangan Main-Main! Ada Jaga Desa, Salah Ketik Anggaran Bisa Ketahuan

Februari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bisnis Haram dari Balik Jeruji: Kurirnya Justru Keluarga Sendiri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?