Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Harianto, Usia 48 Tahun Masih Berburu Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cerita Harianto, Usia 48 Tahun Masih Berburu Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026

R. Izra
Last updated: Agustus 22, 2026 8:30 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)
PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Usia 48 tahun tak membuat Harianto berhenti mencari pekerjaan. Setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Semarang Utara itu kembali mendatangi Job Fair Hari Jadi Jawa Tengah untuk mencari kesempatan kerja baru.

Harianto bukan pencari kerja tanpa pengalaman. Ia telah menghabiskan sekitar 20 tahun bekerja di sejumlah industri, mulai dari farmasi, manufaktur hingga industri kimia. Pekerjaan terakhirnya di industri kimia bahkan telah dijalaninya selama 11 tahun sebelum akhirnya terkena PHK.

“Saya kemarin memang kena PHK. Dengan adanya job fair ini saya ingin mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan kembali,” kata Harianto, Jum’at (21/8/2026).

Bacaaja: Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala
Bacaaja: Ada 4.817 Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026, Jangan sampai Ketinggalan!

Tak ingin hanya mengandalkan pengalaman lama, Harianto juga memanfaatkan hampir setahun masa pencarian kerja untuk meningkatkan kemampuan. Ia mengikuti pelatihan digital marketing di BLK Kota Semarang dan dinyatakan kompeten dengan sertifikat dari BNSP.

Menurutnya, kemampuan baru itu menjadi bekal tambahan sembari mencari pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan pendidikannya.

Di job fair, Harianto mengikuti walk-in interview untuk posisi internal audit di PT Sido Muncul. Ia juga memasukkan lamaran untuk posisi supervisor QC dan supervisor QA di perusahaan lain.

Namun, ada satu hal yang masih menjadi kekhawatirannya, yakni batas usia dalam lowongan pekerjaan.

“Saya juga bingung. Usia itu sangat jadi masalah sebenarnya. Tapi saya tetap saja masukin,” ujarnya.

Harianto menilai pengalaman dan kemampuan semestinya menjadi pertimbangan utama dalam melihat seorang pencari kerja. Terlebih, dirinya masih memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sesuai dengan posisi yang dilamar.

Ia mengaku tetap optimistis meski harus bersaing dengan pencari kerja yang mayoritas berusia lebih muda.

“Saya sih optimis karena saya punya pengalaman yang cukup memadai dan pendidikan saya juga ada beberapa background teknik kimia dan teknik industri,” katanya.

Kepala Disnaker Jateng Ahmad Aziz mengatakan, Harianto bukan satu-satunya pencari kerja berusia matang yang mengikuti job fair.

Ia menyebut ada sekitar 10 hingga 20 pencari kerja berusia di atas 35 tahun yang datang. Sebagian di antaranya merupakan pekerja yang kontraknya telah berakhir maupun mereka yang ingin kembali bekerja setelah berhenti dari pekerjaan sebelumnya.

Menurut Aziz, tidak ada aturan ketenagakerjaan yang secara tegas menetapkan batas maksimal usia seseorang untuk bekerja. Namun, setiap perusahaan tetap memiliki kualifikasi masing-masing dalam proses rekrutmen.

Bahkan, kata dia, terdapat pencari kerja yang usianya sudah mencapai sekitar 50 tahun tetapi masih memiliki peluang bekerja ketika kualifikasinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Tidak ada kendala, tinggal nanti kualifikasinya dia terpenuhi apa tidak,” ujarnya.

Bagi Harianto, kesempatan tersebut menjadi alasan untuk tetap mencoba. Setelah puluhan tahun bekerja, ia kini harus kembali berhadapan dengan persaingan di pasar kerja.

Selain mencari pekerjaan tetap, selama masa menganggur ia juga mengambil sejumlah pekerjaan sambilan, mulai dari menjadi tim leader dalam kegiatan promosi hingga menjual produk digital. Namun, pekerjaan tetap masih menjadi target utamanya.

“Saya ingin bekerja di perusahaan yang terjamin,” katanya.

Job fair pun menjadi salah satu kesempatan yang tidak ingin dilewatkannya. Di tengah persaingan dengan pencari kerja yang lebih muda, Harianto memilih tetap datang, melamar, dan mencoba membuktikan bahwa pengalaman puluhan tahun masih bisa menjadi modal untuk kembali bekerja. (dul)

You Might Also Like

Peduli Kesehatan Mental, Respati akan Tambah Psikolog dan Upgrade Posyandu Plus di Solo

Miris! Sekolah Bilang ‘Masuk Angin’, Ternyata Siswa SD Wonogiri Diduga Tewas Dihajar di Kelas

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Sabung Ayam, Dikejar Petugas Nyebur ke Sungai Tiga Nyawa Melayang

TAGGED:batas usia pencari kerjajob fair jateng 2026lowongan kerjapencari kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PLN Icon Plus meraih penghargaan dalam Indonesia Cyber Security Summit 2026 – Financial Services Edition yang diselenggarakan Warta Ekonomi Group di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Jaga Keamanan Ekosistem Digital, PLN Icon Plus Raih Indonesia Cyber Security Summit 2026
Next Article SIDANG KORUPSI--Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kanan) berdiri usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8/2026). (bae) Bupati Fadia Ngaku Pernah Ditodong Rp1 M untuk Urus Kasus di Kejaksaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bidik Dugaan Pungli di Lapas Cibinong

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Bongkar Joki Skripsi di Banyak Kampus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025
Ilustrasi air keras.
Info

Aktivis KontraS Diteror Siram Air Keras, Begini Reaksi Kapolri

Maret 13, 2026
Sidang kasus korupsi Plaza Klaten digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/1/2026). (bae)
Hukum

Terdakwa Korupsi Plaza Klaten Ngaku Setor Rp1 Miliar untuk Urus Kasus di Kejaksaan

Januari 28, 2026
Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief (pegang mik) paparan tentang kerja-kerja advokasi organisasinya, Rabu (21/1/2026). (bae)
Hukum

Curhat LBH Semarang: Katanya Jateng Mau Jadi Lumbung Pangan, Kok Kriminalisasi Petani

Januari 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Harianto, Usia 48 Tahun Masih Berburu Lowongan Kerja di Job Fair Jateng 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?