Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Budai Award 2026 untuk Gus Yasin
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

T. Budianto
Last updated: Agustus 25, 2026 2:18 pm
By T. Budianto
6 Min Read
Share
TERIMA PENGHARGAAN: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima penghargaan Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (24/8/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (24/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif. Taj Yasin dinilai memiliki keteladanan yang selaras dengan nilai Budai, khususnya Birrul Walidain atau berbakti kepada orang tua serta Takrimul Aulad atau memuliakan anak.

Namun, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, enggan menganggap penghargaan itu sebagai capaian pribadi semata. Ia menyebut perjalanan pengabdiannya hingga saat ini tidak lepas dari dukungan banyak orang, termasuk keluarga yang selalu mendampinginya.

“Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” kata Taj Yasin. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Unissula yang selama ini konsisten memberikan penghargaan Budai kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dalam kehidupan akademik, kebangsaan, maupun kemasyarakatan.

Baca juga: Gus Yasin: Akhlak Tak Bisa Digantikan oleh AI

Menurut Gus Yasin, penghargaan tersebut juga menjadi pengingat untuk meneruskan nilai-nilai baik yang telah diwariskan para tokoh sebelumnya. Ia menilai para penerima Budai Award terdahulu telah meninggalkan fondasi yang perlu dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Kami mengikuti jejak-jejak beliau, melanjutkan apa yang sudah dipondasikan oleh beliau-beliau untuk membangun Jawa Tengah, terkhusus di dalam bidang keagamaan,” ujarnya.

Bagi Taj Yasin, pembangunan di bidang keagamaan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan dan kecerdasan intelektual, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter serta penguatan nilai keagamaan.

Ia juga menyinggung pentingnya prinsip rahmatan lil alamin atau rahmat bagi semesta alam dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pendidikan keagamaan seharusnya tidak membuat seseorang menjauh dari kelompok lain. Sebaliknya, nilai agama harus menjadi dasar untuk mengayomi, merangkul, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Gus Yasin berharap penghargaan tersebut tidak hanya berhenti sebagai simbol apresiasi. Ia ingin menjadikannya sebagai penyemangat untuk terus memperbaiki kekurangan dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Menurutnya, berbagai persoalan di Jawa Tengah tidak mungkin diselesaikan pemerintah seorang diri. “Kami juga akan merangkul semuanya untuk menjadi bagian pembangunan dan penanganan permasalahan yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Jadi Inspirasi

Sementara itu, Rektor Unissula Gunarto mengatakan Budai Award bukan sekadar penghargaan atas jabatan atau popularitas. Menurutnya, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki keteladanan dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Di tengah berbagai tantangan kepemimpinan, Unissula berupaya mendorong lahirnya generasi dengan karakter kuat melalui pengembangan budaya akademik Islami.

“Karakter unggul tidak sekadar diajarkan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, tetapi dilahirkan melalui kehidupan nyata di kebangsaan dan masyarakat,” ujar Gunarto.

Menurut Gunarto, Taj Yasin dinilai menunjukkan keteladanan dalam nilai Birrul Walidain dan Takrimul Aulad. Ia juga disebut meneruskan perjuangan sang ayah, almarhum KH Maimoen Zubair, dalam bidang keagamaan, pendidikan, pesantren, dan kebangsaan.

Gunarto menyinggung pesan yang pernah disampaikan KH Maimoen Zubair kepada putranya, yakni menjaga pesantren, menjaga negara, dan menjaga pemerintahan melalui kerja nyata.

Nilai Takrimul Aulad, menurut Gunarto, juga terlihat dari perhatian Taj Yasin terhadap pendidikan para santri. Salah satunya melalui upaya membuka akses beasiswa pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca juga: Gus Yasin Ingin Santri Jateng dan Malaysia Bertukar Ilmu

Perjalanan pendidikan Taj Yasin sendiri dinilai menjadi gambaran perpaduan antara tradisi pesantren dan pendidikan umum. Ia menempuh pendidikan hingga ke universitas di Damaskus, Suriah, tanpa meninggalkan akar tradisi keislaman yang melekat dalam kehidupannya.

Gunarto menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa generasi muda muslim dapat memiliki wawasan global sekaligus tetap berpijak pada nilai dan tradisi.

Dalam bidang kepemimpinan, Taj Yasin juga dinilai memiliki rekam jejak yang panjang. Mulai dari pengalaman memimpin organisasi kepemudaan, menjadi anggota DPRD Jawa Tengah pada usia 31 tahun, hingga dipercaya menjalani dua periode sebagai Wakil Gubernur Jateng.

Kontribusinya disebut menyentuh sejumlah sektor, mulai dari percepatan sertifikasi halal produk UMKM, pemberian insentif bagi guru keagamaan dan tenaga kependidikan nonformal, pengembangan ekonomi pesantren, hingga optimalisasi zakat ASN untuk membantu penyediaan rumah sehat dan hunian layak bagi masyarakat miskin.

“Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa hormat menganugerahkan Budai Award 2026 kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen,” kata Gunarto.

Dengan penghargaan tersebut, Taj Yasin masuk dalam deretan penerima Budai Award sebelumnya. Sejumlah tokoh yang pernah menerima penghargaan itu antara lain Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhammad Nuh, Imam Suprayogo, Ahmad Daroji, Abdul Jamil, hingga KH Maimoen Zubair.

Penghargaan memang biasanya hanya cukup dipegang oleh satu orang. Tapi perjalanan menuju panggung hampir selalu dibangun oleh banyak tangan. Dan Gus Yasin tampaknya memilih mengingat tangan-tangan itu, daripada sibuk menghitung berapa lama tepuk tangan terdengar. (tebe)

You Might Also Like

Cara Unik Posyandu Solo Rawat Kesehatan Mental Warga

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Semarang Turun, Pemkot Punya Jurus Baru

Penumpang Bandara Ahmad Yani Diprediksi Naik 5 Persen, Puncak Mudik 19 Maret

Kemenpora: Bonus SEA Games Tinggal Gas, Atlet Harap Sabar Dikit

Dokter Banyak, Tapi Belum Merata, Puskesmas Jateng Masih Ketimpangan

TAGGED:gus yasinpemprov jatengUNNISULA
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot
Next Article Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gowes Sambil Menikmati Hidden Gem Kaki Lawu, 600 Pesepeda Serbu Tour de Surakarta 2026

Mendagri Bongkar Celah Calo Haji, Biometrik Jadi Andalan

Kompolnas Sentil Polres Cilegon, 19 Siswa Kena Gas Air Mata

Rumah Dinas Jadi Markas Judol, DPR Soroti Disiplin TNI

Ketuk Pintu Langit, 550 Orang Minta Hujan di Banjarnegara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Pelajar SMA Lecehkan Bule Australia

Juni 27, 2026
Info

Saat Sekolah Nggak Lagi Aman, Negara Datang Setelah Duka

April 20, 2026
Daerah

Polda Jateng Warning: Demo Damai Silakan, Perusuh Siap Kena Gas!

September 1, 2025
Ekonomi

Super Air Jet Berbiaya Rendah Kini Terbang dari Ahmad Yani

Agustus 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Budai Award 2026 untuk Gus Yasin
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?