Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget

Pemilihan Gubernur Jateng masih tiga tahun lagi. Tapi Pemprov memilih tak menunggu waktu mepet. Mulai 2027, pemerintah akan menyisihkan anggaran sedikit demi sedikit agar biaya Pilgub 2029 tak langsung menguras kas daerah dalam satu tahun.

T. Budianto
Last updated: Agustus 1, 2026 7:56 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
DEBAT PILGUB: Pelaksanaan debat ketiga Pilgub Jateng 2024 di Muladi Dome, Undip, Tembalang, Banyumanik, Semarang. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng mulai menyiapkan “tabungan” khusus untuk membiayai Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029. Langkah itu diwujudkan melalui pembentukan dana cadangan yang akan mulai disisihkan secara bertahap sejak tahun 2027.

Tujuannya agar kebutuhan anggaran pesta demokrasi tidak membebani APBD sekaligus ketika tahun pemilihan tiba. Rencana tersebut mengemuka setelah DPRD Jateng menyetujui usul prakarsa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2029.

Sekda Jateng, Sumarno mengatakan, pembentukan dana cadangan merupakan mekanisme yang memang telah diatur dalam regulasi untuk mengantisipasi besarnya biaya penyelenggaraan pilkada.

Menurutnya, dana cadangan berbeda dengan belanja daerah pada umumnya karena masuk dalam pos pengeluaran pembiayaan, sehingga pembentukannya harus memiliki dasar hukum berupa peraturan daerah.

Baca juga: Dolfie Bisa Bikin PDIP Jateng Comeback? Begini Kata Pengamat Politik Adi Prayitno

“Kalau dana cadangan ini sebenarnya sistem penganggaran biasa saja. Yang membedakan, dana cadangan masuk dalam pengeluaran pembiayaan sehingga harus ada perda yang mengaturnya,” kata Sumarno usai mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Semarang, Kamis (30/7/2026).

Sumarno menjelaskan, pengalaman penyelenggaraan Pilkada 2024 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah. Saat itu, kebutuhan anggaran Pilgub Jawa Tengah mencapai hampir Rp1 triliun. Jika seluruh biaya dibebankan dalam satu tahun anggaran, kemampuan fiskal daerah akan tertekan dan berpotensi mengganggu berbagai program pembangunan.

“Karena itu, regulasi memperbolehkan kita menyisihkan anggaran setiap tahun, sehingga saat Pilkada dilaksanakan beban APBD tidak terlalu berat,” ujarnya.

Pemprov Jateng berencana mulai mengalokasikan dana cadangan pada 2027.

Sumber anggaran berasal dari APBD, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan besaran yang disesuaikan kemampuan fiskal hingga kebutuhan Pilgub 2029 terpenuhi secara bertahap.

Anggaran Besar

Menurut Sumarno, skema tersebut juga menjadi solusi agar pemerintah tidak perlu mencari anggaran besar secara mendadak ketika tahun pemilihan tiba. Ia menambahkan, masih ada sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Jateng yang pada Pilkada 2024 belum membentuk dana cadangan sehingga mengalami kesulitan menyediakan anggaran dalam waktu bersamaan.

“Banyak teman-teman pemerintah daerah yang mengabaikan dana cadangan. Saat pelaksanaan Pilkada kemarin mereka cukup kerepotan karena harus mengeluarkan anggaran besar sekaligus. Jangan sampai pengalaman itu terulang lagi,” katanya.

Karena itu, Pemprov juga akan mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota membentuk dana cadangan sesuai ketentuan agar pelaksanaan pilkada berikutnya tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Baca juga: PDIP Sragen Pasang Target Tinggi di 2029: Rebut Lagi Kursi Bupati, Borong 20 Kursi DPRD

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Jateng, Tietha Ernawati Suwarto menilai, pembentukan dana cadangan merupakan langkah strategis untuk memastikan pembiayaan Pilgub 2029 tersedia tanpa mengorbankan program pembangunan.

Berdasarkan evaluasi Komisi A DPRD Jateng, penyelenggaraan Pilgub 2024 membutuhkan anggaran sekitar Rp1 triliun. Dengan nilai sebesar itu, jika seluruh anggaran dialokasikan dalam satu tahun, ruang fiskal pemerintah daerah bisa menyusut dan berdampak pada pelayanan publik maupun pembangunan.

“Pembentukan dana cadangan memungkinkan pemerintah daerah menghimpun anggaran secara bertahap sesuai kemampuan fiskal,” ujar Tietha.

Ia menilai mekanisme tersebut tidak hanya menjamin ketersediaan anggaran untuk Pilgub 2029, tetapi juga menjaga agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa terganggu oleh besarnya biaya pesta demokrasi.

Kalau masyarakat diajari menabung untuk masa depan, ternyata pemerintah juga begitu. Bedanya, yang satu menabung buat kebutuhan keluarga, yang satu lagi menabung supaya pesta demokrasi nanti tidak bikin isi kas daerah ikut “pingsan”. (tebe)

You Might Also Like

KSPN Desak Kenaikan UMK 2026 Minimal 10 Persen

Bukan Gedung Tinggi atau Jalan Lebar, Ini Kekuatan Kota Semarang

Solo Gaspol Health Tourism! Respati Pastikan Proses Take Over RS KEI Tanpa Drama

Sugeng Kondur Ki Anom, Dalang Legendaris Anom Suroto Wafat

Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengpilgub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Jaga Identitas dan Dongkrak Ekonomi
Next Article KPR Perumahan di Jateng Tembus Rp4,96 Triliun, Nomor Satu di Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

ARMSD Ingatkan Giant Seawall Bisa Jadi Bumerang

Juni 19, 2026
Ekonomi

RPP Pengupahan Disebut Drakula, SPN “Birukan” Gubernuran

Desember 8, 2025
Ilustrasi rekening bank.
Unik

Sindikat ‘Satgas Perampasan Aset’ Bobol Rekening Dorman Rp 204 Miliar

September 25, 2025
Sepak Bola

Dikritik, Diragukan, Terus… Jadi Penentu Kemenangan

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pilgub Masih Lama, Jateng Mulai Nabung Biar APBD Nggak Kaget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?