Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Wisata dan Ekonomi Syariah Digenjot
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Wisata dan Ekonomi Syariah Digenjot

Kalau dulu ngomongin mesin ekonomi Jawa Tengah identiknya pabrik, industri, dan kawasan usaha, sekarang mulai ada “pemain baru” yang ikut naik panggung. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lagi serius melirik pariwisata dan ekonomi syariah buat jadi bahan bakar pertumbuhan ekonomi 2027. Bahasa simpelnya: orang liburan dan UMKM halal bakal ikut dorong dompet daerah makin tebal.

T. Budianto
Last updated: Mei 27, 2026 1:30 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KAWASAN KOTA LAMA: Sejumlah wisatawan mengunjungi Kawasan Kota Lama Semarang saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng resmi menyiapkan dua sektor baru sebagai andalan pertumbuhan ekonomi pada 2027, yakni pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, dua sektor itu disiapkan untuk mendongkrak target pertumbuhan ekonomi Jateng di kisaran 6 sampai 7,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89 persen di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” ujar Luthfi saat menghadiri Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5/2026).

Acara tersebut juga dihadiri Sekda Jateng Sumarno, jajaran Forkopimda, serta kepala daerah dari wilayah eks Karesidenan Pati atau yang dikenal dengan Jekuti-Banglor: Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora.

Baca juga: Enam Juta Orang Siap “Nyemut” di Tempat Wisata Jateng

Meski mulai melirik wisata dan ekonomi syariah, Pemprov Jateng tetap menegaskan sektor ketahanan pangan dan investasi masih jadi pondasi utama yang terus diperkuat sejak 2026. Namun di sisi lain, sektor pariwisata dianggap punya “tenaga tambahan” yang makin terasa dampaknya buat ekonomi daerah.

Data Pemprov mencatat, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tahun 2025 berada di angka 5,37 persen. Salah satu penyumbang paling ngebut datang dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sampai 10,60 persen.

Terus Naik

Kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah juga terus naik tiap tahun. Mulai dari 3,29 persen pada 2022, naik jadi 3,40 persen di 2023, lalu melonjak jadi 3,56 persen pada 2024, hingga mencapai 3,74 persen di tahun 2025.

Angka wisatawan juga ikut meroket. Pada 2022, jumlah kunjungan wisatawan di Jawa Tengah tercatat 46,6 juta orang. Tiga tahun kemudian, jumlah itu tembus 74,4 juta kunjungan atau naik hampir 60 persen.

Artinya satu: makin banyak orang datang ke Jateng, makin banyak juga uang yang muter di hotel, warung makan, UMKM, tempat wisata, sampai parkiran dadakan.

Baca juga: Pariwisata Jateng Naik Level, Komisi VII Kasih Standing Applause

Dalam forum Rembug Pembangunan itu, masing-masing daerah juga sudah dipasangi target wisata buat tahun depan. Kabupaten Kudus jadi yang paling ambisius dengan target sekitar 3,7 juta wisatawan.

Disusul Rembang hampir 3 juta wisatawan, lalu Jepara sekitar 2,4 juta kunjungan. Sementara Blora dan Pati masing-masing membidik sekitar 1,2 juta dan 1,1 juta wisatawan.

Selain itu, pengembangan desa wisata juga ikut digenjot. Kudus, Pati, Rembang, dan Blora sama-sama menargetkan pembentukan 30 desa wisata baru, sedangkan Jepara menargetkan tiga desa wisata tambahan.

Karena sekarang rumus ekonomi daerah mulai berubah. Bukan cuma soal berapa banyak asap pabrik yang keluar, tapi juga seberapa ramai orang upload story liburan di Jateng. (tebe)

You Might Also Like

Anak Badan Hangat Dikira Bahaya, Ternyata Tubuh Lagi Sibuk Bertahan

Ziarah ke Makam Kartini: Perempuan Nggak Cukup Pintar, Harus Punya Arah

Siap-Siap, Kemenhub Bilang 24 Desember Bakal Jadi Hari Paling Ramai Se-Indonesia

186 Napi Perempuan Semarang Dapat Remisi, Satu Langsung Bebas

Tiga Prajurit Gugur, DPR Pertanyakan Keefektifan BOP

TAGGED:ekonomi syariahheadlinepariwisata jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PDIP Jateng Bagikan Hewan Kurban hingga Tingkat Ranting
Next Article SERAHKAN HEWAN KURBAN - Sekretaris DPD PDIP Jateng secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban. (ist) PDIP Jateng Kurban 17 Sapi dan 20 Kambing, Sumanto: Kami Salurkan ke Berbagai Wilayah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Belajar Ikhlas Lewat Kurban

Pemkot Semarang Lagi Serius Soal Gotong Royong

GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.

Rata-rata Gaji Dosen Indonesia Rp3,36 Juta per Bulan, Lebih Gede Bayaran Pegawai MBG?

Juleha di Jateng Harus Bersertifikat

SERAHKAN HEWAN KURBAN - Sekretaris DPD PDIP Jateng secara simbolis menyerahkan hewan kurban kepada panitia kurban. (ist)

PDIP Jateng Kurban 17 Sapi dan 20 Kambing, Sumanto: Kami Salurkan ke Berbagai Wilayah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)
Info

Bikin Geram! Orang Tua Kritik SPPG, Siswa di Lampung Tak Dikasih Jatah MBG Seminggu

Januari 23, 2026
Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025
Hukum

Guru SLB Yogya Diparkir, Kasusnya Kini Bergulir Serius

Februari 20, 2026
Reaksi pemain timnas Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Sepak Bola

Italia: dari ‘Raja Dunia’ jadi Tim Semenjana, 3 Kali Beruntun Gagal Lolos ke Piala Dunia

April 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sektor Wisata dan Ekonomi Syariah Digenjot
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?