Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia

Lansia tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya terjebak kemacetan akibat konvoi massa perguruan silat di kawasan simpang empat Gerdu, Minggu (21/6/2026) dini hari.

Nugroho P.
Last updated: Juni 22, 2026 9:13 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi jenazah
SHARE

BACAAJA, KARANGANYAR – Perjalanan ambulans yang seharusnya menjadi harapan terakhir bagi Hadi Sukat (60), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, justru berubah menjadi kisah pilu. Lansia tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya terjebak kemacetan akibat konvoi massa perguruan silat di kawasan simpang empat Gerdu, Minggu (21/6/2026) dini hari.

Contents
Ditemukan Tergeletak di Dapur RumahAmbulans Sempat Sulit DidapatKonvoi Kembali Menghambat AmbulansPuskesmas Benarkan Korban Tiba dalam Kondisi MeninggalRelawan Sayangkan Minimnya Prioritas untuk AmbulansPolisi Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Korban awalnya hendak dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar dalam kondisi kritis. Namun perjalanan yang semestinya berlangsung cepat terhambat karena arus kendaraan yang padat akibat iring-iringan konvoi.

Ditemukan Tergeletak di Dapur Rumah

Relawan ambulans, Agung, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kabar darurat dari keluarga korban pada dini hari. Saat tiba di rumah, Hadi ditemukan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban disebut mengalami sesak napas hebat, tubuh dipenuhi keringat dingin, dan tergeletak di dapur rumah.

“Tergeletak di pawon (dapur) kondisi pun ngorok-ngorok, keringat ambrol,” ujar Agung, Senin (22/6/2026).

Mengetahui kondisi tersebut, Agung segera berupaya mencari ambulans untuk membawa korban mendapatkan pertolongan medis.

Ambulans Sempat Sulit Didapat

Upaya penyelamatan tidak langsung berjalan mulus. Saat Agung tiba di markas relawan, seluruh ambulans yang tersedia sedang bertugas menangani kejadian lain di wilayah Solo dan membantu penanganan kebakaran.

Beberapa saat kemudian, satu unit ambulans akhirnya kembali ke posko. Tanpa membuang waktu, Agung bersama sopir langsung menuju rumah korban.

Setelah Hadi berhasil dievakuasi, keluarga meminta agar pasien dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar karena memiliki riwayat diabetes dan rutin menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.

Konvoi Kembali Menghambat Ambulans

Perjalanan menuju rumah sakit kembali mengalami hambatan. Ambulans yang telah menyalakan lampu rotator dan sirine harus melambat ketika memasuki kawasan simpang empat Karangpandan.

Di lokasi itu, jalan dipenuhi rombongan konvoi sehingga laju kendaraan darurat nyaris berhenti.

Melihat kondisi pasien semakin kritis, sopir ambulans akhirnya mengubah tujuan perjalanan menuju Puskesmas Karangpandan yang jaraknya lebih dekat.

Namun harapan itu tidak berbuah hasil.

“Sesampainya di puskesmas sudah meninggal dunia,” tutur Agung.

Puskesmas Benarkan Korban Tiba dalam Kondisi Meninggal

Kepala Puskesmas Karangpandan, Wahyu Purwadi Rahmat, membenarkan pihaknya menerima pasien yang dibawa menggunakan ambulans relawan.

Namun ketika tiba di Instalasi Gawat Darurat, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Informasi dari yang di UGD, datang sudah keadaan meninggal dunia,” kata Wahyu.

Relawan Sayangkan Minimnya Prioritas untuk Ambulans

Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan dari kalangan relawan ambulans di Karanganyar.

Anggota Paguyuban Ambulans Kabupaten Karanganyar, Setiawan, menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat ruang untuk melintas karena membawa pasien dalam kondisi mengancam nyawa.

Menurutnya, sejak awal perjalanan lampu rotator dan sirine telah dinyalakan sebagai tanda keadaan darurat.

“Suara sirine sudah meraung-raung dengan keras seharusnya bisa dikondisikan. Ambulans sebagai kendaraan prioritas harus diberi jalan,” ujarnya.

Polisi Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan kepolisian sebelumnya telah melakukan koordinasi bersama panitia dan pengamanan internal perguruan silat sebelum kegiatan berlangsung.

Sebanyak sekitar 750 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya acara, termasuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik.

Meski demikian, ribuan peserta tetap melakukan konvoi di sepanjang Jalan Raya Solo–Tawangmangu sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Kapolres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Hadi Sukat atas kejadian kemarin. Kita juga akan melaksanakan beberapa evaluasi,” kata Arman.

Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas.

“Hendaknya setiap pengguna jalan atau siapa pun yang menggunakan jalan umum ketika melihat ambulans memberikan prioritas karena itu dalam keadaan darurat,” tegasnya. (*)

You Might Also Like

Syawal Datang, Puasa Enam Hari Bikin Nagih

Anak Batuk Pilek Apa Langsung Kasih Antibiotik?

Kompas Sudah Ada, Tinggal Jangan Jalan Sambil Merem

Soal MBG, Zulhas: Kalau Basi, Komplain Langsung ke SPPG, Nggak Usah Drama di Medsos

Jam Jaga Dipangkas, Dokter Magang Kini Punya Ruang Bernapas

TAGGED:ambulanskonvoi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi warga binaan dalam penjara. Drama Sel Mewah Lapas Blitar Belum Tamat, Tiga Petugas Dinonaktifkan Sementara
Next Article TABRAKAN--KA Harina menabrak truk boks yang terobos palang perlintasan kereta di Semarang, Senin (22/6/2026) sore. (ist) ‘Ciuman Kecil’ KA Harina untuk Truk Boks yang Nekat Terobos Palang di Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Fakta Kidal Bukan Sekadar Beda, Banyak Kejutan yang Jarang Disadari

TABRAKAN--KA Harina menabrak truk boks yang terobos palang perlintasan kereta di Semarang, Senin (22/6/2026) sore. (ist)

‘Ciuman Kecil’ KA Harina untuk Truk Boks yang Nekat Terobos Palang di Semarang

Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.

Drama Sel Mewah Lapas Blitar Belum Tamat, Tiga Petugas Dinonaktifkan Sementara

Selamatkan Pelajar Tenggelam, Polisi Ini Gugur Dapat Bonus Kenaikan Pangkat dari Kapolri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.
Info

Dewan Pers & IJTI Desak Istana Balikin Akses Liputan Jurnalis CNN: Hormati Kebebasan Pers!

September 29, 2025
Rektor SCU Semarang, Dr Ferdinandus Hindiarto.
Pendidikan

Membumikan Nilai-nilai Soegija, Rektor Ungkap Makna Rebranding Unika Soegijapranata Jadi SCU

Agustus 15, 2025
Ilustrasi Polri sedang melakukan patroli siber.
Daerah

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

September 3, 2025
Pendidikan

Sekolah Rakyat, Cara Jateng Lawan Kemiskinan

Oktober 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sirine Ambulans Tak Digubris Konvoi Pesilat, Lansia Meninggal Dunia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?