BACAAJA, SEMARANG – Buat yang seneng berburu raja buah alias durian dengan harga murah tapi kualitas ciamin, ada kabar baik nih.
Ada bazar durian keliling yang mangkal di depan Kantor Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Bukan cuma menawarkan harga yang ramah di kantong, bazar ini juga punya jurus andalan yang bikin pembeli makin tenang: garansi durian seumur hidup.
Jadi, kalau durian yang dibeli ternyata busuk atau kualitasnya nggak sesuai, pembeli bisa menukarnya dengan yang baru.
Bacaaja: Surga Durian Menoreh, Petiknya Langsung dari Pohon
Bacaaja: Durian Enak tapi Berisiko, Ini Kombinasi dan Kondisi Tubuh yang Harus Waspada
Penanggung jawab bazar, Yohanes (38), mengatakan bazar ini memang rutin keliling ke berbagai kota di Jawa Tengah. Satu lokasi biasanya dibuka sekitar seminggu, lalu pindah ke daerah lain.
“Setelah dari sini biasanya pindah ke Ambarawa, Ungaran, Salatiga, Temanggung, Kudus, Pati, sampai Rembang. Memang konsepnya keliling Jawa Tengah,” katanya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Yohanes, mereka sengaja memilih awal hingga pertengahan bulan karena biasanya daya beli masyarakat sedang bagus.
Stok melimpah, gak usah khawatir kehabisan
Meski durian dikenal sebagai buah musiman, Yohanes memastikan stok di bazar mereka tetap tersedia sepanjang tahun.
Caranya? Mereka mengambil pasokan dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau satu daerah sudah habis musimnya, kami ambil dari daerah lain. Bisa dari Bengkulu, Sumatra, Kalimantan, Bali, pokoknya bergantian,” jelasnya.
Untuk bazar di Ngaliyan kali ini, sebagian besar durian berasal dari Bengkulu. Saat musim panen lokal tiba, stok juga didatangkan dari Banjarnegara dan Wonosobo.
Harga duriannya pun cukup bervariasi. Durian reguler dibanderol mulai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per buah, tergantung ukuran. Sementara jenis premium seperti Montong atau Musang King dijual dengan harga yang lebih tinggi.
Sesekali, mereka juga mendapat durian spesial berdaging “pelangi” yang punya warna daging unik dan nilai jual lebih mahal.
Garansi bikin pembeli tenang
Yang paling menarik tentu soal garansinya. Kalau durian yang sudah dibelah ternyata busuk atau rasanya tidak sesuai, pembeli tinggal membawanya kembali. Nantinya akan diganti sesuai tingkat kerusakannya.
“Kami kasih garansi seumur hidup. Kalau dibelah ternyata tidak bagus atau ada bagian yang busuk, tinggal dibawa kembali dalam kondisi utuh, nanti kami ganti,” ujar Yohanes.
Antusiasme warga ternyata cukup tinggi. Dalam kondisi sepi saja, bazar ini bisa menjual sekitar 500 buah durian dalam empat hari, atau rata-rata 100 buah setiap hari.
Kalau lagi ramai atau viral, penjualannya bisa melonjak drastis hingga satu truk durian dalam sehari. Bahkan, dalam momen tertentu bisa mencapai tiga truk.
Salah satu pengunjung, Mahmud Bahruddin (27), mengaku sengaja datang karena menurutnya momen seperti ini tidak datang setiap hari.
“Kalau ada bazar begini saya biasanya datang. Harganya lebih murah, jadi sayang kalau dilewatkan,” katanya.
Menurut Mahmud, bazar seperti ini jadi kesempatan buat menikmati durian tanpa harus menunggu musim panen.
Dengan harga yang relatif terjangkau, stok yang selalu tersedia, dan garansi yang bikin pembeli makin percaya diri, bazar durian keliling di Ngaliyan sukses jadi magnet baru bagi para pecinta durian di Semarang. (dul)

