Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ratusan Guru PAUD Belajar Coding
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ratusan Guru PAUD Belajar Coding

Kalau selama ini coding identik dengan programmer dan anak SMK, sekarang ceritanya mulai berubah. Di Jateng, ratusan guru PAUD justru diajak belajar coding dan robotic.

T. Budianto
Last updated: Juni 4, 2026 11:17 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PELATIHAN CODING: Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin menghadiri pelatihan coding dan robotic yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (3/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sebanyak lebih dari 400 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai daerah di Jateng mengikuti pelatihan coding dan robotic yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan bertajuk Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) itu digagas oleh Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jateng dan Rumah Edukasi.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong dunia pendidikan anak usia dini agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi yang bergerak semakin cepat.

Bunda PAUD Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan pengenalan coding dan robotic sejak usia dini kini bukan lagi sekadar tren pendidikan, melainkan kebutuhan yang harus mulai direspons oleh sekolah dan tenaga pendidik.

“Targetnya pendidikan di Jawa Tengah harus beradaptasi, terintegrasi dengan teknologi. Tentunya implementasi ini bukan hanya sebuah pilihan, tapi merupakan kebutuhan,” ujarnya usai membuka kegiatan.

Menurut Nawal, pembelajaran berbasis teknologi dapat membantu anak mengembangkan pola pikir kritis, sistematis, sekaligus kreatif. Melalui aktivitas yang dikemas dalam bentuk permainan, anak-anak juga bisa belajar memecahkan masalah dan bekerja sama dengan teman-temannya.

Baca juga: Praktisi PAUD: Fungsi Eksekutif Anak Dibentuk dari Pengalaman Hidup

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya bicara soal teknologi. Ada pula penguatan pendidikan karakter yang dibawa dalam kegiatan tersebut. “Pada kegiatan hari ini kita tadi memiliki empat tagar, satu kerja sama, tidak dengan gawai, kemudian juga antiperundungan, dan bijak digital,” kata istri Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen itu.

Nawal menjelaskan, pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang pengintegrasian mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence ke dalam kurikulum pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Karena itu, para kepala sekolah dan guru yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menerapkan metode pembelajaran tersebut di sekolah masing-masing.

“Jadi harapannya nanti di setiap PAUD yang ada setelah kepala sekolah dan gurunya dilatih, ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak-anak perlu dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif sejak dini. Bukan sekadar menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi dan memanfaatkannya secara produktif.

Harus Adaptif

“Di era digital pada saat ini, anak-anak harus adaptif, dan dia juga harus menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang positif,” tegas Nawal. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari unplugged coding atau pemrograman tanpa komputer, koding berbasis matematika, pemecahan masalah logika, hingga praktik merakit robot sederhana.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, mengatakan pengenalan konsep berpikir komputasional memang perlu dilakukan sejak usia dini dengan metode yang sesuai perkembangan anak.

Menurutnya, pendekatan STEAM menjadi cara efektif untuk mengenalkan teknologi tanpa menghilangkan unsur bermain yang menjadi dunia anak-anak.

“Melalui pendekatan STEAM, kegiatan robotik dan coding tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini,” katanya.

Baca juga: PAUD Jateng Lagi Naik Daun, Anak-anak Makin Rajin Masuk Sekolah

Salah satu peserta pelatihan, Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang, Alim Sri Mardiyani, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Apalagi sekolahnya selama ini sudah mulai memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Kami sendiri sudah menggunakan teknologi, papan interaktif digital yang besar itu. Anak-anak jadi lebih tertarik kalau kami mengajar dengan video maupun games,” ujarnya.

Dulu anak PAUD ditanya cita-citanya ingin jadi dokter, guru, atau polisi. Sekarang mungkin ada yang menjawab ingin jadi pembuat robot. Yang penting bukan seberapa cepat mereka bisa membuat program, tetapi bagaimana mereka belajar berpikir, berkreasi, dan menggunakan teknologi dengan bijak.

Sebab di zaman sekarang, tantangannya bukan lagi siapa yang bisa memakai gawai, melainkan siapa yang mampu mengendalikan teknologi tanpa dikendalikan olehnya. (tebe)

You Might Also Like

Kafilah Jateng Siap Berlaga di MTQ Nasional 2026

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

Jateng Fair Kelar, Duit Rp5 Miliar Beredar di PRPP

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

Pendaftaran SMA Unggul Garuda Diperpanjang, Seminggu Lagi

TAGGED:disdik jatengguru paudpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article NILAI TUKAR RUPIAH - Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Terburuk Sepanjang Sejarah! Rupiah Makin Lemah, Jebol Rp18.000 per Dolar AS
Next Article Operasi Patuh 2026 Dimulai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini Kebakaran atau Pembakaran Ya?” Ganjar Usul 5 Langkah Tangani Bencana Karhutla di Indonesia

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol) sedang bekerja mengantar penumpang di tengah kepadatan arus lalu lintas kota.

Cerita dan Harapan Riyan, Ojol di Semarang yang Sambut Baik Revisi UU LLAJ

Akankah Kita Benar-Benar Kehabisan Udara Segar?

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

325 Bus Bawa 16 Ribu Perantau Jateng Pulang Kampung

Maret 16, 2026
Pendidikan

Undip Bantu UMKM Jabungan Tentukan Harga Jual Produk

November 11, 2025
Ekonomi

Lawan Pinjol Ilegal, Jateng Perkuat Literasi Keuangan Sampai Pelosok

Juni 20, 2026
Info

Campak Mulai “Ngintip”, Jateng Gas Imunisasi

Maret 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan Guru PAUD Belajar Coding
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?