Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya

Dari hitungan total, kerugian gabungan sektor pertanian, peternakan, dan infrastruktur pendukungnya nyentuh angka Rp4,1 miliar. Angka yang nggak kecil buat desa yang mengandalkan pertanian sebagai sumber hidup utama.

Nugroho P.
Last updated: November 24, 2025 8:52 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Kondisi longsor Banjarnegara
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Bencana longsor yang nyapu Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, ternyata nggak cuma bikin rumah-rumah rusak parah, tapi juga ngeremukin sektor pertanian yang dari dulu jadi tumpuan hidup warga. Banyak lahan berubah jadi hamparan lumpur tanpa bentuk.

Dari data lapangan, dampaknya bener-bener kerasa. Mulai dari sawah sampai kebun rempah, semuanya kena getahnya. Petani yang biasanya bangun pagi buat ngurus tanaman kini lebih banyak cuma bisa ngelamun ngadep tanah yang udah nggak utuh lagi.

Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara ngungkap kalau total kerusakan lahan cukup bikin nyesek. Ada 44 hektare lahan yang hilang bentuk, berisi tanaman padi, jagung, cabai, tomat, nilam, sampai kapulaga yang ikut ketimbun tanpa sisa.

Firman Adhi, Kepala Dinkanak, bilang kalau kerugian dari sektor pertanian doang udah mentok di angka Rp2,9 miliar. Dan itu belum ngitung kerusakan lain kayak infrastruktur pendukung, jaringan air, sampai sarana pertanian yang ikut ngikut roboh.

Nggak berhenti di situ, sektor peternakan juga kena hantam. Banyak warga kehilangan ternak favorit mereka—mulai dari sapi sampai kambing—karena ikut tertimbun material longsoran.

Totalnya, ada sekitar 30 sapi dan 250 kambing yang terdampak. Beberapa bisa diselametin, beberapa langsung dijual cepat, sisanya dititipin ke keluarga yang tinggal di desa lain biar tetap aman.

Kerugian dari sektor peternakan nyampe angka Rp640 juta. Angka itu bikin kepala makin puyeng karena posisi warga lagi butuh dana buat perbaikan sana-sini.

Sementara itu, asosiasi peternak di Banjarnegara gercep ngasih bantuan pakan, biar ternak yang tersisa tetap bisa makan dan nggak makin turun kondisinya.

Selain lahan dan ternak, longsor juga ngerusakin infrastruktur penting. Embung, pipa irigasi, jaringan air sekunder, sampe fasilitas pertanian lainnya ikut ancur. Nggak bisa dipakai sama sekali.

Parahnya lagi, irigasi utama yang biasanya nyuplai air buat lebih dari 20 hektare sawah sekarang tertutup total. Akhirnya banyak petani bingung karena tanpa aliran air, sawah mereka bisa gagal tanam musim depan.

Dari hitungan total, kerugian gabungan sektor pertanian, peternakan, dan infrastruktur pendukungnya nyentuh angka Rp4,1 miliar. Angka yang nggak kecil buat desa yang mengandalkan pertanian sebagai sumber hidup utama.

Firman Adhi menegaskan kalau kerugian itu masih perhitungan sementara. Bukan nggak mungkin angka naik kalau peninjauan lanjutan menunjukkan kerusakan tambahan yang belum ketahuan.

Meski begitu, warga tetap berusaha bangkit bareng-bareng. Ada yang mulai beresin lahan pelan-pelan, ada yang fokus nyelametin ternak sisa, ada juga yang dukung tetangga biar tetap kuat.

Desa Pandanarum saat ini masih butuh banyak dukungan, baik tenaga, bantuan logistik, maupun perhatian pemerintah biar proses pemulihan bisa cepet jalan. Tanpa itu, warga bakal makin kesusahan ngejar musim tanam berikutnya.

Para relawan dan tim gabungan juga masih standby di lokasi buat berjaga-jaga kalau kondisi tanah belum sepenuhnya stabil. Mereka juga bantu bersih-bersih area terdampak.

Sementara itu, beberapa warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian karena rumah mereka udah nggak memungkinkan buat ditempati lagi.

Harapan tetap ada. Warga percaya, selama saling rangkul dan nggak jalan sendiri-sendiri, Pandanarum bisa balik pulih dan bangkit lebih kuat dari sebelumnya.

Di balik semua kerusakan ini, solidaritas warga justru makin kelihatan. Mereka saling masak, saling bantu, dan saling nguatkan satu sama lain.

Sekarang, fokus utama adalah gimana caranya ngebalikin sistem pertanian biar ekonomi warga nggak mandek terlalu lama. Soalnya, sektor ini adalah denyut nadi ekonomi desa.

Walaupun tantangannya gede, semangat warga buat bangkit nggak kalah besar. Banyak yang bilang, “Sing penting dudu dewekan, kudu bareng-bareng.”

Bencana ini jadi pengingat kalau kondisi alam bisa berubah kapan aja, dan kesiapsiagaan adalah kunci biar dampak nggak makin parah.

Dengan dukungan yang tepat, harapan buat Pandanarum pulih secara perlahan bukan cuma angan-angan, tapi sesuatu yang bisa dicapai bareng oleh semua pihak yang terlibat.

Warga juga mendorong pemerintah daerah buat mempercepat perbaikan infrastruktur utama, terutama jalur air dan akses jalan yang penting untuk mobilitas.

Beberapa ahli pertanian juga turun lapangan buat ngecek kemungkinan lahan bisa diselamatkan, atau harus direstorasi total biar bisa dipakai lagi.

Setelah semuanya dihitung dan diolah, total kerugian dari longsor Pandanarum ditaksir menembus Rp4,1 miliar, gabungan dari rusaknya lahan pertanian, hilangnya ternak, sampai ancurannya irigasi.

Angka itu bukan akhir dari cerita, tapi titik awal buat nentuin langkah pemulihan supaya kehidupan warga bisa kembali normal.

Dengan semangat warga dan dukungan berbagai pihak, Pandanarum tetap punya kesempatan buat bangkit lebih tangguh dibanding sebelumnya. (*)

You Might Also Like

Warisan di Tengah Duka, Ikrar Raja Baru Bergema Lagi

3 Pekerja Sodetan Sungai Klawing Purbalingga Hilang Tersapu Banjir Bandang, 3 Lainnya Selamat

Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital

DPR: Mudik 2026 Jangan Jadi Ajang Uji Nyali

Waduh! Polisi Intensif Patroli Siber, Omonganmu Pesan Burjo Lewat WA Pun Kini Bisa Diawasi

TAGGED:banjarnegarakerugiankerugian longsorlongsor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wakil Ketua DPRD Jateng M Saleh bersama sejumlah perangkat desa. Wakil Ketua DPRD Jateng Gelar Turnamen Sepak Bola Perangkat Desa
Next Article Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Agustina Jenguk Korban Rumah Roboh, Janjikan Pendidikan Anak

November 1, 2025
Gedung DPRD Solo luluh lantak dilalap si jago merah. Gedung DPRD Solo dibakar massa pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.
Daerah

Tengah Malam Mencekam! Massa Jarah dan Bakar Gedung DPRD Solo

Agustus 30, 2025
Daerah

Kas Semarang Aman, Target Hampir Kesentuh

Januari 20, 2026
BNN Jateng sosialisasi pencegahan peredaran narkotika di hadapan warga Perumahan Grand Tembalang Regency RT2/RW6, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Minggu (24/8/2025) pagi.
Daerah

BNN Jateng Bilang Kehadiran Orangtua Kunci Cegah Anak-anak Terpapar Narkotika

Agustus 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?