Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 19 Perenang Sebrangi Selat Madura, Galang Donasi Rp1 Miliar untuk Warga Timbulsuko Demak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

19 Perenang Sebrangi Selat Madura, Galang Donasi Rp1 Miliar untuk Warga Timbulsuko Demak

R. Izra
Last updated: November 2, 2026 8:42 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
GALANG DONASI - 19 perenang menyebrangi Selat Madura dalam aksi bertajuk 'Xtreme Impact 2026 - Madura Strait Open Water Challenge' dari Kamal, Madura, menuju Surabaya, Minggu (1/11/2026) pagi. Aksi ini bertujuan menggalang donasi Rp1 miliar untuk warga Timbulsuko, Demak, yang terancam kehilangan kampung mereka karena rob dan abrasi. (Dok Pribadi)
GALANG DONASI - 19 perenang menyebrangi Selat Madura dalam aksi bertajuk 'Xtreme Impact 2026 - Madura Strait Open Water Challenge' dari Kamal, Madura, menuju Surabaya, Minggu (1/11/2026) pagi. Aksi ini bertujuan menggalang donasi Rp1 miliar untuk warga Timbulsuko, Demak, yang terancam kehilangan kampung mereka karena rob dan abrasi. (Dok Pribadi)
SHARE

BACAAJA, SURABAYA – 19 perenang menuntaskan tantangan menyeberangi Selat Madura demi mengumpulkan donasi Rp1 miliar untuk warga pesisir di Timbulsuko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Misi mulia untuk warga pesisir Demak itu dilakukan ke-19 perenang dengan start dari Kamal, Madura, menuju Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu (1/11/2026).

Aksi bertajuk Xtreme Impact 2026 – Madura Strait Open Water Challenge ini menjadikan olahraga sebagai cara untuk menggalang solidaritas bagi masyarakat pesisir.

Kondisi warga Timbulsloko memang memprihatinkan. Warga terus berjuang menghadapi abrasi dan banjir rob. Kampung mereka terancam tenggelam, hilang ditelan lautan.

Bacaaja: Cerita Mak Jah Bertahan di Tengah Laut, Rumah Apung untuk Terus Jaga Mangrove Sayung
Bacaaja: Pantura Mulai Tenggelam, Sastra Pertunjukan Harus Menyuarakan Persoalan Krisis Lingkungan

Jumlah keluarga yang masih bertahan di wilayah tersebut kini sekitar 90 kepala keluarga (KK), turun dari sekitar 170 KK pada 2020.

Mereka bukan cuma kehilangan daratan akibat abrasi dan rob. Akses air bersih, sanitasi, serta mata pencaharian juga ikut terdampak.

Perwakilan pendamping masyarakat pesisir Demak, Masnuah, mengatakan warga masih ingin bertahan di tanah leluhur mereka.

“Mereka masih tetap bisa hidup di tanah leluhurnya, masih bisa ziarah di makam leluhurnya, masih bisa mewariskan kehidupan untuk anak cucunya kelak,” ujar perempuan yang akrab disapa Nuah tersebut.

Ia juga menyebut warga kini hanya mengandalkan satu sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Namun, debit airnya mulai berkurang. Bahkan, anak-anak sudah kehilangan tempat bermain karena daratan semakin tergerus.

Target Donasi Rp1 Miliar

Melalui Xtreme Impact 2026, penyelenggara menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Timbulsloko.

Program yang disiapkan meliputi penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman untuk tempat berkumpul dan berlindung sementara, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak.

Program Omah Iwak diharapkan bisa memperkuat ekonomi kelompok perempuan pesisir. Jadi, bantuan yang dikumpulkan tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung penghidupan warga.

Penggagas Xtreme Impact 2026, Arto Biantoro, mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan untuk melakukan sesuatu secara nyata bagi masyarakat pesisir.

“Daripada kita mengeluh dan komplain terhadap banyak hal, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu, menjadi sebuah suara bagi sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa,” katanya.

Para perenang menjalani persiapan sekitar dua bulan, termasuk latihan di kolam dan laut terbuka. Mereka juga mengikuti latihan bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Dikawal Personel Kopaska

Tantangan menyeberangi selat tentu membutuhkan persiapan dan pengamanan khusus. Dalam kegiatan ini, TNI Angkatan Laut melalui Koarmada II melibatkan 19 personel tim Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Panglima Koarmada II I Gung Putu Alit Jaya menyebut kolaborasi tersebut membuat kegiatan berjalan aman dan lancar. Ia berharap kerja sama serupa bisa berlanjut pada kesempatan berikutnya.

Salah satu peserta, Jimmy Sutrisno, mengaku baru pertama kali mengikuti tantangan renang jarak jauh seperti ini. Ia mempersiapkan diri selama sekitar sepuluh minggu. Namun, motivasinya bukan sekadar menguji kemampuan fisik.

“Kita berharap masyarakat di Desa Timbulsloko bisa terbantu lah. Kan ini kita mengumpulkan uang,” ujar Jimmy.

Tak Berhenti pada Tantangan Renang

Xtreme Impact 2026 juga menyiapkan rangkaian kegiatan lain. Setelah penyeberangan, penyelenggara menggelar diskusi kemaritiman yang diikuti 105 mahasiswa dari Madura, Jakarta, dan Surabaya.

Selain itu, operasi katarak gratis dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026 bekerja sama dengan TNI AL dalam rangka memperingati Hari Armada.

Perwakilan Xtreme Impact, Richard Robot, berharap kolaborasi tersebut bisa terus berlanjut setiap tahun melalui berbagai kegiatan sosial.

Lewat aksi ini, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa olahraga bisa menjadi ruang untuk membangun kepedulian. Sebab, perjuangan warga Timbulsloko menghadapi abrasi dan rob bukan hanya persoalan satu desa, tetapi juga isu kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama. (*)

You Might Also Like

Suyudi Langsung Rombak Polri, 19 Kapolda Berganti: Ini Daftar Lengkapnya

Bukti MBG Dikelola Serampangan? Anak SD Kalbar Keracunan setelah Santap Menu Hiu Goreng

Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker

Viral! Pegawai Ditjen Pajak Kirim Surat ke Istana Minta Prabowo-Gibran dan Purbaya Mundur

Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

TAGGED:demakheadlinepesisirrenangrobselat maduratimbulsukoXtreme Impact 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi Merangkul Generasi Muda, Membangun Pemolisian Masa Depan
Next Article Bonus Atlet Semarang Tembus Rp65 Juta per Emas, Total Anggaran Rp25,49 Miliar!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tombak Pusaka Bukan Pajangan! Ngawi Punya Cara Merawat Ingatan Leluhur

Debut di Porprov, Atlet Muda Xiangqi Jateng Siap Naik Kelas

PSIS Gagal Menang di Jatidiri, Iswar Aminuddin: Jangan Patah Semangat, Mahesa Jenar!

PSIS Mandul Empat Laga, Widodo C Putro Kecewa Berat

Resmi! Polisi Dilarang Pakai Vape, Kapolri Keluarkan Aturan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DEMO DAPAT SERATUS - Emak-emak yang ikut demo dukung MBG mengaku dibayar seratus (Rp100.000), wajan, dan konsumsi yang dibagikan di lokasi aksi, di Monas.
Info

Pengakuan Emak-emak Massa Bayaran Demo Dukung MBG: Dapat Uang Jajan, Seratus

Juni 23, 2026
Ilustrasi amunisi TNI.
Unik

Ledakan Amunisi Garut Bukan Pertama, Berikut Insiden Serupa yang Telan Korban di Indonesia

Mei 14, 2025
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof. Dr. Suharnomo. (ist)
Pendidikan

Undip Bukan Kaleng-kaleng, Kampus Nomor 4 Terbaik Nasional Versi EduRank 2026

Maret 27, 2026
Info

Dapur Ngebul, Perut Aman: Relawan Pekalongan Masak Ribuan Porsi

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 19 Perenang Sebrangi Selat Madura, Galang Donasi Rp1 Miliar untuk Warga Timbulsuko Demak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?