BACAAJA, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi prihatin atas kabar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/10/2026).
Meski demikian, Luthfi mengingatkan agar semua pihak menunggu keterangan resmi dari KPK sebelum menyimpulkan perkara tersebut.
“Saya sangat prihatin sekali kalau memang itu benar, karena ini belum ada pernyataan resmi dari KPK, dari penyidik,” kata Luthfi saat ditemui di Gedung Gradhika, Kota Semarang, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, penegakan hukum harus berlandaskan bukti dan berlaku bagi siapa pun. Ia menegaskan, integritas pemerintahan bermula dari kepemimpinan dan tanggung jawab setiap individu, bukan semata-mata jabatan atau institusi.
Bacaaja: Jateng Juara Korupsi 2026! Lima Bupati Terjaring OTT KPK
Bacaaja: 5 Bupati Jateng Terjaring OTT KPK, Luthfi: Apa Lagi yang Kurang?
“Integritas dalam langkah clean and good government adalah personal leadership. Artinya orang, bukan institusi, bukan bupati, bukan gubernur, bukan kepala dinas,” ujarnya.
Luthfi juga menghormati proses penyidikan yang dilakukan KPK. Ia berharap kasus tersebut, apabila terbukti, menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara pemerintahan untuk menjaga integritas dan mencegah praktik korupsi.
“Kita tunggu hasil penyidikannya diumumkan secara resmi. Tentunya ini menjadi pelajaran yang berulang-ulang untuk kita menciptakan clean and good government di wilayah kita,” katanya.
Di sisi lain, Luthfi memastikan pelayanan publik di Kabupaten Klaten tetap berjalan, termasuk pelayanan kesehatan dan pemerintahan. Menurutnya, roda pemerintahan masih ditopang oleh perangkat daerah, sekretaris daerah, serta wakil bupati.
“Pelayanan tetap berjalan. Tidak ada penegakan hukum yang mengganggu pelayanan-pelayanan kesehatan maupun pemerintahan di wilayah kita,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila nantinya ada penetapan hukum terhadap pihak terkait, proses pemerintahan akan tetap berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Sebagai informasi, kabar dugaan OTT terhadap Hamenang mencuat pada Kamis (15/10/2026). Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari KPK mengenai operasi tersebut, termasuk status Hamenang dan perkara yang sedang diselidiki. (dul)

