Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Punya Tarian Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Semarang Punya Tarian Baru

Semarang bukan cuma punya lunpia, Lawang Sewu, dan Dugderan. Kini ada satu lagi yang mau dijadikan identitas kota: Tari Dug Dug Der. Uniknya, tarian ini bukan sekadar soal gerakan, tapi membawa pesan bahwa beda-beda tetap bisa bergerak dalam satu irama.

T. Budianto
Last updated: Agustus 9, 2026 8:28 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TARI DUGDUGDER: Para penari Dug Dug Der tampil kompak mengenakan busana bernuansa merah dan putih dengan sentuhan motif tradisional, sebagai bagian dari pertunjukan seni dan budaya di Sekretariat Daerah Kota Semarang, kemarin. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kota Semarang punya cara baru buat merayakan keberagamannya. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, memperkenalkan Tari Dug Dug Der sebagai karya budaya yang diharapkan menjadi identitas lokal sekaligus simbol kebersamaan warga.

Nama “Dug Dug Der” tentu nggak muncul dari ruang kosong. Tarian tersebut mengambil inspirasi dari tradisi tahunan Dugderan yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya Semarang dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Menurut Agustina, Semarang sejak awal memang tumbuh dari perjumpaan banyak budaya, etnis, agama, dan tradisi. Karena itu, nilai keberagaman tersebut coba diterjemahkan lewat gerakan tari. “Kota Semarang berdiri di atas keberagaman. Perbedaan bukan sesuatu yang memisahkan, tetapi kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.

Baca juga: Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya

Tari Dug Dug Der juga dirancang supaya nggak eksklusif. Gerakannya dibuat mudah dipelajari dan bisa dimainkan siapa saja, mulai anak sekolah, komunitas seni, sampai masyarakat umum.

Jadi, bukan tarian yang cuma bagus ditonton lalu selesai. Pemkot Semarang ingin tarian ini benar-benar hidup di tengah masyarakat. “Budaya hanya akan tetap hidup apabila terus diwariskan dan dipraktikkan masyarakatnya,” kata Agustina.

Buat Agustina, urusan budaya juga nggak bisa dipisahkan dari pembangunan kota. Semarang yang maju bukan cuma soal jalan mulus, gedung tinggi, atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal warganya masih punya rasa persaudaraan.

Tanpa Sekat

Ketika orang dari latar belakang berbeda bisa menari bersama tanpa sekat, menurutnya, di situlah wajah Semarang yang sebenarnya terlihat: rukun, terbuka, dan menghargai perbedaan. Nggak berhenti di perkenalan, Pemkot Semarang langsung menyiapkan panggung besar untuk Tari Dug Dug Der.

Festival Tari Dug Dug Der Semarang 2026 akan digelar Minggu (9/8/2026), mulai pukul 06.00 WIB di Lapangan Pancasila Simpang Lima. Targetnya bukan kaleng-kaleng: sekitar 25 ribu penari bakal dilibatkan.

Pemilihan Simpang Lima juga punya pesan tersendiri. Sebagai salah satu ruang publik utama Semarang, kawasan ini dianggap cocok untuk memperlihatkan semangat persatuan dalam satu gerakan.

Baca juga: Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Festival tersebut sekaligus diharapkan memperkuat Dugderan sebagai ikon budaya Semarang dan mendongkrak pariwisata berbasis budaya. Agustina pun mengajak warga datang bersama keluarga, teman, maupun tetangga.

Di zaman ketika perbedaan sering bikin orang gampang ribut, Semarang malah mengajak warganya melakukan hal sebaliknya: bergerak bareng. Besok Minggu, 25 ribu orang bakal “dug dug der” dalam satu irama. Semoga setelah musik berhenti, semangat rukun dan gotong royongnya nggak ikut selesai. (tebe)

You Might Also Like

Bripda Rio Ikuti Jejak Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia, Brimob Aceh Murka

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Rumah Rampasan Koruptor Bank BJB Agus Hartono Laku Rp4,9 Miliar

Gubernur Salurkan Empat Ton Zakat Fitrah di Malam Takbiran

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangtari dugdugder
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Buka Jalan ke Panggung Dunia
Next Article Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang

Sebelas Armada Trans Semarang Dicek Satu-satu

Semarang Punya Tarian Baru

Semarang Buka Jalan ke Panggung Dunia

Jateng Intip Peluang di IKN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Guru di Probolinggo Dipenjara Gara-gara Gaji Dobel, Pakar: Salah Administrasi, Bukan Korupsi

Februari 20, 2026
Nasional

Setelah Drama Panjang, PWI Akhirnya “Unblock” di Kemenkumham

September 12, 2025
Daerah

Pemprov Jateng Percepat Sertifikasi Dapur MBG, Keamanan Pangan Tetap Nomor Satu!

Oktober 11, 2025
Ilustrasi kayu gelondongan terbawa banjir bandang di Sumatera.
Info

Masinton Blak-blakan, Akui Ribuan Kayu Gelondongan Hasil Pembalakan Liar

Desember 2, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Punya Tarian Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?