Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus

Pria berinisial BSN (33) kini resmi berstatus tersangka setelah diduga merekam bagian bawah rok seorang Sales Promotion Girl (SPG) di sebuah swalayan di Kota Solo.

Nugroho P.
Last updated: Juni 25, 2026 10:10 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi korban yang dilakukan oleh oknum guru.
SHARE

BACAAJA, SUKOHARJO – Kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum guru sekolah dasar asal Sukoharjo terus menjadi perhatian publik. Pria berinisial BSN (33) kini resmi berstatus tersangka setelah diduga merekam bagian bawah rok seorang Sales Promotion Girl (SPG) di sebuah swalayan di Kota Solo.

Di balik kasus tersebut, polisi mengungkap alasan yang diakui pelaku saat menjalani pemeriksaan. Dari keterangannya, BSN mengaku terpengaruh oleh konten pornografi yang sering ditontonnya melalui internet.

Temuan itu disampaikan jajaran Polresta Solo saat menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Kasat Res-PPA PPO Polresta Solo, Kompol Ratna Karlinasari, menjelaskan bahwa pelaku mengaku kerap mengakses film dewasa dan berbagai konten serupa yang beredar di media sosial.

Menurut hasil pemeriksaan, dari situlah muncul keinginan pelaku untuk meniru adegan yang pernah dilihatnya.

Polisi menyebut pelaku mengaku sering menemukan video dengan tema serupa yang menampilkan pengambilan gambar secara diam-diam terhadap perempuan yang mengenakan rok.

Kebiasaan mengonsumsi konten tersebut disebut memunculkan dorongan bagi pelaku untuk melakukan tindakan yang sama di dunia nyata.

Kesempatan itu muncul ketika pelaku berada di sebuah swalayan dan melihat seorang SPG yang sedang bekerja mengenakan rok.

Saat itu korban tengah menjalankan tugas seperti biasa di area penjualan produk.

Menurut penyidik, pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan aksinya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu siang, sekitar pukul 14.30 WIB.

Korban saat itu sedang menghitung dan menata barang dagangan di stan tempatnya bekerja.

Di saat bersamaan, pelaku diduga mendekat lalu mengarahkan telepon genggamnya ke bagian bawah rok korban untuk merekam secara diam-diam.

Aksi tersebut ternyata tidak luput dari perhatian pengunjung lain yang berada di sekitar lokasi.

Saksi yang melihat kejadian itu kemudian memberitahukan kepada korban mengenai tindakan mencurigakan yang dilakukan pelaku.

Mendapat informasi tersebut, korban langsung mencoba memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Pengecekan kemudian dilakukan, termasuk melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di area swalayan.

Dari hasil penelusuran itulah dugaan pelecehan tersebut semakin menguat hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kasus itu kemudian ditangani Polresta Solo untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain rekaman CCTV, pakaian yang digunakan korban dan pelaku saat kejadian, serta telepon genggam milik tersangka.

Dari hasil penyidikan, polisi akhirnya menetapkan BSN sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Meski status tersangka telah disematkan, penyidik memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap pelaku.

Keputusan itu diambil karena ancaman hukuman yang dikenakan dalam perkara tersebut berada di bawah lima tahun penjara.

Penyidik menegaskan bahwa tidak ditahannya tersangka bukan berarti proses hukum dihentikan.

Seluruh tahapan penyidikan tetap berjalan sesuai ketentuan hingga berkas perkara dinyatakan lengkap.

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasal yang berkaitan dengan tindak pidana kekerasan seksual serta ketentuan dalam KUHP yang berlaku.

Sementara itu, dampak yang dialami korban disebut tidak hanya sebatas rasa tidak nyaman sesaat.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, korban mengalami trauma setelah kejadian tersebut.

Korban juga disebut kehilangan rasa percaya diri akibat peristiwa yang dialaminya di tempat kerja.

Bahkan, kejadian itu disebut berdampak pada pekerjaan korban yang akhirnya ikut terdampak setelah kasus mencuat.

Kuasa hukum korban, Kevin Ardya Primatama, mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan keputusan penyidik yang tidak melakukan penahanan terhadap tersangka.

Menurutnya, langkah tersebut memang sesuai dengan aturan hukum acara pidana yang berlaku saat ini.

Kini, perhatian tertuju pada proses hukum yang masih berjalan. Polisi memastikan seluruh rangkaian penyidikan akan terus dilanjutkan hingga kasus tersebut memperoleh kepastian hukum melalui mekanisme yang berlaku. (*)

You Might Also Like

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK

Gerobak Pinggir Jalan Hancur, Disikat Mobil MBG Owi Pulang Tinggalkan Anak Masih Balita

Jelang Ramadan Polda Jateng Gelar Operasi Lalu Lintas: Ini Cara Bedakan Surat Tilang Asli dan Palsu

TAGGED:gurumerekamspg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Pembukaan Seleksi CASN 2026, Pemprov: Jangan Percaya Calo Berkedok Orang Dalam
Next Article Ilustrasi dapur MBG. Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Takut Kasus Geotermal Dieng Terulang di Gunung Ungaran

CEK KESEHATAN RUTIN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah mendorong seluruh personel untuk mengenali kondisi tubuh melalui pelaksanaan Daily Health Checking. Pemeriksaan rutin kesehatan ini dilakukan bagi personel sebelum memulai aktivitas kerja.

PLN Icon Plus Dorong Penerapan Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

AKSI DI GUBERNURAN--Warga yang melakukan aksi jalan kaki dari Gedong Songo membaur dengan massa aksi Jateng Guyub di depan Gubernuran, Semarang, Kamis (24/9/2026). (bae)

Jalan Kaki dari Gedong Songo, Warga Suarakan Penolakan Geotermal di Gubernuran

Tujuh Kafilah Semarang Dapat Hadiah Umrah dari Wali Kota

Belajar Disiplin, Warga Binaan Lapas Purwodadi Jadi Petugas Upacara

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Dikabarkan Menghilang dari Rutan Jelang Lebaran, Simak Fakta Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Maret 22, 2026
Hukum

Sopir Program MBG Kejebak Sabu, Warga Depok Ikut Geger

Mei 12, 2026
Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Semarang berdiri megah di Jalan Suratmo Semarang. (bae)
Hukum

Berkas Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Masuk Tipikor Semarang

Juli 16, 2026
SIDANG TUNTUTAN--Terdakwa Sudewo Bupati Pati (kemeja ungu) mengikuti sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (21/9/2026). (bae)
Hukum

BREAKING NEWS: Bupati Pati Sudewo Dituntut 8,5 Tahun dan Bayar UP Rp3,6 Miliar

September 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?