Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?

R. Izra
Last updated: April 24, 2026 4:17 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Keluarga korban penembakan didampingi kuasa hukumnya, Zainal Petir, memberi pernyataan usai mendengar sidang tuntutan terdakwa Robig Zaenudin di PN Semarang, Selasa (872025). (bae)
Keluarga korban penembakan didampingi kuasa hukumnya, Zainal Petir, memberi pernyataan usai mendengar sidang tuntutan terdakwa Robig Zaenudin di PN Semarang, Selasa (872025). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Nama Robig Zaenudin kembali jadi sorotan. Eks-polisi penembak siswa SMKN 4 Semarang, Gamma Rizkynata Oktavandy, itu kini dikaitkan dengan dugaan pengendalian narkoba dari dalam lapas.

Isu ini langsung memancing reaksi Zainal Abidin Petir selaku kuasa hukum keluarga almarhum Gamma yang ditembak Robig. Zainal mengungkit pertanyaan lama yang belum terjawab.

“Kenapa kok seolah-olah Robig itu sejak awal dilindungi? Saya curiga,” ucap Petir, Jumat (24/4/2026).

Bacaaja: Kecurigaan Publik Terbukti! Aipda Robig Pembunuh Gamma Simpul Jaringan Sabu-sabu
Bacaaja: Robig Polisi Pembunuh Siswa SMK Kendalikan Peredaran Sabu, Dipindah ke Nusakambangan

Ia menyinggung kondisi Robig saat kejadian penembakan. Dari video yang beredar, kata dia, gerak-gerik Robig terlihat tidak normal seperti sedang dalam pengaruh narkoba.

Saat kasus penembakan itu, Robig merupakan polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) yang bertugas di Satresnarkoba Polrestabes Semarang.

Lebih lanjut, Petir menduga ada kemungkinan Robig terkait jaringan tertentu. Ia menyebut istilah “piaraan jaringan” sebagai dugaan yang perlu ditelusuri.

“Jangan-jangan dia piaraan. Piaraane jaringan. Bisa aja kan. Sehingga bisa menghasilkan banyak uang,” terkanya.

Kecurigaan itu makin menguat setelah muncul kabar dugaan pengendalian narkoba. Petir mengaku sudah lama mendengar isu tersebut dari dalam lapas. Kebetulan Petir sering ke lapas karena ada kliennya yang ditahan di sana.

Bahkan, informasi yang ia dengar menyebut angka besar. Robig diduga terlibat pengendalian narkoba hingga 15 kilogram.

“Isunya kencang banget di dalam. Jelang Lebaran kemarin sudah ramai, tapi orang-orang enggak berani ngomong,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah itu bukan main. Satu kilogram saja, kata dia, sudah bisa berujung hukuman berat jika tertangkap di luar.

Ia juga mendorong pengusutan sampai ke akar. Tidak hanya berhenti pada satu nama.

“Kapolda Jateng harus ungkap jaringan ini. Banyak korban orang kecil terjebak narkoba, ternyata dikendalikan dari lapas,” lanjutnya.

Petir bahkan menyinggung soal hukuman berat. Ia meminta penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih.

Di sisi lain, ia juga heran dengan proses pemecatan Robig dari kepolisian. Menurutnya, proses itu berjalan lama dan menimbulkan tanda tanya.

“Saya juga heran proses pemecatan Aipda Robig sangat lama. Kok seperti dilindungi, ada apa sih dengan Robig?” katanya.

Sementara itu, pihak Lapas Kelas I Semarang membenarkan adanya dugaan tersebut. Kepala Lapas, Ahmad Tohari, menyebut pihaknya menerima pengaduan masyarakat.

“Lapas Kelas I Semarang mendapatkan beberapa pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pengendalian narkoba di luar lapas oleh salah satu warga binaan bernama Robig Zaenudin,” kata Tohari.

Sebagai langkah antisipasi, Robig langsung dipindah. Ia dikirim ke Lapas IIA Gladakan Nusakambangan. “Langkah cepat ini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” jelas Tohari.

Sebelumnya, Robig sudah divonis 15 tahun penjara dalam kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang. (bae)

You Might Also Like

Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027

“THR” Ojol 2026 Kapan Cair? Kemnaker: Tinggal Nunggu Tanggal Mainnya

Dadan Dikabarkan Ditangkap saat Kantor BGN Digeledah Kejagung, 2 Tokoh Lain Turut Diperiksa

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

TAGGED:Aipda RobigGamma Rizkynata Oktavandyheadlinenarkobarobig zaenudinsabu-sabuzainal petir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran
Next Article Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Musthofa, menyerahkan bantuan unit Kapal Sopek yang disalurkan melalui kolaborasi bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara. Kang Mus Salurkan Bantuan Kapal Sopek untuk Nelayan Mlonggo: Bentuk Cinta dari PDIP

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi

Agustus 19, 2026
Fokus

Dialek Semarangan Ternyata Cuma Hidup di Lima Kecamatan

Mei 15, 2026
Tokoh agama pengasuh Ponpes Ar-Rahman Basyaiban Rancamulya, KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid, saat diperiksa Kejati Jateng terkait dugaan TPPU kasus korupsi Rp237 miliar BUMD Cilacap. Foto: Bae
Hukum

Tokoh Agama Kecipratan Duit Korupsi PT CSA Cilacap Rp237 Miliar: Haram di Bibir, Halal di Rekening?

Agustus 18, 2025
Info

Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan

Mei 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Robig di Pusaran Narkoba, Petir: Kenapa Seolah Sejak Awal Dilindungi?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?