BACAAJA, SEMARANG- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 dimaknai bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum membangun semangat kebangkitan di era modern.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara Harkitnas ke-118 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Rabu (20/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Luthfi mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.
“Kita harus menjalankan Asta Cita Presiden. Ke depannya, digitalisasi menjadi prioritas. Para tunas bangsa harus kita persiapkan dalam rangka Indonesia Emas 2045,” kata Luthfi. Pesan tersebut sejalan dengan tema Harkitnas 2026 yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Baca juga: 18,3 Persen Anak di Jateng Alami Pelecehan di Internet
Menurut Luthfi, semangat kebangkitan nasional hari ini bukan lagi sekadar melawan penjajahan fisik, tetapi juga bagaimana bangsa Indonesia mampu mandiri dan bersaing di tengah perubahan zaman yang serba digital.
Ia juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital yang menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa terus bergantung pada bantuan pihak lain.
“Kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” ujar Luthfi mengutip sambutan tersebut.
Di bawah pemerintahan, pemerintah disebut tengah mendorong berbagai program strategis nasional yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Fondasi Penting
Salah satunya lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Program itu dinilai jadi fondasi penting untuk menyiapkan kualitas generasi masa depan.
Selain itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, termasuk peningkatan kualitas guru dan pemberian beasiswa.
Tujuannya untuk mengurangi ketimpangan kualitas sumber daya manusia antarwilayah. Di sektor kesehatan, pemerintah juga menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar layanan kesehatan lebih mudah diakses masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa dan LBH Turun ke Dayunan Kendal, Solidaritas Petani Terdampak Konflik Agraria
Sementara di tingkat desa, pemerintah mulai memperkuat ekonomi rakyat lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Koperasi itu nantinya diharapkan bisa jadi pusat ekonomi baru warga desa, mulai dari akses pupuk, modal usaha, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok dan obat murah.
Nggak cuma fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, pemerintah juga mulai memperketat perlindungan anak di ruang digital. Melalui penerapan penuh PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas, pemerintah resmi membatasi akses media sosial untuk anak di bawah usia 16 tahun sejak 28 Maret 2026. Kebijakan itu dibuat agar anak-anak bisa tumbuh di ruang digital yang lebih sehat dan aman.
Karena di zaman sekarang, ancaman buat generasi muda bukan cuma soal narkoba atau tawuran, tapi juga algoritma yang tiap hari lebih sering mendidik emosi daripada logika. (tebe)

