BACAAJA, SEMARANG- AKBP Basuki akhirnya kena juga. Polisi itu divonis 6 tahun penjara gara-gara lalai memberi pertolongan sampai pasangan wanitanya meninggal dunia.
Vonis itu dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (20/5/2026). Hukuman yang dijatuhkan malah lebih berat dari tuntutan jaksa yang sebelumnya cuma 5 tahun.
Ketua majelis hakim, Achmad Rasjid, menyatakan Basuki terbukti bersalah karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun,” ucap hakim dalam sidang putusan.
Baca juga: Kelakuan Gokil AKBP Basuki: Lari Sambil Ketawa setelah Hanya Dintuntut 5 Tahun Penjara
Hakim juga memastikan Basuki tetap ditahan. Masa tahanan yang sudah dijalani bakal dipotong dari total hukuman.
Kasus ini bermula dari peristiwa dini hari, 17 November 2025, di kamar Kostel Mimpi Inn kawasan Gajahmungkur, Semarang. Saat itu Basuki dan Levi berada di kamar yang sama.
Kondisi Kritis
Menurut jaksa, Levi sebenarnya sempat dalam kondisi kritis. Tapi bukannya buru-buru cari bantuan, Basuki malah memilih lanjut tidur. Entah karena terlalu santai atau merasa semua bakal baik-baik saja, yang jelas pertolongan tak kunjung datang.
Beberapa jam kemudian Basuki bangun. Tapi kondisi Levi sudah memburuk. Saat dicek, perempuan itu sudah tak bernapas. Telapak kakinya dingin dan denyut nadinya sudah tak terasa. Dari situ hakim menilai ada kelalaian serius.
Baca juga: Pengacara Korban Endus Aroma Tuntutan Ringan untuk AKBP Basuki, Kasus Dosen Untag Tewas
Orang yang ada di lokasi, tahu korban kritis, tapi malah rebahan lanjut tidur. Ujungnya, nyawa melayang. Sebelumnya tuntutan jaksa 5 tahun sempat bikin keluarga korban kecewa. Dan ternyata hakim punya pandangan lebih keras. Vonis Basuki jadi 6 tahun penjara.
Karena kadang tragedi bukan cuma lahir dari tindakan jahat, tapi juga dari orang yang tahu ada bahaya, lalu memilih lanjut tidur. (bae)

