Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK

Dalam menjalankan aksinya, Syamsul disebut memakai tekanan jabatan sebagai alat utama. Ancaman mutasi menjadi kartu yang dimainkan untuk membuat para pejabat daerah patuh. Situasi itu membuat banyak pejabat merasa serba salah dan akhirnya memilih mengikuti permintaan tersebut.

Nugroho P.
Last updated: Maret 15, 2026 8:36 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Syamsul Auliya Rachman
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Kasus korupsi yang menyeret Bupati Cilacap periode 2025–2030, Syamsul Auliya Rachman, membuka sisi gelap pengelolaan birokrasi di lingkungan Pemkab Cilacap. Komisi Pemberantasan Korupsi menjeratnya sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan berkedok pungutan Tunjangan Hari Raya. Dugaan ini mencuat setelah penyidik menemukan praktik penarikan uang dari sejumlah dinas daerah.

Dalam menjalankan aksinya, Syamsul disebut memakai tekanan jabatan sebagai alat utama. Ancaman mutasi menjadi kartu yang dimainkan untuk membuat para pejabat daerah patuh. Situasi itu membuat banyak pejabat merasa serba salah dan akhirnya memilih mengikuti permintaan tersebut.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan sejumlah saksi mengaku mengalami tekanan. Mereka khawatir posisi jabatan bisa bergeser bila menolak permintaan setoran. Ketakutan itulah yang membuat banyak pejabat memilih diam dan menuruti perintah.

Bagi pejabat yang tidak menyetor, label “tidak royal” langsung menempel. Cap itu kemudian dipakai sebagai alasan untuk merotasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah. Situasi ini membuat atmosfer kerja di birokrasi Cilacap terasa tidak nyaman.

Skema penarikan uang tersebut diduga berjalan cukup rapi. Syamsul tidak bekerja sendirian, melainkan dibantu beberapa pejabat penting di lingkungan Pemkab. Salah satunya Sekretaris Daerah Sadmoko Danardono serta Asisten II Ferry Adhi Dharma.

Dalam praktiknya, proses penagihan bahkan melibatkan aparat penegak perda. Jika ada dinas yang belum memenuhi setoran, tim penagih akan datang langsung untuk mengingatkan. Langkah ini membuat tekanan terhadap pejabat SKPD semakin terasa.

Menurut KPK, proses penagihan aktif juga dibantu oleh sejumlah pejabat daerah lain. Di antaranya Kepala Satpol PP serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cilacap. Keterlibatan mereka membuat praktik ini terlihat seperti kegiatan birokrasi biasa.

Nominal yang diminta kepada setiap SKPD tidak main-main. Setiap dinas dipatok menyetor antara Rp75 juta hingga Rp100 juta. Jika ada yang merasa keberatan, pejabat terkait diminta menghadap Ferry Adhi Dharma untuk memberi penjelasan.

Operasi Tangkap Tangan yang digelar pada 13 Maret 2026 menjadi titik balik pengungkapan kasus ini. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 27 orang dari berbagai posisi. Sebanyak 13 orang kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik menemukan uang tunai sebesar Rp610 juta. Uang tersebut disimpan dalam tas jinjing atau goodie bag. Diduga, dana itu berasal dari setoran sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Cilacap.

KPK mencatat awalnya target pengumpulan dana sekitar Rp450 juta. Namun dalam perkembangannya, angka itu meningkat hingga sekitar Rp750 juta. Dari total 47 SKPD yang menjadi sasaran, 23 instansi diketahui sudah menyetor uang.

Besaran setoran dari tiap dinas ternyata bervariasi. Ada yang hanya menyetor Rp3 juta, namun ada pula yang mencapai Rp100 juta. Rentang nominal ini menyesuaikan kemampuan masing-masing instansi.

Penyidik menduga dana yang terkumpul tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Sebagian juga disebut akan dialokasikan untuk pihak eksternal. Salah satu yang disebut adalah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Sejumlah pejabat penting Pemkab Cilacap juga telah dimintai keterangan oleh KPK. Mereka berasal dari berbagai dinas strategis di daerah tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menelusuri aliran dana dan peran masing-masing pihak.

Beberapa nama pejabat yang diperiksa di antaranya berasal dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, hingga Dinas Pendidikan. Ada juga pejabat dari RSUD serta bidang irigasi yang ikut dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut masih terus berlanjut.

Kasus ini memicu perhatian luas dari pemerintah provinsi. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. Ia menilai kasus ini harus menjadi pelajaran bagi para kepala daerah.

Menurut Ahmad Luthfi, integritas pejabat publik tidak boleh berhenti pada kata-kata. Sikap itu harus terlihat nyata dalam tindakan sehari-hari. Ia berharap peristiwa ini tidak terulang di daerah lain.

Meski pucuk pimpinan daerah tersandung kasus hukum, roda pemerintahan diminta tetap berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu. Apalagi Cilacap sedang bersiap menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Pemerintah provinsi juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas pelayanan publik. Aparatur sipil negara di daerah diminta tetap profesional. Dengan begitu masyarakat tetap mendapatkan layanan yang optimal.

Sementara itu, proses hukum terhadap Syamsul masih berjalan di KPK. Ia kini menjalani masa penahanan awal selama 20 hari di rumah tahanan lembaga antirasuah tersebut. Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini.

Publik kini menunggu kelanjutan penyelidikan yang dilakukan KPK. Kasus ini dianggap menjadi pengingat keras tentang pentingnya transparansi dalam pemerintahan. Skandal setoran THR di Cilacap pun menjadi sorotan nasional dalam beberapa hari terakhir. (*)

You Might Also Like

Mayat Tangan Terikat Lakban di Sungai Citandui Bikin Geger

8 Fakta Terbaru Kasus Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Tampang Duo Begal Sadis Halmahera Semarang, Eksekutor Ditangkap di Magelang

Dokter di Bali Dilaporkan Aniaya Pacar, Ya Ampun Dok..

TPPU Korupsi BUMD Cilacap: Eksepsi Kandas, Gus Yazid Bersiap Hadapi Saksi dan Bukti Jaksa

TAGGED:KPKOTT KPKpemerasansyamsul auliya rachmanthr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Gresik Disetop
Next Article Ilustrasi mudik aman bersama anak-anak. Tips Aman Mudik Bersama Anak dari IDAI, Jangan Lupa Lakukan Hal Ini

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEDULI KESEHATAN PERSONEL - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membangun kebiasaan peduli kesehatan personel melalui pelaksanaan Daily Health Checking sebelum memulai aktivitas kerja.

PLΝ Icon Plus Bangun Kebiasaan Peduli Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

PSHAT TEMUI JOKOWI - Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Murjoko, dan jajaran pengurus bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Jokowi, di Solo, Senin (14/9/2026).

Ketua PSHT Pusat Madiun Temui Jokowi di Sumber, Bahas Agenda Politik?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Detik-detik Purbaya ‘Dipecat’ Prabowo, Masih Pimpin Rapat hingga Telepon dari ‘Bapak’ Berdering

BERSIAP LOMBA - Tiga peserta MTQ Nasional Cabang Fahmil Qur'an dari Maluku Utara sedang menyiapkan diri untuk lomba, Senin (14/9/2026). Satu di antaranya adalah Saifullah, yang mengaku jatuh cinta akan indahnya Semarang. (dul)

Peserta MTQ Nasional dari Ternate Jatuh Cinta Keindahan Semarang

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

November 28, 2025
Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Hukum

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Juli 31, 2026
Hukum

OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Juli 11, 2026
TIPIKOR--Staf Pengadilan Tipikor Semarang berjaga di resepsinis area pengadilan. (bae)
Hukum

Bekas Bupati Pati Sudewo Segera Disidangkan di Semarang, Ada 2 Kasus Korupsi

Juni 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?