BACAAJA, JAKARTA- Buat yang udah mulai hitung-hitung rencana belanja tahun depan, sabar dulu deh. Soalnya kabar soal gaji baru alias Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 belum turun juga.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, bilang pemerintah masih ngeracik formula dan angka kenaikan upah bareng dewan pengupahan, serikat buruh, sama perwakilan pengusaha. Targetnya, hasil akhir bakal diumumin 21 November 2025 nanti.
“Kami masih terus dialog sosial, dengerin masukan dari pekerja dan Apindo. Tunggu aja hasilnya,” kata Yassierli, Rabu (12/11).
Revisi Aturan
Menaker juga ngasih kode kalau rumus perhitungan UMP kemungkinan bakal direvisi. Katanya, aturan lama udah nggak nyambung sama kondisi ekonomi sekarang. So far, dasar perhitungannya masih pakai PP Nomor 51 Tahun 2023 yang berlaku buat UMP 2024 dan 2025.
“Kita lagi siapin regulasi baru, bisa aja berubah. Kita buka peluang buat ubah aturannya,” tambahnya. Targetnya, Permenaker baru rampung sebelum tanggal 21 November biar keputusan soal UMP bisa langsung jalan per 1 Januari 2026.
Buat catatan aja nih, tahun ini pemerintah naikin UMP maksimal 6,5 persen lewat Permenaker Nomor 16 Tahun 2024. Kebijakan itu berlaku buat semua provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. (tebe)


