Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh

T. Budianto
Last updated: November 13, 2025 11:14 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Wisnu Sahita. (Foto: Ist)
SHARE

Lipsus

 

 

Hari masih pagi. Wisnu Sahita sudah sibuk. Warung kecilnya baru saja dibuka. Ia menata ulang rak sembako sambil melayani pembeli yang mampir sebelum berangkat kerja.

 

WARUNG itu sederhana. Ada di bagian depan rumahnya di Bangetayu, Kota Semarang. Dari situ, sedikit demi sedikit, tambahan uang dapur bisa terkumpul. Begitu jarum jam mendekati pukul tujuh, Sahita bergegas berangkat ke pabrik.

Ia buruh di PT Grand Best Indonesia, industri garmen di Kawasan Industri Lamicitra, Tanjungmas. Perusahaan milik investor Tiongkok itu punya 1.700-an pekerja, dan hampir semuanya perempuan. Laki-lakinya hanya seratusan orang.

Sahita sudah bekerja di sana sejak 2012. Dulu di bagian print, lalu pindah ke laser, dan sekarang di bagian marker. Tugasnya membuat pola kain sebelum dipotong dan dijahit jadi pakaian bermerek.

Jam kerjanya mulai pukul 7.30 sampai 16.30. Kadang ada lembur, tapi tidak rutin. Kalau pulang sore, ia langsung menyalakan lampu warung dan kembali melayani pembeli. Hidup di kota besar dengan dua anak kecil membuat Sahita harus benar-benar cermat.

Suaminya juga buruh garmen, bekerja di PT Pinnacle Apparels di Kawasan Industri Jateng Land, Demak. Mereka sama-sama tahu rasanya menghitung gaji sampai rupiah terakhir.

Kalau dijumlah, gaji mereka berdua sekitar Rp6,5 juta per bulan. Terdengar besar, tapi langsung habis untuk cicilan rumah, biaya sekolah, dan kebutuhan harian. Kadang belum sampai tanggal tua, isi dompet sudah menipis.

“Kalau dihitung-hitung, pengeluaran keluarga per bulan sampai Rp6,5 juta,” curhat Sahita saat ditemui Kamis (13/11). Jadi ya pas. Kalaupun lebih nggak banyak. Artinya, kalau hanya ngandalin dua gaji buruh, nggak bakal bisa nabung. Kalau ada kebutuhan mendesak gimana? Tambah pusing.

Cari Tambahan

Tiap tahun kebutuhan terus naik, sementara gaji tak berubah banyak. Sahita harus pintar cari tambahan. Warung sembako itu salah satu caranya bertahan. Pagi dibuka sebelum kerja, sore dibuka lagi setelah pulang. Kadang hasilnya tak seberapa, tapi lumayan.

Sahita sudah terbiasa hidup dengan ritme begini. Di rumah, suami dan istri saling bagi peran. Ada yang bayar cicilan dan kebutuhan besar, ada yang untuk belanja dan biaya anak sekolah.

Ia juga punya rencana kecil untuk masa depan. Suatu saat ingin beli mesin jahit sendiri, biar bisa kerja di rumah sambil buka usaha kecil. “Rencana ke depan gitu, ada planing beli mesin jahit”.

Bahkan Sahita dulu sempet kepikiran beli mesin cetak laser, sesui jobdesk kerjanua di pabrik. Tapi mesinnya mahal, yang kecil saja puluhan juta. Bagi Sahita, dua gaji buruh memang belum cukup untuk hidup tanpa khawatir. Tapi dari peluh dan kerja keras itulah, ia dan keluarganya bertahan. Sedikit demi sedikit, mereka menjahit hidupnya sendiri. (bae)

You Might Also Like

Nabung Emas Tipis Tipis, Cara Santai Bangun Aset Pelan

Dari Balik Jeruji Lapas Semarang, Cabai dan Harapan Mulai Bertunas

PLN Icon Plus Jateng dan IconGreen Kompak Dukung Transisi Energi

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Kepala Rumah Tangga Eks-Jampidsus Febrie Tewas Misterius, Sengaja Dihabisi?

TAGGED:apindo kota semarangburuh semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ahmad Yani Buka Rute Baru ke Singapura
Next Article Longsor Malam Hari Guncang Majenang, 2 Tewas,  Warga Belum Pulih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ogoh-ogoh Bikin Carnival Purbalingga Makin Nendang

ASN Purbalingga Patungan Rp181 Juta untuk Korban Bencana

Ali Rokhman, Rival Sodiq Kini Pimpin Unsoed

Orderan Kuliner Fiktif Catut Nama Klinik Ibunda Klampok

Santap Daging Kambing, Warga Darma Keracunan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi OTT KPK.
Hukum

Dua Nama Resmi Jadi Tersangka OTT Cilacap, Siapa Dia?

Maret 14, 2026
Info

RX King Bangkit Lagi, Gaya Lawas Rasa Mesin Baru

April 9, 2026
Info

Lari 10K, Tapi Efeknya Ngebut: Kota Lama Ramai, UMKM Ikut Senyum

Desember 14, 2025
MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ekonomi

Rupiah Makin Ambles! Nilai Tukar 1 Dolar AS Setara Rp17.868, Segera Tembus Rp18.000?

Mei 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?