Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Niacinamide sering jadi “starter pack” buat banyak orang yang baru mulai skincare-an. Teksturnya ringan dan biasanya cocok di berbagai jenis kulit. Tapi ternyata, ada momen tertentu di mana kamu justru perlu berhenti dulu.

Nugroho P.
Last updated: Maret 28, 2026 8:33 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi skincare.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tren skincare terus berkembang, tapi tidak semua kandungan cocok dipakai selamanya. Salah satu yang sering jadi andalan adalah niacinamide, turunan vitamin B3 yang dikenal multifungsi. Mulai dari mencerahkan kulit sampai bantu atasi komedo, kandungan ini memang populer banget.

Niacinamide sering jadi “starter pack” buat banyak orang yang baru mulai skincare-an. Teksturnya ringan dan biasanya cocok di berbagai jenis kulit. Tapi ternyata, ada momen tertentu di mana kamu justru perlu berhenti dulu.

Hal ini sempat dibahas oleh beauty vlogger Arianti lewat channel YouTube Jiglyciouss. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan kulit bisa berubah seiring waktu. Jadi, skincare juga perlu ikut “naik level”.

Menurutnya, kalau kulit sudah tidak menunjukkan progres, itu tanda harus evaluasi. Bukan berarti niacinamide jelek, tapi mungkin kulitmu butuh sesuatu yang lebih “nendang”. Nah, di sinilah pentingnya tahu kapan harus stop.

Masuk usia 35 tahun ke atas jadi salah satu momen krusial. Di fase ini, kondisi kulit biasanya mulai berubah cukup signifikan. Kelembapan berkurang dan tanda penuaan mulai terlihat.

Masalah seperti garis halus, kulit kusam, dan bekas jerawat yang lama hilang jadi lebih sering muncul. Nah, di kondisi ini, niacinamide saja sering kali kurang cukup. Kulit butuh bahan aktif yang lebih kuat.

Arianti menyarankan untuk mulai beralih ke kandungan seperti retinol. Selain itu, ada juga alpha arbutin dan vitamin C untuk bantu mencerahkan. Kandungan ini dinilai lebih efektif untuk kulit yang mulai aging.

Jadi, bukan berarti harus langsung buang niacinamide. Tapi bisa dijadikan pelengkap saja, bukan lagi sebagai “pemain utama”. Fokus utama dialihkan ke bahan aktif lain yang lebih sesuai kebutuhan.

Kondisi kedua adalah saat jerawat lagi parah-parahnya. Banyak orang tetap pakai niacinamide karena dianggap aman. Padahal, dalam kondisi tertentu, itu tidak cukup membantu.

Untuk jerawat ringan, niacinamide memang masih oke. Tapi kalau sudah masuk kategori parah, perlu treatment yang lebih spesifik. Misalnya dengan salicylic acid atau retinoid.

Kandungan tersebut bekerja lebih dalam untuk membersihkan pori-pori. Selain itu juga membantu mengurangi peradangan lebih cepat. Jadi hasilnya bisa lebih terasa.

Namun, penting juga memperhatikan penggunaan produk tersebut. Beberapa bahan aktif butuh pengawasan atau bahkan resep dokter. Jadi jangan asal coba tanpa riset dulu.

Kondisi ketiga adalah saat kamu punya bekas jerawat yang bandel. Ditambah kulit kusam atau hiperpigmentasi yang sulit hilang. Di sini, niacinamide kadang kurang maksimal.

Kalau sudah di tahap ini, Arianti menyarankan upgrade skincare. Gunakan bahan seperti vitamin C atau tranexamic acid. Kandungan ini lebih fokus ke mencerahkan dan meratakan warna kulit.

Alpha arbutin juga bisa jadi pilihan. Fungsinya membantu menyamarkan noda hitam lebih cepat. Jadi hasilnya bisa lebih terlihat dalam waktu relatif singkat.

Menariknya, Arianti juga menekankan soal “feeling kulit”. Kalau masih cocok dan hasilnya bagus, tidak masalah tetap pakai niacinamide. Artinya, skincare itu tetap personal.

“Kalau masih pakai niacinamide terus kalian sudah tidak merasakan manfaatnya, mungkin sudah saatnya step up,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya memahami respon kulit sendiri. Jadi tidak asal ikut tren.

Ia juga menambahkan bahwa niacinamide bisa tetap dipakai sebagai tambahan. Bukan dihilangkan sepenuhnya. Tapi fungsinya bukan lagi sebagai fokus utama.

Hal ini penting karena banyak orang terlalu terpaku satu kandungan. Padahal kebutuhan kulit bisa berubah. Apalagi dipengaruhi usia dan kondisi lingkungan.

Tren skincare yang terus berubah juga bikin banyak orang bingung. Tapi sebenarnya kuncinya sederhana, yaitu dengarkan kondisi kulit sendiri. Jangan cuma ikut viral.

Selain itu, penting juga untuk tidak terlalu sering ganti produk. Beri waktu kulit beradaptasi. Minimal dua sampai empat minggu untuk melihat hasil.

Konsistensi juga berperan besar dalam hasil skincare. Tidak cukup hanya pakai produk mahal. Tapi harus rutin dan sesuai kebutuhan kulit.

Pada akhirnya, skincare bukan soal ikut-ikutan. Tapi soal memahami apa yang benar-benar dibutuhkan kulitmu. Setiap orang bisa punya kondisi yang berbeda.

Jadi, kalau merasa niacinamide sudah tidak bekerja maksimal, itu bukan masalah. Justru jadi tanda kamu perlu upgrade perawatan. Kulit juga butuh “level up”.

Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa menghindari trial and error berlebihan. Lebih hemat waktu dan biaya. Dan hasilnya juga lebih optimal.

Intinya, kenali kondisi kulit sebelum memilih produk. Jangan takut mencoba bahan baru, tapi tetap bijak. Karena skincare yang tepat adalah yang sesuai kebutuhan, bukan sekadar tren. (*)

You Might Also Like

Terapi Cuci Darah Makin Canggih, Kini Racun di Tubuh Bisa Lebih Optimal Dibersihkan

Rahasia Umur Baterai Mobil Listrik yang Jarang Dibahas Orang

Naik Pesawat? Jangan Asal Bawa Power Bank

Ngincer Kursi ASN? Intip Dulu Rundown Syarat CPNS 2026

Pacaran Umur 20-an, Drama Bukan Cuma Soal Cemburu

TAGGED:Niacinamideskincare
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu
Next Article Kepala Disbudpar Kota Semarang Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

PROTES HARGA PAKAN - Peternak di Temanggung membagikan 5.000 ayam petelur kepada warga, sebagai bentuk protes atas mahalnya harga pakan ternak, Senin (10/8/2026). Menurut peternak, lebih ayam itu dibagikan kepada warga daripada mati di kandang. (*)

Demo Harga Pakan Mahal Tak Terjangkau, Peternak Temanggung Bagikan Gratis 5.000 Ayam Petelur

TAWARKAN INVESTASI--Wali Kota Agustina Wilujeng mempresentasikan proposal Semarang Logistic Hub UCC Terboyo dalam Investment Challenge 2026 di Gumaya Hotel Tower Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

Pemkot Canangkan UCC Terboyo Jadi Mesin Ekonomi Baru Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Dokter Cantik Sebut Cara Sahur Bumil Biar Awet Kenyang saat Puasa

Februari 17, 2026
Tips

Seblak Pedas Favorit Ternyata Ada Sisi Gelap Buat Tubuh

Maret 28, 2026
Ilustrasi banyak tab kebuka di otak dan banyak ganjalan di kepala.
Tips

Banyak Ganjalan dan Kebanyakan ‘Tab Kebuka’ di Otak, Bikin Kamu Cepek Tanpa Disadari

Januari 15, 2026
Tips

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

Juli 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?